<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bisnis Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/bisnis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Dec 2025 05:51:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>bisnis Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Investasi Bajaj jadi Aset Produktif sekaligus Peluang Bisnis</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/03/investasi-bajaj-jadi-aset-produktif-sekaligus-peluang-bisnis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 08:50:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bajaj]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Maxride]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=517848</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Bisnis kendaraan Bajaj saat ini menjadi investasi menjanjikan karena bisa menjadi aset produktif yang mampu mengurangi pengangguran sekaligus peluang bisnis yang menguntungkan kedepannya. Menurut data resmi Disnaker, pada 2024 Kota Semarang mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,82%. Artinya, masih ada bagian masyarakat usia kerja yang belum memiliki pekerjaan tetap sebuah tantangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/03/investasi-bajaj-jadi-aset-produktif-sekaligus-peluang-bisnis">Investasi Bajaj jadi Aset Produktif sekaligus Peluang Bisnis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong> &#8211; Bisnis kendaraan Bajaj saat ini menjadi investasi menjanjikan karena bisa menjadi aset produktif yang mampu mengurangi pengangguran sekaligus peluang bisnis yang menguntungkan kedepannya.</p>
<p>Menurut data resmi Disnaker, pada 2024 Kota Semarang mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,82%. Artinya, masih ada bagian masyarakat usia kerja yang belum memiliki pekerjaan tetap sebuah tantangan ketenagakerjaan yang membutuhkan solusi kreatif.</p>
<p>&#8220;Saat ini, model bisnis dan investasi kendaraan roda tiga Bajaj melalui jaringan aplikasi Maxride menawarkan peluang konkret yang bukan hanya sebagai moda transportasi, tapi sebagai aset produktif yang dapat menyerap tenaga kerja dan memberikan arus pendapatan rutin,&#8221; kata Ali salah satu juragan Bajaj di Kota Semarang.</p>
<p>Dengan membeli unit Bajaj, investor mendapatkan aset fisik bukan sekadar janji yang siap beroperasi sebagai kendaraan penumpang atau sewaan. Unit Bajaj tidak dalam kategori spekulatif yang keberadaannya nyata, bisa dilihat, disentuh, dan digunakan setiap hari.</p>
<p>Ali menjadi contoh nyata bagaimana investasi Bajaj tidak hanya menghadirkan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang besar. Saat ditanya alasan memilih menjadi Juragan Bajaj, ia menjelaskan dari investasi tersebut bisa membuka lapangan kerja baru.</p>
<p>“Karena ini ekonomi sosial ya. Dari Bajaj saya, teman-teman saya yang sudah tua bisa bekerja lagi. Jadi menambah lapangan pekerjaan. Bajaj ini juga kendaraan yang cocok untuk keluarga aman dari panas dan hujan, baik untuk penumpang maupun driver karena semuanya terlindungi,” katanya.</p>
<p>Melalui kepemilikan unit Bajaj, Ali tidak hanya memperoleh pendapatan dari aset produktifnya, tetapi juga membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat sekitar, khususnya mereka yang kesulitan bersaing di pasar kerja formal. Model investasi ini semakin relevan di Semarang karena mampu mendukung mobilitas inklusif dan memperkuat perekonomian lokal.</p>
<p>Karena banyak unit beroperasi membutuhkan driver artinya, investasi ini membantu menyerap tenaga kerja. Dengan TPT Semarang di angka 5,82%, investasi ini berpotensi membantu menurunkan angka pengangguran lokal sekaligus memberi peluang usaha bagi banyak orang.</p>
<p>Di tengah suku bunga deposito bank yang saat ini relatif rendah, banyak investor mencari instrumen alternatif dengan yield (imbal hasil) lebih tinggi. Meskipun kondisi pasar berubah, investasi berupa aset produktif seperti Bajaj memberikan potensi return (melalui setoran/pendapatan operasional) yang jauh melebihi bunga deposito tradisional menjadikannya pilihan investasi jangka menengah/panjang yang menarik.</p>
<p>&#8220;Unit Bajaj bukan hanya bisa digunakan jika diperlukan, aset ini bisa dijual kembali. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi investor modal bisa ditebus balik, aset bisa likuid, berbeda dari instrumen yang terlalu abstrak atau spekulatif,&#8221; kata Fareza Harum Putri dari Maxride.</p>
<p>Misalnya pembelian unit dengan modal awal 50 juta rupiah. Setelah unit difungsikan (disewakan ke driver), pemilik unit bisa memperoleh pendapatan rutin dari setoran driver sampai 2,5 juta rupiah tiap bulan yang tentunya memberikan arus kas positif. Dari sisi yield, return dari aset produktif seperti ini diperkirakan jauh melampaui bunga deposito rata-rata saat ini.</p>
