<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hardiknas Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/hardiknas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 May 2026 15:31:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>hardiknas Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Universitas Semarang Bertekad Wujudkan Solusi Nyata</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/02/universitas-semarang-bertekad-wujudkan-solusi-nyata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 14:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Inspektur upacara]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Program pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor USM]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=557488</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Universitas Semarang (USM) bertekad mewujudkan solusi nyata dalam mendukung program pemerintah. Hal itu disampaikan Rektor USM, Dr Supari ST MT, saat menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman kampus setempat, Sabtu (2/5/2026). Menurut Rektor, tekad USM mewujudkan solusi nyata itu, telah sesuai amanat Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/02/universitas-semarang-bertekad-wujudkan-solusi-nyata">Universitas Semarang Bertekad Wujudkan Solusi Nyata</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Universitas Semarang (USM) bertekad mewujudkan solusi nyata dalam mendukung program pemerintah.</p>
<p>Hal itu disampaikan Rektor USM, Dr Supari ST MT, saat menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman kampus setempat, Sabtu (2/5/2026).</p>
<p>Menurut Rektor, tekad USM mewujudkan solusi nyata itu, telah sesuai amanat Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/05/02/usm-language-and-culture-center-bantu-penulisan-karya-ilmiah">USM Language and Culture Center Bantu Penulisan Karya Ilmiah</a></strong></p>
<p>&#8221;USM sendiri telah memberikan beasiswa kepada 2,5 persen dari jumlah total mahasiswa aktif. Artinya, USM telah berkontribusi memberikan beasiswa sebesar Rp 1,5 miliar per tahun. Amanat dari Menteri Pendidikan, tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal karena kondisi ekonomi, geografis, maupun keterbatasan sosial,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menambahkan, riset Indonesia diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan publikasi, tetapi juga melahirkan inovasi, industri, dan solusi. Untuk itu, fokus riset Nasional diarahkan dalam dua pendekatan utama.</p>
<p>Pertama, program riset prioritas yang memperkuat pemerataan dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Kedua, program riset strategis yang fokus pada bidang-bidang kunci masa depan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/30/tim-asesor-lakukan-asesmen-lapangan-ke-prodi-akuntansi-fe-usm">Tim Asesor Lakukan Asesmen Lapangan ke Prodi Akuntansi FE USM</a></strong></p>
<p>&#8221;USM telah membentuk lembaga riset dan pengabdian, yakni Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Para dosen telah berkontribusi dalam melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, yang hasil penelitian dan pengabdiannya berdampak kepada masyarakat sekitar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, dalam amanatnya yang dibacakan Supari, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto menyatakan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan. Indonesia harus menjadi pencipta ilmu.</p>
<p>Disebutkan dalam amanatnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arah yang jelas, Indonesia harus melahirkan ilmuwan kelas dunia, bahkan peraih Nobel dari anak bangsa sendiri.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/30/kegiatan-donor-darah-meriahkan-dies-natalis-ke-39-usm">Kegiatan Donor Darah Meriahkan Dies Natalis Ke-39 USM</a></strong></p>
<p>&#8221;Untuk itu, Kementerian menyiapkan Indonesia Road to Nobel Laureate 2045, sebuah upaya terstruktur dan berkelanjutan dalam membina talenta unggul sejak dini, memperkuat pendidikan riset berkelas dunia, hingga ekosistem sains Nasional,&#8221; ungkap Brian Yuliarto.</p>
<p>Dia menuturkan, transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi semesta. Negara, kampus, industri, masyarakat, keluarga, pendidik, peneliti, dan generasi muda, semuanya arsitek masa depan Indonesia.</p>
<p>&#8221;Kepada para pendidik, tenaga kependidikan, dan peneliti di seluruh penjuru negeri, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas dedikasi dan pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Di ruang kelas, laboratorium, desa, kampus, dan pelosok Indonesia, saudara-saudara sedang menanam masa depan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/29/usm-berpartisipasi-dalam-pameran-inovasi-pangan-berkelanjutan">USM Berpartisipasi dalam Pameran Inovasi Pangan Berkelanjutan</a></strong></p>
<p>Brian juga menyampaikan, untuk para mahasiswa dan generasi muda, teruslah belajar, jangan takut bermimpi besar. Jadilah pembelajar yang kritis, pencipta gagasan, dan pemecah masalah.</p>
<p>&#8221;Masa depan Indonesia Emas tidak diwariskan, melainkan dibangun melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen untuk terus maju,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/02/universitas-semarang-bertekad-wujudkan-solusi-nyata">Universitas Semarang Bertekad Wujudkan Solusi Nyata</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karena Miskin, Anak Warga Gondangmanis Kudus Ini Putus Sekolah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/02/karena-miskin-anak-warga-gondangmanis-kudus-ini-putus-sekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 05:23:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[anak putus sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=557408</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Kisah pilu dialami Siti, warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, yang harus hidup dalam keterbatasan hingga membuat anaknya sempat putus sekolah selama dua tahun. Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton yang turun langsung meninjau lokasi, Sabtu (2/5/2026). Kunjungan ini menjadi bentuk respons cepat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/02/karena-miskin-anak-warga-gondangmanis-kudus-ini-putus-sekolah">Karena Miskin, Anak Warga Gondangmanis Kudus Ini Putus Sekolah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Kisah pilu dialami Siti, warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, yang harus hidup dalam keterbatasan hingga membuat anaknya sempat putus sekolah selama dua tahun. Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton yang turun langsung meninjau lokasi, Sabtu (2/5/2026).</p>
<p>Kunjungan ini menjadi bentuk respons cepat pemerintah daerah atas laporan masyarakat, sekaligus bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Dalam peninjauan tersebut, turut hadir jajaran pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.</p>
<p>Bupati Sam’ani menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan sosial, terutama yang berdampak pada pendidikan anak.</p>