<p>Menurut Fahreza investasi Bajaj bukan hanya memberi masyarakat kesempatan memiliki aset, tetapi sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi para driver sehingga membantu menekan pengangguran lokal.</p>
<p>&#8220;Bagi investor, Bajaj menjadi aset produktif yang mampu menghasilkan pendapatan aktif maupun pasif secara berkelanjutan. Dan bagi pemerintah daerah, model investasi seperti ini berperan memperkuat ekonomi lokal sekaligus menghadirkan solusi transportasi yang inklusif,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><a href="http://HeryPriyono.com"><strong>Hery Priyono</strong></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/03/investasi-bajaj-jadi-aset-produktif-sekaligus-peluang-bisnis">Investasi Bajaj jadi Aset Produktif sekaligus Peluang Bisnis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT Shan Hai Map Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Semarang LCC</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/25/pt-shan-hai-map-jajaki-kerja-sama-dengan-universitas-semarang-lcc</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 06:06:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resource Manager]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Laboratorium Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[PT Shan Hai Map]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=509566</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Perusahaan Cina, Shan Hai Map (SHM), menjajaki kerja sama dengan Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM Language and Culture Center-USM LCC). Human Resource Manager, Sheila Dwi Perina, dan Supervisor HR Internal, Mahda Pramesti, mengunjungi kantor USM LCC, Senin (24/11/2025), untuk membahas ruang lingkup yang akan dikerjasamakan. Mereka diterima Direktur USM LCC, Adi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/25/pt-shan-hai-map-jajaki-kerja-sama-dengan-universitas-semarang-lcc">PT Shan Hai Map Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Semarang LCC</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Perusahaan Cina, Shan Hai Map (SHM), menjajaki kerja sama dengan Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM Language and Culture Center-USM LCC).</p>
<p>Human Resource Manager, Sheila Dwi Perina, dan Supervisor HR Internal, Mahda Pramesti, mengunjungi kantor USM LCC, Senin (24/11/2025), untuk membahas ruang lingkup yang akan dikerjasamakan.</p>
<p>Mereka diterima Direktur USM LCC, Adi Ekopriyono, Sekretaris Devy Angga Gunantar, dan Bendahara Hermin Anggraini. Perusahaan yang berpusat di Beijing itu, bergerak di bidang konsultasi manajemen dan bisnis, memiliki cabang di Thailand, Vietnam, Malaysia, Mesir, Singapura, dan Indonesia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/25/usm-raih-1-emas-dan-8-perunggu-di-ajang-porsimaptar-2025">USM Raih 1 Emas dan 8 Perunggu di Ajang Porsimaptar 2025</a></strong></p>
<p>Pihak SHM membantu perusahaan Cina yang akan berbisnis di Indonesia, seperti pendaftaran perusahaan, perizinan, layanan keuangan dan pajak, serta riset pasar.</p>
<p>Menurut Sheila dan Mahda, bentuk kerja sama yang bisa dijalin antara lain, program magang mahasiswa, rekruitmen lulusan, dan partisipasi dalam career fair.</p>
<p>Manfaat kerja sama bagi universitas, menyediakan peluang kerja dan magang bagi mahasiswa atau lulusan, meningkatkan keterkaitan antara kurikulum akademik dan kebutuhan industri, serta memperluas jaringan kemitraan dengan dunia usaha.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/24/runningirls-usm-gelar-fun-run-di-lapangan-kodam-iv-diponegoro">Runningirls USM Gelar Fun Run di Lapangan Kodam IV/Diponegoro</a></strong></p>
<p>&#8221;Bagi perusahaan, mendapatkan akses talenta muda potensial dari universitas, mendukung kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan, serta meningkatkan citra perusahaan sebagai mitra strategis pendidikan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Adi Ekopriyono menyatakan, kedua pihak sepakat, pertemuan itu akan dilanjutkan dengan penyusunan draf perjanjian kesepakatan (memorandum of agreement-MoA).</p>
<p>Ruang lingkupnya antara lain, program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), dan keterlibatan SHM dalam job fair yang diadakan USM.</p>