<p>“Hari ini kami bersama jajaran terkait turun langsung melihat kondisi Bu Siti. Ini menjadi perhatian bersama, apalagi anaknya sempat putus sekolah,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, begitu laporan diterima, pemerintah langsung bergerak cepat. Bahkan, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) bersama PGRI langsung memberikan pendampingan agar anak Siti bisa kembali mengenyam pendidikan.</p>
<p>“Kami pastikan anaknya bisa sekolah lagi, melanjutkan SMP hingga SMA. Bahkan ada solusi sekolah siang agar pagi hari tetap bisa membantu orang tua,” jelasnya.</p>
<p>Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Kudus menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa selimut, kasur, beras, dan sembako. Bantuan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, desa, hingga unsur TNI-Polri.</p>
<p>Tak hanya itu, Pemkab Kudus juga akan mengupayakan pembangunan rumah layak huni bagi Siti melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).</p>
<p>“Rumahnya akan kita bantu. Kita masukkan dalam backlog RSLH, dengan dukungan dari Baznas serta pihak swasta seperti Djarum, Nojorono, Bank Jateng, dan Pura,” terang Sam’ani.</p>
<p>Namun, pembangunan rumah tersebut masih memerlukan kajian teknis karena lokasi saat ini berada di tepi sungai dan dinilai kurang layak.</p>
<p>“Saya sudah instruksikan agar kondisi lahan didokumentasikan dan dikirim ke Dinas PUPR untuk dikoordinasikan dengan BBWS,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Siti mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah. Ia berharap bantuan tersebut dapat mengubah masa depan keluarganya, terutama pendidikan anaknya.</p>
<p>“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati. Semoga anak saya bisa sekolah lagi dan kami punya rumah yang layak,” ucapnya.</p>
<p>Langkah cepat dan kolaboratif ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjamin akses pendidikan, serta memberikan perlindungan sosial secara berkelanjutan.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/02/karena-miskin-anak-warga-gondangmanis-kudus-ini-putus-sekolah">Karena Miskin, Anak Warga Gondangmanis Kudus Ini Putus Sekolah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hardiknas 2026: Bupati Kudus Singgung Soal Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pendidikan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/02/hardiknas-2026-bupati-kudus-singgung-soal-peningkatan-kesejahteraan-guru-dan-kualitas-pendidikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 03:11:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kudus]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=557378</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus, Samani Intakoris, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mentransformasi dunia pendidikan agar semakin relevan dengan perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan saat dirinya bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMP 2 Jekulo, Sabtu (2/5/2026). Didampingi jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton, serta Bunda Literasi Kabupaten [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/02/hardiknas-2026-bupati-kudus-singgung-soal-peningkatan-kesejahteraan-guru-dan-kualitas-pendidikan">Hardiknas 2026: Bupati Kudus Singgung Soal Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pendidikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID) –</strong> Bupati Kudus, Samani Intakoris, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mentransformasi dunia pendidikan agar semakin relevan dengan perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan saat dirinya bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMP 2 Jekulo, Sabtu (2/5/2026).</p>
<p>Didampingi jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton, serta Bunda Literasi Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris, Bupati menegaskan bahwa Pemkab Kudus akan terus hadir mendampingi guru dan pelajar demi menciptakan pendidikan yang unggul dan merata.</p>
<p>Dalam amanatnya, Bupati membacakan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang menyoroti arah baru pendidikan nasional berbasis transformasi digital dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.</p>
<p>“Pendekatan Deep Learning kami dorong melalui filosofi Asah, Asih, dan Asuh. Pemerintah pusat menekankan digitalisasi sekolah serta peningkatan kesejahteraan guru melalui sertifikasi. Di daerah, kami pastikan hal ini berjalan beriringan dengan budaya sekolah yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) agar karakter siswa semakin kuat,” ujar Sam’ani.</p>
<p>Tak berhenti di situ, Pemkab Kudus juga menyiapkan strategi konkret untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan berkeadilan. Program pertukaran pelajar dan guru, penguatan advokasi tenaga pendidik, hingga peningkatan sarana digital menjadi fokus utama.</p>
<p>Selain itu, optimalisasi Tunjangan Kinerja Guru Swasta (TKGS) terus diperkuat agar kualitas pendidikan di seluruh sekolah—baik negeri maupun swasta—semakin merata.</p>
<p>“Tujuan kami jelas, menghadirkan layanan pendidikan modern dan setara bagi seluruh masyarakat Kudus tanpa terkecuali,” tegasnya.</p>
<p>Prestasi pendidikan di Kudus pun menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi semua pihak. Sekolah-sekolah di Kota Kretek secara konsisten menorehkan prestasi di tingkat provinsi hingga nasional.</p>
<p>“Ini adalah hasil kerja keras bersama. Kami berkomitmen untuk terus mendukung agar prestasi tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan. Kudus harus menjadi rujukan pendidikan berkualitas,” imbuh Bupati.</p>
<p>Pada momentum Hardiknas 2026 ini, juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Langkah ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan proses penerimaan peserta didik yang transparan, objektif, dan akuntabel.</p>
<p>Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemkab Kudus optimistis mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di era global.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/02/hardiknas-2026-bupati-kudus-singgung-soal-peningkatan-kesejahteraan-guru-dan-kualitas-pendidikan">Hardiknas 2026: Bupati Kudus Singgung Soal Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pendidikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Kita: Berlari di Tempat atau Melompat Jauh?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/27/pendidikan-kita-berlari-di-tempat-atau-melompat-jauh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 06:36:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gerak cepat]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Murid]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peradapan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=556406</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dr NAN Murniati MPd SETIAP kali kalender mendekati angka 2 Mei, gempita Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) mulai terasa. Spanduk bertuliskan tema-tema optimis bertebaran, upacara bendera dipersiapkan, dan pidato mengenai kemajuan pendidikan disusun dengan rapi. Kita merayakan warisan Ki Hajar Dewantara dengan penuh khidmat. Namun, di tengah seremonial tahunan yang megah itu, sebuah pertanyaan eksistensial [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/27/pendidikan-kita-berlari-di-tempat-atau-melompat-jauh">Pendidikan Kita: Berlari di Tempat atau Melompat Jauh?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Dr NAN Murniati MPd</strong></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-556409 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-27-at-13.34.47-1.jpeg" alt="" width="150" height="191" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-27-at-13.34.47-1.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-27-at-13.34.47-1-118x150.jpeg 118w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />SETIAP</strong> kali kalender mendekati angka 2 Mei, gempita Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) mulai terasa. Spanduk bertuliskan tema-tema optimis bertebaran, upacara bendera dipersiapkan, dan pidato mengenai kemajuan pendidikan disusun dengan rapi. Kita merayakan warisan Ki Hajar Dewantara dengan penuh khidmat.</p>
<p>Namun, di tengah seremonial tahunan yang megah itu, sebuah pertanyaan eksistensial seharusnya mengetuk kesadaran setiap pemangku kepentingan: Apakah sistim pendidikan kita benar-benar sedang melompat jauh menuju masa depan, atau jangan-jangan kita hanya sedang berlari kencang di atas mesin treadmill?</p>
<p>Analogi treadmill atau berlari di tempat menggambarkan kondisi di mana energi dikeluarkan secara masif, keringat bercucuran, dan nafas terengah-engah, namun posisi fisik tidak bergeser satu sentimeter pun dari titik semula. Dalam konteks pendidikan Indonesia, kita melihat kesibukan yang luar biasa.</p>
<p>Guru-guru terjebak dalam labirin administrasi, kurikulum berganti rupa dalam waktu singkat, dan platform-platform digital baru terus diperkenalkan. Namun, jika kita melihat kualitas literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa secara substansial, seringkali angkanya masih bergerak di zona yang sama selama satu dekade terakhir. Apakah kesibukan administratif kita telah teralienasi dari esensi mendidik yang sesungguhnya?</p>
<p>Penyebab utama dari fenomena &#8220;berlari di tempat&#8221; adalah dominasi formalitas di atas substansi. Selama bertahun-tahun, keberhasilan pendidikan seringkali diukur dari kelengkapan dokumen administratif.</p>
<p>Guru, yang seharusnya menjadi seniman di ruang kelas dan dirigen inspirasi bagi muridnya, justru bertransformasi menjadi juru tulis bagi birokrasi. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengisi aplikasi, menyusun laporan kinerja, dan memenuhi beban administrasi lainnya, yang belum tentu berkorelasi langsung dengan kualitas pemahaman siswa di kelas.</p>
<p>Ketika seorang pendidik lebih mencemaskan &#8220;keteraturan dokumen&#8221; daripada &#8220;keterbukaan mata muridnya&#8221; saat menerima pelajaran, saat itulah kita mulai berlari di tempat. Kita menciptakan ilusi kemajuan melalui data digital dan grafik laporan yang tampak hijau, namun di akar rumput, ruang-ruang kelas kita masih sunyi dari diskusi nalar yang mendalam.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Kita sibuk memperbaiki &#8220;wadah&#8221; tanpa pernah benar-benar mencicipi dan meningkatkan kualitas &#8220;isi&#8221; dari pendidikan itu sendiri.</p>
<p>Di sisi lain, dunia di luar pagar sekolah tidak sedang berlari di tempat; ia sedang melakukan lompatan kuantum. Revolusi Industri 4.0 yang belum usai kini sudah disambung dengan gelombang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) yang mendisrupsi segala lini kehidupan. Cara manusia bekerja, berkomunikasi, hingga memecahkan masalah telah berubah secara radikal dalam lima tahun terakhir. Pekerjaan-pekerjaan yang dulu dianggap aman kini mulai tergantikan oleh algoritma.</p>
<p>Jika pendidikan kita masih mempertahankan pola pikir abad ke-20 -di mana sekolah hanya berfungsi sebagai pabrik kepatuhan dan pusat penghafalan fakta- maka kita tidak hanya sedang berlari di tempat, kita sedang mengalami regresi relatif. Melompat jauh berarti berani mempertanyakan relevansi materi yang diajarkan. Apakah kita masih mengajarkan anak-anak kita untuk menjadi &#8220;kamus berjalan&#8221; di era di mana mesin pencari bisa memberikan jawaban dalam hitungan detik? Ataukah kita sudah mulai mengajarkan mereka cara bertanya, cara memvalidasi informasi, dan cara menciptakan solusi dari tumpukan data yang ada?</p>
<p>Untuk melakukan lompatan jauh, kita perlu kembali ke akar filosofis Ki Hajar Dewantara yang seringkali hanya kita kutip tanpa benar-benar kita resapi. Beliau menegaskan bahwa pendidikan harus selaras dengan &#8220;kodrat alam&#8221; dan &#8220;kodrat zaman&#8221;. Kodrat zaman hari ini menuntut manusia yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki ketahanan mental yang kuat.</p>
<p>Lompatan jauh dimulai ketika kita memberikan kemerdekaan yang sesungguhnya kepada guru dan siswa. Merdeka bukan berarti bebas tanpa arah, melainkan otonomi untuk mengeksplorasi potensi sesuai dengan konteks lokal dan keunikan individu. Pendidikan yang melompat adalah pendidikan yang berani merayakan keragaman bakat.</p>
<p>Kita tidak bisa mengharapkan sebuah bangsa melompat jauh jika sistim pendidikannya masih menyeragamkan semua anak melalui standar ujian yang kaku, seolah-olah semua ikan harus dinilai dari kemampuannya memanjat pohon.</p>
<p>Guru harus diberikan ruang untuk menjadi &#8220;Maestro&#8221;. Seorang maestro tidak bekerja berdasarkan instruksi teknis yang kaku, melainkan berdasarkan visi dan rasa. Ketika guru mampu mengorkestrasi teknologi, kreativitas, dan empati dalam satu harmoni pembelajaran, saat itulah mesin pendidikan kita mulai bergerak maju meninggalkan tempatnya semula.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Syarat mutlak untuk melompat adalah kelenturan. Sebuah benda yang kaku akan patah saat dipaksa melompat tinggi. Sistim pendidikan kita perlu bertransformasi dari sistim yang kaku dan tersentralisasi menjadi sistim yang lentur dan organik. Budaya inovasi harus tumbuh dari bawah, bukan sekadar instruksi dari atas.</p>
<p>Sekolah harus menjadi laboratorium kehidupan, di mana kegagalan dalam bereksperimen dianggap sebagai bagian dari proses belajar, bukan aib yang menurunkan nilai akreditasi.</p>
<p>Kita juga perlu mendefinisikan ulang makna keberhasilan. Lompatan jauh pendidikan tidak diukur dari seberapa banyak siswa yang lulus dengan nilai sempurna, melainkan seberapa banyak lulusan yang mampu bertahan dan berkontribusi di tengah ketidakpastian dunia.</p>
<p>Kita membutuhkan generasi yang memiliki &#8220;Kedaulatan Rasa&#8221; dan &#8220;Kemerdekaan Berpikir&#8221;, generasi yang tidak mudah dipicu oleh provokasi karena memiliki nalar kritis, dan tidak mudah menyerah karena memiliki empati dan karakter yang kokoh.</p>