<p>&#8221;Kalau selama ini SHM menyelenggarakan BIPA di Jakarta atau Surabaya, sekarang dapat mengadakan di Semarang, tentu bersama USM LCC. Kami siap membantu para pengusaha atau pekerja asing, dalam belajar atau meningkatkan penguasaan Bahasa Indonesia,&#8221; imbuh Adi Eko.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/25/pt-shan-hai-map-jajaki-kerja-sama-dengan-universitas-semarang-lcc">PT Shan Hai Map Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Semarang LCC</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SCU Terima Program Beasiswa Nexa Senilai Rp 100 Juta</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/14/scu-terima-program-beasiswa-nexa-senilai-rp-100-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 00:32:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate Social Responsibility]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Nexa]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Soegijapranata Catholic University]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Rektor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=490162</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Wakil Rektor Bidang Inovasi, Riset, dan Publikasi Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Robertus Setiawan Aji Nugroho PhD mengatakan, pihak kampus menerima beasiswa dari Program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan penyedia layanan internet dan solusi digital untuk bisnis, Nexa. Beasiswa senilai Rp 100 juta itu diterimanya secara simbolis, bersama Wakil Rektor Bidang Pengembangan Sumber [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/14/scu-terima-program-beasiswa-nexa-senilai-rp-100-juta">SCU Terima Program Beasiswa Nexa Senilai Rp 100 Juta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Wakil Rektor Bidang Inovasi, Riset, dan Publikasi Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Robertus Setiawan Aji Nugroho PhD mengatakan, pihak kampus menerima beasiswa dari Program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan penyedia layanan internet dan solusi digital untuk bisnis, Nexa.</p>
<p>Beasiswa senilai Rp 100 juta itu diterimanya secara simbolis, bersama Wakil Rektor Bidang Pengembangan Sumber Daya SCU, Dr Agnes Advencia C. Sedangkan dari pihak Nexa diwakili Chief Operating Officer (COO), Adhi Darminto. Kegiatan itu dilakukan di Lib Cafe, Gedung Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan, Selasa (12/8/2025).</p>
<p>Menurut Robertus, beasiswa itu akan menyasar setidaknya 20 mahasiswa aktif. Mahasiswa dengan kendala finansial, juga akan menjadi prioritas, di samping mereka yang memiliki prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/08/14/polres-wonogiri-menggelar-sertijab-kabag-kasat-dan-kapolsek">Polres Wonogiri Menggelar Sertijab Kabag, Kasat dan Kapolsek</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami integrasikan dengan skema beasiswa yang sudah ada, berdasarkan kendala finansial dan apresiasi terhadap prestasi. Proporsi pemberian beasiswa tetap lebih besar untuk mereka yang memiliki kendala keuangan, tapi yang prestatif juga tidak kecil,&#8221; kata dia dalam keterangan tertulisnya.</p>
<p>Ditambahkan dia, walau tidak sepenuhnya meng-cover seluruh biaya studi, pihaknya tetap membuka kuota untuk seluruh mahasiswa, agar bisa mengajukan beasiswa lain yang dihadirkan kampus.</p>
<p>&#8221;Ada Beasiswa Sandjojo (beasiswa internal kampus). Ada juga beasiswa dari jejaring mitra industri lain, disesuaikan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan perusahaan terkait,&#8221; imbuh Robertus.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/08/14/wali-kota-semarang-tegaskan-pkk-garda-terdepan-peningkatan-kualitas-hidup-masyarakat">Wali Kota Semarang Tegaskan PKK Garda Terdepan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat</a></strong></p>
<p>Selain itu, pihaknya juga membuka kuota penerima beasiswa bagi calon mahasiswa baru. Di antaranya berdasarkan nilai raport, prestasi akademik, serta prestasi non-akademik, termasuk kebudayaan dan olahraga.</p>
<p>Setiap tahun, SCU sendiri menggelontorkan sebanyak kurang lebih Rp 15 miliar untuk meng-cover biaya studi lebih dari 1.000 mahasiswa, melalui program beasiswa yang dihadirkan.</p>
<p>&#8221;Skema-skema itu, bahkan bisa meng-cover paling banyak seluruh biaya yang dikeluarkan, selama mahasiswa menempuh studi,&#8221; terang dia lagi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/08/14/196-siswa-sd-dan-smp-gemolong-keracunan-usai-nikmati-mbg-2">196 Siswa SD dan SMP Gemolong Keracunan Usai Nikmati MBG</a></strong></p>