<p>Hardiknas tahun ini seharusnya menjadi garis start baru. Kita harus berhenti merasa puas dengan pergerakan yang hanya bersifat kosmetik. Berhenti merasa telah maju hanya karena kita telah mendigitalkan birokrasi, jika cara berpikir kita masih birokratis.</p>
<p>Lompatan itu tidak akan terjadi secara otomatis; ia membutuhkan keberanian politik, keberanian pedagogis, dan yang paling penting, keberanian moral untuk mengakui kekurangan kita sendiri.</p>
<p>Pendidikan kita memiliki aset yang luar biasa: jutaan anak muda yang haus akan ilmu dan ribuan guru di pelosok negeri yang tetap menyalakan pelita meski dalam keterbatasan. Energi ini tidak boleh habis hanya untuk berlari di atas treadmill kebijakan yang berputar-putar. Mari kita lepaskan beban-beban yang menghambat, arahkan pandangan jauh ke depan, dan lakukan lompatan besar itu.</p>
<p>Sebab, jika kita hanya terus berlari di tempat, suatu saat kita akan kehabisan nafas tanpa pernah sampai ke tujuan. Namun, jika kita berani melompat, meskipun dengan risiko terjatuh, kita setidaknya telah mencoba untuk terbang dan menyambut masa depan dengan kepala tegak.</p>
<p>Pendidikan bukan tentang seberapa cepat kita bergerak, tapi tentang sejauh mana kita telah berpindah menuju peradaban yang lebih mulia.</p>
<p><strong>&#8212;</strong> <em>Penulis adalah Dosen Manajemen Pendidikan S2 Upgris Bidang Keahlian Perencanaan dan Pengembangan SDM Pendidikan</em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/27/pendidikan-kita-berlari-di-tempat-atau-melompat-jauh">Pendidikan Kita: Berlari di Tempat atau Melompat Jauh?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum BI Jadi Perhatian Pengunjung Tegal Education Fair</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/05/museum-bi-jadi-perhatian-pengunjung-tegal-education-fair</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2025 23:36:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[museum-bi]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=472815</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Museum Bank Indonesia menjadi perhatian bagi pengunjug Tegal Education Fair, yang berlangsung di Jalan Pancasila, yang diadakan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 Kota Tegal. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala menyampaikan hal tersebut pada pembukaan Tegal Edu Fair 2025 di jalan Pancasila Kota Tegal, Minggu (4/5/2025). Kantor Perwakilan (KPw) Bank [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/05/museum-bi-jadi-perhatian-pengunjung-tegal-education-fair">Museum BI Jadi Perhatian Pengunjung Tegal Education Fair</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Museum Bank Indonesia menjadi perhatian bagi pengunjug Tegal Education Fair, yang berlangsung di Jalan Pancasila, yang diadakan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 Kota Tegal.</p>
<p>Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala menyampaikan hal tersebut pada pembukaan Tegal Edu Fair 2025 di jalan Pancasila Kota Tegal, Minggu (4/5/2025).</p>
<p>Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tegal sengaja mendatangkan Museum Bank Indonesia ke acara tersebut untuk meningkatkan edukasi masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya mengenai sejarah uang, sejarah BI, dan tugas BI.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan Tegal Edu Fair perlu makin diperkuat roh edukasinya dengan menghadirkan Museum Bank Indonesia (MuBI). MuBI hadir dengan 28 koleksi untuk mengedukasi masyarakat, mulai dari tema Pendidikan dalam Rupiah, Budaya dalam Rupiah, Empat Aksara dalam dalam Uang De Javasche Bank dan masih banyak lagi.</p>
<p>&#8220;Masyarakat juga dihibur dengan penampilan Ferry Firmansyah, Dalang Cilik dari Rumah Seni Tegal. Selain itu, masyarakat bisa merasakan sensasi mengangkat emas batangan 13,5 kg,&#8221; terang Bimala.</p>
<p>Bimala berharap kehadiran BI dan MuBI dapat makin menyemarakkan Tegal Edu Fair serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/05/museum-bi-jadi-perhatian-pengunjung-tegal-education-fair">Museum BI Jadi Perhatian Pengunjung Tegal Education Fair</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tumpeng Hardiknas Brebes Pecahkan Rekor MURI</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/03/tumpeng-hardiknas-brebes-pecahkan-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2024 12:45:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=412134</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211; Kabupaten Brebes berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam penyajian Nasi Tumpeng Adep-adep, serentak terbanyak di 892 titik lokasi. Lokasinya berada di SD dan SMP di 17 Kecamatan se-Kabupaten Brebes. Gelaran secara langsung di Pendopo Bupati Brebes dan melalui daring di masing-masing SD, Kamis (2/5/2024). Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/03/tumpeng-hardiknas-brebes-pecahkan-rekor-muri">Tumpeng Hardiknas Brebes Pecahkan Rekor MURI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kabupaten Brebes berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam penyajian Nasi Tumpeng Adep-adep, serentak terbanyak di 892 titik lokasi. Lokasinya berada di SD dan SMP di 17 Kecamatan se-Kabupaten Brebes. Gelaran secara langsung di Pendopo Bupati Brebes dan melalui daring di masing-masing SD, Kamis (2/5/2024).</p>
<p>Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar SH M Hum menyampaikan, Kabupaten Brebes hari ini telah mengukir  sejarah, karena ada 892 titik lokasi menyajikan &#8216;Tumpeng Sego Adep-adep&#8217; serentak di SD dan SMP se-Kabupaten Brebes dan tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia.</p>
<p>“Tumpeng Sego Adep-adep adalah makanan khas Kabupaten Brebes, Insya Allah dengan budaya ini, akan jadi tonggak bersejarah pendidikan di Kabupaten Brebes semakin maju,” ujar Iwanuddin.</p>
<p>Adapun piagam Rekor MURI diserahakan oleh Perwakilan MURI Semarang Sri Widayati, kepada Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar SH M Hum, Sekretaris Daerah Brebes Ir Djoko Gunawan MT, dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes Caridah MPd.</p>
<p>Ketua MURI perwakilan Jawa Tengah, Sri Widayati mengatakan, di hari Pendidikan Nasional 2024 dari MURI berkesempatan hadir di Kabupaten Brebes untuk mencatat satu rekor spektakuler yaitu penyajian Tumpeng Sego Adep-adep serentak di lokasi terbanyak yakni ada 892 titik sekolah yang tersebar di 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes.</p>
<p>“Kegiatan ini tentu luar biasa karena mengangkat kearifan lokal Tumpeng Sego Adep-adep yang merupakan makanan khas dari Kabupaten Brebes dan kegiatan ini resmi kami catat di MURI dengan kategori rekor dunia tercatat sebagai rekor yang ke 11.612,” ucap Sri Widayati.</p>
<p>Dan kami anugerahkan piagam tersebut kepada Pj Bupati Brebes, Sekda Brebes, dan juga pada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes Caridah MPd dalam laporannya menyampaikan di hari Pendidikan Nasional, Menristekdikti menginstruksikan agar instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia agar dapat menyelenggarakan ragam aktivitas kegiatan guna memeriahkan hari Pendidikan Nasional tahun 2024.</p>
<p>Untuk itu, Dindikpora Kabupaten Brebes dalam rangka Hari Pendidikan Nasional ini mengagendakan beberapa acara seperti upacara bendera, tasyakuran Hardiknas yang ditandai dengan pemecahan rekor MURI berupa sajian Tumpeng Adep-adep di lokasi terbanyak. Yang mana dasar pemikirannya bahwa Adep-adep adalah merupakan kearifan lokal kabupaten Brebes, dan ini menjadi salah satu muatan yang ada di kurikulum lokal kabupaten Brebes.</p>
<p>“Kami bermaksud untuk menguri-uri budaya lokal Kabupaten Brebes agar tetap lestari dengan tujuan menjaga kerukunan, kebersamaan anak-anak dan stakeholder, serta masyarakat Kabupaten Brebes,” tuturnya.</p>
<p>Filosofi dari Adep-adep, lanjutnya, adalah adep-adep terdiri dari komposisi beragam yang menunjukkan bahwa karakter anak didik itu beragam, dan memiliki bakat minat kreativitas yang beragam yang dianalogikan seperti, telor, uraban, tembe dan lain sebagainya.</p>
<p>Lanjut Caridah, apa yang ingin kita bangun dalam nasi adeb-adeb yakni merdeka belajar menjadi terinspirasi menjadi capaian seperti kerucutnya adeb-adeb nanti. Di Hari Pendidikan Nasional ini Dinas Pendidikan punya PR besar bahwa angka rata lama sekolah masih di posisi 6,4 di tahun 2023 meskipun dicapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sudah naik berada di level 33 yang dulunya berada di level 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/03/tumpeng-hardiknas-brebes-pecahkan-rekor-muri">Tumpeng Hardiknas Brebes Pecahkan Rekor MURI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berjalan Menuju Arah yang Benar, Tapi Tugas Kita Belum Selesai</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/02/berjalan-menuju-arah-yang-benar-tapi-tugas-kita-belum-selesai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2024 09:07:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=411960</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOGIRI (SUARABARU.ID) &#8211; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi (Mendikbus Ristek) Republik Indonesia (RI), Nadiem Makarim, menyatakan, kita sudah berjalan menuju arah yang benar, tetapi tugas kita belum selesai. Demikian amanat tertulis Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, yang dibacakan Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Kamis (2/5), pada upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2024. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/02/berjalan-menuju-arah-yang-benar-tapi-tugas-kita-belum-selesai">Berjalan Menuju Arah yang Benar, Tapi Tugas Kita Belum Selesai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>WONOGIRI (SUARABARU.ID) &#8211; </b>Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi (Mendikbus Ristek) Republik Indonesia (RI), Nadiem Makarim, menyatakan, kita sudah berjalan menuju arah yang benar, tetapi tugas kita belum selesai.</p>
<p>Demikian amanat tertulis Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, yang dibacakan Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Kamis (2/5), pada upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2024. Upacara digelar di Halaman Rumah Dinas Bupati Wonogiri.</p>
<p>Menurut Mendikbud Ristek, lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas, memimpin gerakan merdeka belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh. &#8221;Kita sudah berjalan menuju arah yang benar, tetapi tugas kita belum selesai,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Menteri berharap, semua yang telah kita jalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan. &#8221;Semua yang sudah kita upayakan, harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang kita cita-citakan.&#8221; tandasnya.</p>
<p>Secara nasional. peringatan Hardiknas Tahun 2024, mengusung tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Belajar.” Tema ini, dipilih untuk mencerminkan semangat dalam melakukan transformasi pendidikan, guna menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkarakter Pancasila.</p>
<p>Diakhir amanatnya, Bupati menyampaikan ucapan “Selamat memperingati hari Pendidikan Nasional, bersama-sama kita bergerak dalam melanjutkan belajar.”</p>
<p>Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, turut hadir mengikuti upacara peringatan Hardiknas Tahun 2024 yang digelar di halaman Rumah Dinas Bupati Wonogiri.</p>
<p>Juga hadir jajaran Forkompimda bersama para pimpinan dinas dan isnstasi di jajaran Pemkab Wonogiri, para Kepala Sekolah (Kasek), Ketua dan Pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri serta Pengurus Badan Pendidikan Swasta.</p>
<p>Upacara peringatan Hardiknas tingkat kabupaten, diikuti oleh peleton pelajar, Osis dan Pramuka dari berbagai jenjang sekolah beserta para guru. Secara serentak, gelar upacara peringatan Hardiknas Tahun 2024 juga diadakan di masing-masing sekolah.<br />
<b>Bambang Pur </b></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/02/berjalan-menuju-arah-yang-benar-tapi-tugas-kita-belum-selesai">Berjalan Menuju Arah yang Benar, Tapi Tugas Kita Belum Selesai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hardiknas Di Pemalang, Sekda Jateng: SDM sebagai Pemegang Utama Kemajuan Bangsa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/02/peringatan-hardiknas-di-pemalang-sekda-jateng-sdm-sebagai-pemegang-utama-kemajuan-bangsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2024 08:36:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[pemalang]]></category>
		<category><![CDATA[sekda]]></category>
		<category><![CDATA[Sumarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=411956</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEMALANG (SUARABARU.ID) – Pentingnya pendidikan sebagai peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) disinggung dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024 di Jawa Tengah dipusatkan di Kabupaten Pemalang, Kamis 2 Mei 2024. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, pendidikan mempunyai peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sehingga mampu mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/02/peringatan-hardiknas-di-pemalang-sekda-jateng-sdm-sebagai-pemegang-utama-kemajuan-bangsa">Peringatan Hardiknas Di Pemalang, Sekda Jateng: SDM sebagai Pemegang Utama Kemajuan Bangsa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEMALANG (SUARABARU.ID) –</strong> Pentingnya pendidikan sebagai peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) disinggung dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024 di Jawa Tengah dipusatkan di Kabupaten Pemalang, Kamis 2 Mei 2024.</p>
<p>Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, pendidikan mempunyai peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sehingga mampu mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&#8220;Peradaban suatu bangsa tidak lepas dari kualitas pendidikan. Sehingga peringatan Hardiknas 2024 diharapkan menjadi momentum meningkatan kualitas pendidikan di Jateng,&#8221; kata Sumarno di sela upacara peringatan Hardiknas 2024 di Alun-alun Pemalang pada Kamis, 2 Mei 2024.</p>