<p>Robertus pun berharap, kerja sama ini dapat diperluas lagi. Dia menyebut, kampus juga telah banyak menjalin kerja sama dengan berbagai mitra industri. Beberapa implementasinya seperti program magang, kuliah tamu, bahkan riset terapan yang bisa diimplementasikan untuk mendukung tata kelola perusahaan.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Adhi Darminto menyatakan, peluang ini disambut baik oleh Nexa. Pihaknya terbuka jika ada mahasiswa SCU, khususnya yang memiliki keilmuan di bidang teknologi, dapat ikut bergabung meniti karier di perusahaannya.</p>
<p>&#8221;Kami berharap, bisa menaikkan angka beasiswanya di tahun depan. Karena bukan hanya di perguruan tinggi saja, kami juga bekerja sama dan mengadakan CSR di sekolah-sekolah. Ada penyelenggaraan workshop, alih informasi dan teknologi, serta melakukan sertifikasi juga,&#8221; tandas dia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/14/scu-terima-program-beasiswa-nexa-senilai-rp-100-juta">SCU Terima Program Beasiswa Nexa Senilai Rp 100 Juta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Edukasi Seputar Cara Kerja Perusahaan Pembiayaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/22/pentingnya-edukasi-seputar-cara-kerja-perusahaan-pembiayaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 11:37:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Astra Credit Companies]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[media gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Perusahaan Pembiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seluk Beluk]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=475681</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Corporate Secretary &#38; Corporate Counsel Astra Credit Companies (ACC), Bagus Dwiantho, memberikan sedikit tips untuk mencegah jika sewaktu-waktu ada orang yang akan &#8220;meminta&#8221; mobil atau motor yang sedang digunakan. Hal itu dia sampaikan, saat menggelar media gathering di Semarang, Kamis (22/5/2025). Selain memberikan tips, dalam kegiatan itu dia juga menyampaikan seluk beluk bisnis [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/22/pentingnya-edukasi-seputar-cara-kerja-perusahaan-pembiayaan">Pentingnya Edukasi Seputar Cara Kerja Perusahaan Pembiayaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Corporate Secretary &amp; Corporate Counsel Astra Credit Companies (ACC), Bagus Dwiantho, memberikan sedikit tips untuk mencegah jika sewaktu-waktu ada orang yang akan &#8220;meminta&#8221; mobil atau motor yang sedang digunakan.</p>
<p>Hal itu dia sampaikan, saat menggelar media gathering di Semarang, Kamis (22/5/2025). Selain memberikan tips, dalam kegiatan itu dia juga menyampaikan seluk beluk bisnis yang dijalaninya, termasuk memberikan tips cara aman dan nyaman memanfaatkan perusahaan pembiayaan.</p>
<p>Hadir dalam acara ini, Ikhsan Abdillah (Legal Business Head), Thedy Suanda (Regional Retail Operation Business Head Jawa Tengah), Bambang Edi (Regional Retail AR Management Head Jawa Bagian Timur Tengah), Iswanto (Regional Retail Recovery Management Head Jawa Bagian Timur Tengah), dan Luthfi Na’im (Branch Manager ACC Semarang).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/22/koperasi-merah-putih-kudus-rampung-132-desa">Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kudus Tuntas 100 Persen</a></strong></p>
<p>Menurut Bagus, jika ada seseorang yang mengaku petugas dari ACC dan hendak &#8220;menarik&#8221; atau &#8220;meminta&#8221; mobil atau motor yang sedang digunakan, sebaiknya yang utama tetap tenang. Baru kemudian tanyakan identitas petugas itu, termasuk kelengkapan surat-surat tugasnya.</p>
<p>&#8221;Jika semua sudah ditunjukkan namun debitur masih belum yakin, bisa langsung menghubungi Kantor Cabang ACC setempat,&#8221; saran Bagus, saat menjawab pertanyaan dari salah satu awak media yang hadir di acara itu.</p>
<p>Dijelaskan juga, petugas ACC yang di lapangan, sebelumnya sudah dibekali petunjuk untuk melakukan tindakan yang baik, sopan dan menghormati debitur. &#8221;Bila ternyata debitur sudah memenuhi kewajibannya, pasti kami juga akan menghormatinya,&#8221; terang dia lagi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/22/mengirimkan-sebanyak-57-atlet-ke-popda-sd-smp-tingkat-jateng">Mengirimkan Sebanyak 57 Atlet ke Popda SD/SMP Tingkat Jateng</a></strong></p>
<p>Dalam kesempatan itu juga, Bagus menyampaikan apresiasinya pada media massa sebagai mitra strategis, dalam menyampaikan informasi seputar cara kerja perusahaan pembiayaan, hak dan kewajiban customer. Melalui edukasi media yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan lebih cermat dan bijak, dalam mengakses produk-produk pembiayaan.</p>