<p>Menurut dia, sebanyak apapun sumber daya alam yang dimiliki, bilamana SDM tidak mampu mengelola dengan baik, maka apa yang dicita-citakan bangsa tidak akan tercapai.</p>
<p>Oleh karena itu, kata dia, betapa pentingnya SDM sebagaipemegang utama untuk kemajuan bangsa.</p>
<p>Sumarno mengatakan, anak-anak yang saat ini masih berada dibangku sekolah baik tingkat SD hingga SMA akan memegang peranan penting di masa depan.</p>
<p>Mereka merupakan calon pemimpin-pemimpin yang akan membawa nahkoda kapal kemajuan bangsa.</p>
<p>&#8220;Sehingga kami berharap, ini menjadi momentum, bahwa kita punya tugas bagaimana meningkatkan SDM untuk kemajuan Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Sumarno melanjutkam, berbagai program digulirkan Pemprov Jateng untuk meningkatkan pendidikan di wilayahnya, salah satunya adalah mengembangkan sekolah vokasi atau kejuruan.</p>
<p>Diharapkan, lulusan SMK dapat berwirausaha sesuai dengan kompetensinya masing-masing.</p>
<p>Terlebih, para lulusan SMK dapat membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.</p>
<p>&#8220;Banyak SMK yang kita support untuk membangun entrepreneur, sehingga setelah lulus mereka bisa membuka usaha,&#8221; kata Sumarno.</p>
<p>Seusai kegiatan upacara, Sumarno langsung bertolak ke halaman Gedung DPRD Pemalang untuk melaunching Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK ke-32 dan pameran produk Provinsi Jateng.</p>
<p>Ada sebanyak 35 stan, dengan seratusan sekolah kejuruan memamerkan produknya, seperti fesyen, olahan pertanian, hingga kerajinan.</p>
<p>LKS ini diikuti sebanyak 1.032 siswa SMK. Kegiatan yang berlangsung pada 2-4 Mei 2024 itu, melombakan 47 bidang. Antara lain menampilkan produk pembelajaran praktik dan inovasi dari 140 SMK kategori SMK Usaha Mandiri (Usman), serta hasil produk SMK penyelenggara Pembelajaran berbasis teaching factory (Tefa).</p>
<p>Beragam kegiatan dihelat untuk memeriahkan acara tersebut, mulai dari upacara, pameran karya, hingga lomba kompetensi siswa (LKS) yang diikuti oleh ribuan siswa.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/02/peringatan-hardiknas-di-pemalang-sekda-jateng-sdm-sebagai-pemegang-utama-kemajuan-bangsa">Peringatan Hardiknas Di Pemalang, Sekda Jateng: SDM sebagai Pemegang Utama Kemajuan Bangsa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gratiskan SPP dan Bangun Sekolah di Daerah Terpencil, Cara Ganjar Berinvestasi Atasi Kemiskinan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/07/29/gratiskan-spp-dan-bangun-sekolah-di-daerah-terpencil-cara-ganjar-berinvestasi-atasi-kemiskinan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2023 09:12:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ganjar pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Kenalkan sosok Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Negeri 1 Lumbir]]></category>
		<category><![CDATA[SMKN 1 Pagentan]]></category>
		<category><![CDATA[Uswatun Hasanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=355735</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEUNTAI kalimat menggetarkan disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2023 lalu, di halaman kantor gubernuran. Ganjar menyebut, pendidikan itu amat penting bagi sebuah bangsa. Pendidikan akan menjadi panglima, sehingga membawa Indonesia menjadi negara adidaya, terutama dengan mengembangkan riset dan teknologi. Maka dia pun menguatkan sektor pendidikan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/29/gratiskan-spp-dan-bangun-sekolah-di-daerah-terpencil-cara-ganjar-berinvestasi-atasi-kemiskinan">Gratiskan SPP dan Bangun Sekolah di Daerah Terpencil, Cara Ganjar Berinvestasi Atasi Kemiskinan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEUNTAI</strong> kalimat menggetarkan disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2023 lalu, di halaman kantor gubernuran.</p>
<p>Ganjar menyebut, pendidikan itu amat penting bagi sebuah bangsa. Pendidikan akan menjadi panglima, sehingga membawa Indonesia menjadi negara adidaya, terutama dengan mengembangkan riset dan teknologi.</p>
<p>Maka dia pun menguatkan sektor pendidikan, sebagai arah kebijakan untuk menyiapkan SDM unggul. Siswa bukan saja prima dalam penguasaan iptek, namun juga berintegritas. Ganjar menjadikan sekolah sebagai laboratorium pembentukan karakter siswa, bahkan sebagai ladang investasi untuk menggerus kemiskinan di Jateng.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/29/para-bakul-pasar-minulyo-pacitan-menggelar-ritual-sedekah-pasar">Para Bakul Pasar Minulyo Pacitan Menggelar Ritual Sedekah Pasar</a></strong></p>
<p>Sekolah SMA/SMK adalah tempat yang punya potensi bagi tamatannya, untuk menaikkan derajat diri, dan mengangkat martabat keluarga.</p>
<p>Tak salah jika Ganjar masif melahirkan program revolusioner di bidang pendidikan. Misalnya, kebijakan sekolah gratis, sekolah virtual, sekolah tanpa sekat, munculnya belasan SMK Negeri Jateng dengan konsep boarding dan semiboarding, hingga pembangunan SMA Negeri dan SMK Negeri di kawasan remote area atau terpencil.</p>
<p>Dalam konteks pengentasan kemiskinan, Gubernur menyakini, memberikan pendidikan kepada anak-anak secara gratis, merupakan investasi yang efektif untuk mengatasi masalah itu.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/29/bupati-kendal-kukuhkan-325-atlet-dari-43-cabor-ke-porprov-jateng">Bupati Kendal Kukuhkan 325 Atlet dari 43 Cabor ke Porprov Jateng</a></strong></p>
<figure id="attachment_355737" aria-describedby="caption-attachment-355737" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-355737" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.33.jpeg" alt="" width="681" height="476" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.33.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.33-400x280.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.33-150x105.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-355737" class="wp-caption-text">Ganjar Pranowo berbicara di depan siswa SMKN Lumbir Banyumas. Foto: hms</figcaption></figure>
<p>&#8221;Kami harap masyarakat punya akses pendidikan, sehingga ketika siswa lulus akan membantu keluarganya menuntaskan kemiskinannya. Ada 17 kecamatan yang belum memiliki SMA/SMK Negeri, dan kami coba terus garap,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Pembangunan SMA/SMKN di 17 Kecamatan yang masuk zona blank spot (tanpa sinyal karena belum ada menara telekomunikasi), telah digebernya, mulai dari Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karangayar, dan telah diresmikan pada 15 Juni 2022. Daerah ini dipilih, karena belum ada SMA Negeri, padahal potensi lulusannya sangat tinggi, sekitar 1.867 siswa.</p>
<p>Kecamatan lain yang tengah digarap meliputi, Pagentan, Gebog, Kemalang, Pancur, Karangtengah, Batuwarno, Poncowarno dan Tlogomulyo. Kemudian Kecamatan Bejen, Gladagsari, Kalikotes, Tamansari, Ngaringan, Madukara, Kebonarum, dan Wonosamudra.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/29/bank-jateng-serahkan-bantuan-mobil-operasional-layanan-kesehatan-ke-rsud-sukoharjo">Bank Jateng Serahkan Bantuan Mobil Operasional Layanan Kesehatan ke RSUD Sukoharjo</a></strong></p>
<p>Menurut pria berambut putih itu, pemerataan pendidikan tingkat atas sangat krusial, karena mampu membuka cakrawala seseorang secara lebih luas, dan ruang-ruang rezeki serta pengembangan diri akan terbuka lebar.</p>
<p>Sadar masih ada belasan wilayahnya yang belum memiliki SMA/SMK Negeri, Ganjar melintasi waktu begitu cepat. Dia resmikan sekolah kejuruan terbaru, yaitu SMK Negeri 1 Lumbir, di Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (26/7/2023) lalu.</p>
<p>SMK ini punya dua jurusan, yaitu Teknik Jaringan Komputer Telekomunikasi dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Sekolah itu bersifat gratis, dari Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/29/pomdam-iv-tindak-oknum-tni-yang-diduga-terlibat-pengeroyokan-yang-tewaskan-korban-di-boja">Pomdam IV Tindak Oknum TNI yang Diduga Terlibat Pengeroyokan yang Tewaskan Korban di Boja</a></strong></p>
<figure id="attachment_355738" aria-describedby="caption-attachment-355738" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-355738" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.49.jpeg" alt="" width="681" height="436" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.49.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.49-400x256.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.49-150x96.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-355738" class="wp-caption-text">Ganjar Pranowo ketika meresmikan SMKN Pagentan Banjarnegara. Foto: hms</figcaption></figure>
<p>Sehari sebelumnya, Gubernur Jateng yang menjabat dua periode itu, meresmikan SMKN 1 Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (25/7/2023). Sekolah itu memiliki dua jurusan, yakni Energi Baru Berbarukan dan Kelistrikan.</p>
<p>&#8221;Saya senang sekali, ini ada jurusan Energi Baru Terbarukan. Mudah-mudahan ini akan bisa menjemput masa depan, ketika kita ingin mendorong teknologi baterai,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Uswatun Hasanah menjelaskan, sekolah gratis merupakan implementasi Program Sekolah Tanpa Sekat yang telah dicanangkan gubernur.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/29/pameran-umkm-ke-kalsel-cara-atikoh-lebarkan-sayap-pemasaran">Pameran UMKM ke Kalsel, Cara Atikoh Lebarkan Sayap Pemasaran</a></strong></p>
<p>Maka, Satuan Pendidikan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jateng memberlakukan kebijakan Sekolah Tanpa Pungutan.</p>
<p>&#8221;Makna sekolah tanpa pungutan ini adalah, seluruh Satuan Pendidikan SMA, SMK, dan SLB Negeri, dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada siswa/orang tua/wali siswa,&#8221; jelas Uswatun.</p>
<p>Ditegaskannya, larangan itu bukan hanya untuk biaya SPP, dan semua jenis pungutan lain. Antara lain SPP, infaq yang tidak sesuai dengan kaidah, biaya wisuda, biaya wisata/piknik, dan biaya-biaya lain untuk operasional penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan, tidak boleh dibebankan kepada siswa/orang tua/wali siswa.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/29/37-bangunan-tak-berizin-di-curug-pangkah-dibongkar">37 Bangunan Tak Berizin di Curug Pangkah Dibongkar</a></strong></p>
<p>&#8221;Termasuk dalam kebijakan ini adalah, larangan pengadaan/penjualan dan/atau mengkoordinasikan, dan/atau melakukan penunjukkan toko untuk seragam siswa,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Apakah sekolah gratis bisa berdampak pada optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler sekolah? Menurutnya, penggratisan biaya pendidikan tidak hanya diberlakukan untuk sekolah di daerah terpencil, namun seluruh sekolah negeri yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi.</p>
<p>Biaya penyelenggaraan operasional pendidikan yang termasuk biaya untuk kegiatan ekstrakurikuler, telah dicukupi melalui dana BOS dan juga dana pendampingan BOS, dalam skema BOP Pendidikan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/29/siapkan-materi-modul-prodi-ilmu-administrasi-negara-unisri-gelar-fgd-kewirausahaan">Siapkan Materi Modul, Prodi Ilmu Administrasi Negara Unisri Gelar FGD Kewirausahaan</a></strong></p>
<p>Lalu, bagaimana Dinas Dikbud mengawal kebijakan ini? Ditegaskan dia, mengawal kebijakan sekolah gratis ini, Dinas Dikbud melakukan pengawasan melalui berbagai skema, antara lain dengan optimalisasi peran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah.</p>
<p>Skema pengawasan lain, dengan membuka kanal-kanal pelaporan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, melalui media sosial Dinas Dikbud.</p>
<p>&#8221;Kami juga memberikan informasi melalui media luar ruang, di masing-masing satuan pendidikan, yang berisi informasi penyelenggaraan pendidikan gratis yang dilengkapi nomor/alamat pelaporan, manakala terjadi pelanggaran kebijakan yang dilakukan sekolah,&#8221; beber mantan Kepala SMAN 1 Purwantoro, Wonogiri itu.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/29/pertamina-jajaki-potensi-kerja-sama-riset-pengembangan-dan-implementasi-pengurangan-emisi-karbon-2">Pertamina Jajaki Potensi Kerja Sama Riset, Pengembangan, dan Implementasi Pengurangan Emisi Karbon</a></strong></p>
<figure id="attachment_355739" aria-describedby="caption-attachment-355739" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-355739" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.48.jpeg" alt="" width="681" height="475" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.48.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.48-400x279.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/WhatsApp-Image-2023-07-29-at-15.27.48-150x105.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-355739" class="wp-caption-text">Ganjar Pranowo berdialog dengan dua siswa di SMKN Pagentan Banjarnegara. Foto: hms</figcaption></figure>
<p>Dijelaskannya, guna menjangkau semakin banyak masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan, khususnya di wilayah blank spot, maka dilakukan terobosan layanan berupa pembukaan kelas jauh/kelas virtual. Dan secara bertahap, dilakukan pendirian sekolah baru, dengan skala prioritas.</p>
<p>Untuk mempercepat mengatasi permasalahan belum berdirinya SMA Negeri maupun SMK Negeri di wilayah blank spot itu, maka diperlukan dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota, khususnya dalam penyediaan lahan, dan hal ini dapat dilakukan melalui skema hibah.</p>
<p>Model sinergi ini, sebagaimana telah dilaksanakan dengan Pemkab Banjarnegara untuk pendirian SMK Negeri Pagentan, Pemkab Banyumas untuk Pendirian SMK Negeri Lumbir, dan Pemerintah Kota Surakarta untuk pendirian SMA Negeri 9 Surakarta.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/29/evaluasi-gubernur-jateng-telah-turun-bagaimana-nasib-tambak-udang-karimunjawa">Evaluasi Gubernur Jateng Telah Turun, Bagaimana Nasib Tambak Udang Karimunjawa?</a></strong></p>