<p>&#8221;Sesuai dengan misi &#8216;ACC To Promote Credit for A Better Living&#8217;, kami berkomitmen untuk membantu meningkatkan kehidupan masyarakat, lewat pembiayaan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, akan manfaat dan risiko pembiayaan,&#8221; terang Bagus.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/22/pentingnya-edukasi-seputar-cara-kerja-perusahaan-pembiayaan">Pentingnya Edukasi Seputar Cara Kerja Perusahaan Pembiayaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Liana Anjani Berhasil Pertahankan Tesis di MH USM</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/03/liana-anjani-berhasil-pertahankan-tesis-di-mh-usm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 01:01:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Formal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Karier]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[Magister Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Penguji]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Tesis]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=459028</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Liana Anjani, seorang pebisnis asal Kabupaten Pati, berhasil mempertahankan tesisnya, di hadapan penguji dalam Ujian Tesis Magister Hukum Universitas Semarang (USM), di kampus setempat yang ada di Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang, baru-baru ini. Liana berhasil dengan menyakinkan menjawab semua pertanyaan dari penguji, yang terdiri dari Dr Muhammad Junaidi SHI MH, dan Dr Zaenal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/03/liana-anjani-berhasil-pertahankan-tesis-di-mh-usm">Liana Anjani Berhasil Pertahankan Tesis di MH USM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Liana Anjani, seorang pebisnis asal Kabupaten Pati, berhasil mempertahankan tesisnya, di hadapan penguji dalam Ujian Tesis Magister Hukum Universitas Semarang (USM), di kampus setempat yang ada di Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang, baru-baru ini.</p>
<p>Liana berhasil dengan menyakinkan menjawab semua pertanyaan dari penguji, yang terdiri dari Dr Muhammad Junaidi SHI MH, dan Dr Zaenal Arifin SH MKn.</p>
<p>Kaprodi MH USM, Dr Drs Adv H Kukuh Sudarmanto SSos SH MM MH mengatakan, sebagai pebisnis wanita, perlunya pendidikan formal S2 Magister Hukum, untuk menunjang karier, membangun jaringan, dan memperkuat kecerdasan. Dia berharap, ilmu yang didapat itu bisa mendukung bisnisnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/31/44-mahasiswa-mh-usm-lakukan-seminar-hasil-kkl-di-singapura-dan-malaysia">44 Mahasiswa MH USM Lakukan Seminar Hasil KKL di Singapura dan Malaysia</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami berharap, para lulusan Magister Hukum Universitas Semarang, kelak menjadi pemimpin bangsa yang santun, konsisten, berintegritas, dan taat asas. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat melanjutkan pembangunan dan pemerintahan, yang mengutamakan keadilan dan kemakmuran masyarakat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut Dr Kukuh, ujian Tesis periode semester kali ini diikuti 49 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Mereka dari berbagai bidang profesi, seperti TNI, Polri, ASN, Advocat, dosen, akademisi, pengusaha, pegawai BUMD/BUMN, wiraswasta, dan profesional yang lain.</p>
<p>&#8221;Seperti Ari Rachman Fadillah STr K adalah alumni Akpol, yang sekarang menjabat sebagai Kanit III Reskrim Polres Lombok Utara, dan Alfernio Daffa Noya STr K, Alumni Akpol yang menjabat sebagai Kanit Reskrim di Polres Kerinci Sumatera,&#8221; tuturnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/31/kkn-mahasiswa-usm-di-kecamatan-gayamsari-dan-semarang-timur-diapresiasi">KKN Mahasiswa USM di Kecamatan Gayamsari dan Semarang Timur Diapresiasi</a></strong></p>
<p>Ujian Tesis kali ini diuji para doktor dan Asocc Profesor, yang ahli di bidang Ilmu Hukum Tata Negara, Pidana, Bisnis maupun Perdata.</p>
<p>Mereka yang lulus ujian tesis, selanjutnya akan mengikuti wisuda tingkat universitas pada 25 Februari 2025 di Kampus USM, dan akan diwisuda langsung oleh Rektor USM, Dr Ir Supari Priambodo ST MT.</p>
<p>&#8221;Prodi MH USM masih menerima pendaftaran bagi para sarjana S1 dari berbagai disiplin ilmu. Saat ini, Prodi MH USM terakreditasi Baik Sekali. Kami menggunakan metode pembelajaran <em>hybrid system</em>, sehingga ada mahasiswa dari Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Jabotabek, Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan dari Singapura dan Brunei Darussalam, yang kuliah S2 Hukum USM,&#8221; tandas Kukuh.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/03/liana-anjani-berhasil-pertahankan-tesis-di-mh-usm">Liana Anjani Berhasil Pertahankan Tesis di MH USM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 16:59:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampung]]></category>
		<category><![CDATA[bankir]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[Elba]]></category>
		<category><![CDATA[ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[KUB]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Farm]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446882</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Bramana Kusuma (44) putuskan berhenti usai 15 tahun bekerja di bidang keuangan dan perbankan. Dana tabungan dan pensiunan JHT BPJS Ketenagakerjaan jadi modal membangun usaha ternak ayam kampung jenis KUB dan Elba. Tren sadar pola hidup sehat memantik tingginya permintaan telur, dan daging ayam kampung yang lebih organik dan berkelanjutan. Usahanya makin berkembang, bahkan kewalahan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan">Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“Bramana Kusuma (44) putuskan berhenti usai 15 tahun bekerja di bidang keuangan dan perbankan. Dana tabungan dan pensiunan JHT BPJS Ketenagakerjaan jadi modal membangun usaha ternak ayam kampung jenis KUB dan Elba. Tren sadar pola hidup sehat memantik tingginya permintaan telur, dan daging ayam kampung yang lebih organik dan berkelanjutan. Usahanya makin berkembang, bahkan kewalahan menyuplai anakan ayam (DOC) ke peternak di Pulau Jawa dan penjuru nusantara…”</em></p>
<p><strong>MENDUNG</strong> menggelayut di langit Kota Salatiga, Jawa Tengah, Ahad 7 November 2024 pagi menjelang siang. Suhu udara berkisar 25 derajat celcius, menjadi lebih dingin sore hari kala hujan membasahi si kota dingin. Bramana Kusuma (44) duduk di bangku teras rumahnya, menikmati udara yang terasa cukup sejuk, dan segarkan rongga dada dalam sekali tarikan nafas.</p>
<p>Bram, sapaan akrabnya, baru saja selesai beraktivitas di kandang ayam kampung yang dinamai Setya Farm di belakang rumah. Semakin menarik, peternakan ini berada di perkampungan Jalan Nakula Sadewa, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, di kaki Gunung Merbabu itu.</p>
<p>Jenis ayam kampung yang dibudidayakan di Setya Farm yakni Ayam Kampung Petelur Unggul Balitbangtan (KUB) dan Elba. Hampir saban hari, rutinitas Bram menyiapkan dan memberi pakan ayam kampung, mengecek kondisi kesehatan, kebersihan kandang, hingga memeriksa mesin tetas telur, serta anak-anak ayam atau <em>Day Old Chicken</em> (DOC), dan lain-lain.</p>
<p>“Pemberian pakan ayam kampung ini cukup dua kali sehari. Pagi sebelum pukul 07.30 WIB, dan sore sebelum pukul 16.30 WIB,” kata Bram, pria yang terakhir berkarir sebagai Marketing Head di salah satu bank di Kota Salatiga itu.</p>
<p>Di sela-sela waktu itu, Bram sedang menerima kunjungan calon peternak dari Komunitas Latar Kalitan di Salatiga yang tertarik dengan peternakan Ayam KUB dan Elba. Mereka ingin belajar melihat peluang pasar, sekaligus berkonsultasi tentang bagaimana beternak ayam kampung secara organik dan berkelanjutan.</p>
<p>Dia juga kerap menerima kunjungan kerja dari instansi pemerintahan, perguruan tinggi, atau swasta. Selain itu ada pula kunjungan dari kalangan mahasiswa yang ingin belajar, tugas kuliah, riset, ataupun magang .</p>
<p>Teni, Ketua Komunitas Latar Kalitan mengaku ingin berkonsultasi tentang potensi ekonomi beternak ayam kampung KUB dan Elba. Baru sepekan belakangan dia mengetahui ada jenis ayam kampung petelur produktif atau unggul yakni Ayam KUB dan Elba yang diternak.</p>
<p>“Kami diberitahu (keunggulan ayam itu), ada peternakannya ternyata dekat sini. Jadi kami kesini mau belajar beternak untuk kemandirian komunitas. Supaya ada perputaran ekonomi yang dihasilkan di komunitas. Seumpama punya kegiatan bagaimana caranya, ada hasil yang dari kami sendiri dan setidaknya untuk kami sendiri,” kata dia.</p>
<p>Setelah mendapat informasi tentang keunggulan Ayam Kampung KUB dan Elba, dia berkonsultasi tahap awal tentang cara beternak dari anakan. Teni lantas memantapkan diri memesan 100 anakan ayam atau DOC dari Setya Farm.</p>
<p>“Kandangnya sudah siap dari triplek sederhana. Tinggal modelnya disempurnakan mengikuti arahan mas Bram. Supaya nyaman, hangat, bebas hewan pemangsa juga seperti tikus,” kata dia.</p>
<p>Teni mengatakan, Komunitas Latar Kalitan berdiri pada 2013 dan bergerak pada lingkungan, seni, dan budaya. Salah satu fokusnya menciptakan ruang untuk anak-anak remaja sekitar untuk bergerak pada tiga elemen itu.</p>
<p>Komunitas melakukan kegiatan seperti penanaman pohon di Kaki Gunung Merbabu sisi Utara, konservasi mata air, kerajinan, hingga kesenian. Belajar beternak Ayam Kampung KUB dan Elba kini bakal menjadi jalan baru komunitas  yang diselaraskan dengan tujuan konservasi lingkungan, serta seni, dan budaya.</p>