<p>&#8221;Saat ini sedang dipersiapkan Pendirian Unit Sekolah Baru, melalui skema sinergi dengan Pemerintah Kota Tegal, Wonosobo, dan Klaten,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen pun, memberikan apresiasi atas segala upaya Pemprov Jateng, dalam memajukan pendidikan. Karena ini urusan wajib, terkait pelayanan dasar.</p>
<p>Yang perlu ditekankan, lanjut dia, konsistensi dalam politik anggaran. Jika SMAN/SMKN/SLBN di Jateng gratis, maka seluruh operasional biaya investasi harus dipenuhi negara. Jangan sampai gratis, tetapi biaya operasionalnya kurang.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/29/jelang-haul-kanjeng-adipati-tjitrosomo-edy-supriyanta-ziarah-ke-makam-leluhurnya">Jelang Haul Kanjeng Adipati Tjitrosomo, Edy Supriyanta Ziarah ke Makam Leluhurnya</a></strong></p>
<p>Pengamat pendidikan itu juga menambahkan, kalau APBN ataupun APBD betul-betul mengintervensi pendidikan dan lebih dioptimalkan, dirinya yakin, tidak ada lagi orang tua yang tak mampu menyekolahkan anak-anaknya.</p>
<p>&#8221;Saya juga menyarankan, agar dana BOS dinaikkan. Karena dari dulu hingga sekarang nggak berubah. Selain itu, karena punya tujuan yang sama, yaitu mencerdaskan anak-anak bangsa,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Terkait pembangunan SMAN/SMKN di kawasan blank spot, Zen juga mendukung. Meskipun demikian, perlu dikaji lagi, apakah di sana juga sudah berdiri sekolah SMA/SMK swasta. Jika ada, sebaiknya juga ikut diberdayakan, agar tidak bubar hanya karena ada sekolah berstatus negeri.</p>
<p><em><strong>Tim SB</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/29/gratiskan-spp-dan-bangun-sekolah-di-daerah-terpencil-cara-ganjar-berinvestasi-atasi-kemiskinan">Gratiskan SPP dan Bangun Sekolah di Daerah Terpencil, Cara Ganjar Berinvestasi Atasi Kemiskinan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semarak Hardiknas, Brebes Deklarasi Merdeka Belajar Kelas Hybrid hingga Expo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/05/03/semarak-hardiknas-brebes-deklarasi-merdeka-belajar-kelas-hybrid-hingga-expo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 May 2023 02:01:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[expo]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=334170</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211; Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Brebes selain upacara bendera, juga deklarasi dukung Program Merdeka Belajar, Launching Kelas Hybrid. Expo Pendidikan juga turut meramaikan Hardiknas Tahun 2023 yang mengusung tema Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar. &#8220;Merdeka belajar adalah pilihan yang baik, untuk menggali potensi anak-anak sekolah di Kabupaten Brebes, baik itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/03/semarak-hardiknas-brebes-deklarasi-merdeka-belajar-kelas-hybrid-hingga-expo">Semarak Hardiknas, Brebes Deklarasi Merdeka Belajar Kelas Hybrid hingga Expo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Brebes selain upacara bendera, juga deklarasi dukung Program Merdeka Belajar, Launching Kelas Hybrid. Expo Pendidikan juga turut meramaikan Hardiknas Tahun 2023 yang mengusung tema Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar.</p>
<p>&#8220;Merdeka belajar adalah pilihan yang baik, untuk menggali potensi anak-anak sekolah di Kabupaten Brebes, baik itu dari sekolahan terendah hingga perguruan tingginya,&#8221; ucap Pj Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH usai Upacara Hardiknas di Alun-alun Brebes, Selasa (2/5/2023).</p>
<p>Kata Urip, negara ini mempunyai SDM yang begitu luas serta memiliki cara berpikir yang berlandaskan Pancasila. Pemkab Brebes berkomitmen mendukung program Merdeka Belajar, dan dia mengajak peserta didik untuk berkreasi sebanyak-banyaknya.</p>
<p>“Galilah potensi dari sana, kemudian dikembangkan dengan maksimal. Sehingga menghasilkan sebuah ide dan inovasi yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis,” ungkapnya.</p>
<p>Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT menyampaikan, hari ini ada kegiatan yang sangat spesial berupa Launching Kelas Hybrid untuk SMP dan kita laksanakan untuk project-nya adalah di SMP Negeri 3 Paguyangan, SMP Negeri 5 Brebes dan SMP Negeri 2 Ketanggungan.</p>
<p>&#8220;Perlu diingat bahwa terkait IPM, kita masih bertengger di posisi paling bawah di Jawa Tengah, ini terutama di bidang pendidikan sehingga kita harus bangkit,&#8221; katanya.</p>
<p>Djoko Gunawan menuturkan, dulu Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang begitu menggema 2019 kita masuk top 45 tingkat nasional. Kali ini ada Kelas Hybrid yang perlu digaungkan bersama, kelas ini diperuntukan bagi anak dari keluarga tidak mampu.</p>
<p>&#8220;Kelas Hybrid ini merupakan paduan antara kelas tatap muka langsung dengan sistem online, Kita harapkan anak-anak tidak sekolah dan putus sekolah bisa mengikuti kelas ini, mulai kelas 7 sampai 9, ini kewajiban kita bersama,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Djoko mengajak para kepala sekolah maupun lingkungan sekitar untuk menggiring anak-anak putus sekolah agar kembali bersekolah. Apa nggak malu dengan IPM terendah? Malu nggak dengan pendidikan terendah?</p>
<p>&#8220;Kata kuncinya adalah kita keroyok bareng-bareng, saya titip kepada seluruh para kepala sekolah. Penjenengan adalah garda terdepan kita untuk menggerakkan yang tahu secara persis anak-anak mana yang putus sekolah,&#8221; serunya.</p>
<p>Terkait IPM, kata Djoko, masalahnya setelah dikoreksi, ternyata begitu anak lulus sekolah itu tidak langsung diupdate data kependudukannya. Sehingga saat ini langsung menggandeng rekan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) melalui inovasi Kabar Ibu yakni KK baru sesuai ijazah baru.</p>
<p>&#8220;Jadi begitu panjenengan meluluskan anak kita dari SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi, ayo segera kirim data tersebut by WA juga bisa, ke Dindukcapil langsung akan diupdate data untuk perbaikan data pendidikan yang ada pada kita,&#8221; terangnya.</p>
<p>Lanjut Djoko, data Anak Tidak Sekolah (ATS) yang sudah terdaftar di Dapodik ada 1.506 anak. Jangan lagi mereka lepas begitu saja, mereka harus bisa melanjutkan pendidikan berikutnya, kawal bareng-bareng.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes Caridah mengatakan, adanya Kurikulum Merdeka Belajar ini dirasa sangat positif. Dengan kurikulum ini, dia berharap akan mampu meningkatkan kualitas dunia pendidikan di Kabupaten Brebes.</p>
<p>“Tadi juga kami melaunching Kelas Hybrid, dan tahun ini kami juga membuka Expo Pendidikan yang mampu menggali potensi pendidikan di Brebes,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Caridah, peran masyarakat di dunia pendidikan sebenarnya sangat berkontribusi positif. “Momen Hardiknas ini, kami memberikan penghargaan dan prestasi kepada siswa maupun insan-insan pendidik, baik melalui kajian dari masyarakat ataupun forum taman bacaan dan lainnya,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/03/semarak-hardiknas-brebes-deklarasi-merdeka-belajar-kelas-hybrid-hingga-expo">Semarak Hardiknas, Brebes Deklarasi Merdeka Belajar Kelas Hybrid hingga Expo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>