<figure id="attachment_447922" aria-describedby="caption-attachment-447922" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-447922" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447922" class="wp-caption-text">Bram memanen telur Ayam Kampung KUB dan Elba, di kandang peternakan Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Memulai Usaha</strong></p>
<p>Usaha yang sedang berkembang milik Bram, yakni peternakan ayam kampung petelur unggul. Ada dua jenis ayam kampung yang dikembangkan. Pertama, Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) asli Jawa Barat, dan Elba yang berasal dari Jeddah, Arab Saudi.</p>
<p>Bram mulai fokus menggeluti usaha peternakan ini saat Covid 19 merebak di Indonesia pada 2020. Saat itu dia masih bekerja dengan jabatan Marketing Head di salah satu bank di Salatiga. Tak lama kemudian memutuskan undur diri dari perusahaan dan fokus mengembangkan bisnis ayam kampung.</p>
<p>“Ketika Covid 19, saya WFH (<em>work form home</em>) enam bulan jadi fokus di kandang, mengembangkan dan beternak ayam KUB. Sebetulnya sudah sedikit-sedikit memulai usaha ini ketika masih kerja,” kata dia.</p>
<p>Jauh sebelum itu, keinginan berwirausaha dan praktiknya telah dilakukan Bram meski belum mendapat keberhasilan. Dia pernah usaha sayuran hidroponik selama kurang lebih dua tahun. Karena pasarnya kurang menjanjikan, dia berganti usaha beternak cacing.</p>
<p>“Itu gagal juga lalu ganti beternak ulat hongkong selama satu tahun gagal lagi. Lalu ternak ulat jerman  sudah beli kumbangnya juga, proses satu tahunan gagal lagi,” kata dia.</p>
<p>Pada 2015, Rama mulai melirik beternak unggas yakni Ayam Joper atau Jowo Super yang merupakan persilangan dua jenis ras ayam yang berbeda. Saat itu, kata dia, masyarakat menganggap Ayam Joper sebagai Ayam Kampung.</p>
<p>Dia mengaku, bisnis itu cukup berkembang dan mampu menyuplai Ayam Joper ke sejumlah rumah makan. Bisnis itu bertahan selama empat tahun hingga 2019, lalu terhenti karena jatuhnya harga di pasaran.</p>
<figure id="attachment_447923" aria-describedby="caption-attachment-447923" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447923" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447923" class="wp-caption-text">Bram memmberikan pakan Ayam KUB dua kali sehari, pagi dan sore, di kandang petetnakan Setya Farm, Kota Salatiga, Ahad 10 November 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Ayam KUB</strong></p>
<p>Berjalannya waktu, dia berinisiatif mencari jenis ayam kampung yang lebih unggul dan menguntungkan secara pasar. Bram mulai mencari informasi dari internet, hingga membaca tentang keunggulan Ayam Kampung KUB dengan produksi telur yang tinggi.</p>
<p>“Setelah harga panen Ayam Joper jatuh, lalu saya punya inisiatif belajar lagi mencari ayam kampung yang asli. Lalu riset akhirnya ketemu Ayam KUB ini,” kata dia.</p>
<p>Melansir laman Kementerian Pertanian, Ayam Kampung KUB merupakan salah satu galur ayam hasil pemuliaan ayam kampung <em>(Gallus-gallus domesticus) </em>yang berasal dari Provinsi Jawa Barat. Sifat mengeram ayam KUB-1 telah dikurangi, menjadikan ayam melompati masa siklus mengeram telur, lalu bersiap produksi telur lagi.</p>
<p>Sifat itu menjadi keunggulan Ayam KUB-1 dibandingkan ayam kampung biasa. Produksi telur satu indukan dapat mencapai 180 butir pertahun. Ayam KUB-1 juga mempunyai potensi pedaging yang baik. Pada usia panen 12 pekan, bobot ayam KUB-1 mampu mencapai 0,8-1 kg.</p>
<p>Setelah riset dilakukan Bram, dia segera belajar langsung ke peternak Ayam KUB senior yang sudah berjalan baik. Setelah tiga bulan belajar, dia memberanikan diri memesan anakan ayam atau DOC sebanyak 20 ekor untuk dibesarkan. Keberanian itu berbekal pengalaman Bram beternak ayam sebelumnya.</p>
<p>“Perkembangannya (ayam) bagus. Mulai umur lima bulan bisa seleksi ayamnya untuk dijadikan indukan. Pada usia 5,5 bulan ayam itu sudah belajar bertelur,” ucap sosok bernama lengkap Bramana Kusuma Setya Wicaksana ini.</p>
<p>Setelah produksi telur ayam pelahan meningkat, langkah selanjutnya harus memasarkannya. Rejeki berpihak pada Bram, menurutnya pada masa awal Covid 19 permintaan telur ayam kampung tinggi. Begitupun dengan dagingnya.</p>
<p>Hal itu, kata dia, dikarenakan pada masa Covid 19 masyarakat mulai sadar pola hidup sehat. Ada kalangan yang memilih konsumsi protein hewani dari telur dan daging ayam kampung. Di mana  pembudidayaannya lebih organikdan berkelanjutan dibandingkan ayam ras.</p>
<p>“Telurnya coba jual ternyata peminatnya lumayan bagus, malah setiap hari rata-rata tambah konsumennya. Waktu itu awal Covid 19, pola hidup sehat masyarakat sudah terfikirkan lebih baik. Makanan sehat untuk menambah imunitas. Katanya bisa untuk percepat penyembuhan pasien,” kata sosok asal Magelang itu.</p>
<p>Permintaan telur ayam kampung untuk konsumsi terus bertambah, baik dari Salatiga atau luar daerah. Pasar yang menjanjikan itu dibacanya, Bram merasa harus memperbanyak produksi telur ayam kampung lagi.</p>
<figure id="attachment_447924" aria-describedby="caption-attachment-447924" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447924" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447924" class="wp-caption-text">Sama dengan Ayam KUB, pemberian pakan sehari dua kali juga sama dilakukan kepada jenis Ayam Elba. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Ayam Elba</strong></p>
<p>Kurang lebih satu tahun setelah mulai beternak Ayam KUB, dia tak ragu dan riset lagi dengan membaca sejumlah literatur tentang jenis ayam kampung lain yang lebih produktif bertelur. Sejalan kemudian, bertemulah dengan jenis ayam kampung yang produksi telurnya lebih tinggi, yakni Ayam Elba.</p>
<p>Sejumlah literatur di internet menyebut, Ayam Elba dikembangkan oleh Lala Setyawan atau dikenal Haji Lala asal Dusun Batikan, Kabupaten Temanggung. Di mana pada 2010 saat ibadah haji, dia membawa pulang 60 an butir telur ayam dari Jeddah.</p>
<p>Sesampainya di Indonesia, ayam itu ditetaskan namun gagal. Tersisa tiga telur yang dititipkan ke rekannya peternak yang ternyata berhasil menetas lengkap ada jantan dan betina. Akhirnya ayam itu dikembangkan Haji Lala, dan dinamai ‘L (dibaca el) ’ berasal dari awalan namanya, dan ‘Ba’ awalan nama Dusun Batikan.</p>
<p>“Saya langsung ke Haji Lala di Temanggung. Itu saya ke sana dan niatkan belajar, dan memang telurnya sama persis dengan ayam kampung. Waktu itu beli satu boks DOC Ayam Elba, selang dua pekan beli pulet atau calon indukan yang betina 20-an ekor,” kata Rama.</p>
<p>Pada umur empat bulanan, Ayam Kampung Elba sudah mulai bertelur dengan catatan pemberian pakan yang bagus, serta bobot ayam betina minimal 1 kg. Artinya lebih cepat bertelur dibandingkan Ayam Kampung KUB pada usia 5,5 bulan, dan bobot rata-rata 1,3 kg.</p>
<p>“Ayam Elba ternyata produksi telurnya lebih banyak, 300-320 butir dalam setahun. Kalau ayam kampung asli atau Jawa rata-rata produksi telur pertahun 60-80 butir. Kalau Ayam Kampung KUB 160-180 butir pertahun. Cukup banyak sekali kan selisihnya,” kata Bram.</p>
<p>Ayam Elba juga disebutnya punya keunggulan lain, yakni pakannya lebih irit dibandingkan Ayam KUB. Ayam Elba indukan betina rata-rata per ekor butuh asupan makanan 70-80 gram per hari. Untuk Ayam KUB 90-100 gram. Selisih 20-30 gram per ekor tiap hari. Artinya, untuk usaha telur konsumsi, Ayam Elba ini lebih bagus.</p>
<p>“Secara bentuk telur, fisiknya sama dengan ayam kampung biasa. Kalau nilai gizinya tergantung nilai nutrisi dari pakan yang diberikan. Ayam Elba di tempat saya ini masih F1 atau galur murninya belum ada persilangan dengan ayam kampung lain,” kata dia.</p>
<p>Bram kemudian mengembangkan budidaya ternak Ayam Kampung jenis KUB dan Elba. Dua-duanya, kata dia, sama-sama menjanjikan baik produksi telur atau dagingnya. Kedua ayam itu mampu produktif bertelur hingga usia dua tahun.</p>
<figure id="attachment_447925" aria-describedby="caption-attachment-447925" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447925" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447925" class="wp-caption-text">Penggunaan pakan fermentasi, serta memanfaatkan bahan organik dari lingkungan sekitar menghemat 60% pakan pabrikan. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Peternakan Organik dan Berkelanjutan</strong></p>
<p>Keunggulan dari beternak dua jenis ayam kampung tersebut pembudidayaannya yang organik dan berkelanjutan. Tidak bergantung 100 persen pada pakan pabrikan, dan banyaknya suntikan seperti ayam ras. Hak kebahagiaan ayam kampung juga lebih bisa diberikan.</p>
<p>Contoh, letak kandang Setya Farm tepat berada di belakang rumah tempat tinggal Bram dan keluarga. Sepintas tak terlalu terdengar riuh suara ayam dari depan rumah. Bau kandang ayam tidak terasa seperti peternakan pada umumnya. Padahal jarak teras rumah dan kandang ayam hanya sekira 20 meter.</p>
<p>Lokasi peternakan yang berada di perkampungan itu tak terlalu menganggu warga sekitar. Hal itu dikarenakan, peternakan ayam kampung dilakukan secara organik. Pakan ayam menggunakan paduan sentrat atau pakan pabrikan, dan bahan-bahan organik yang difermentasi oleh Bram sendiri.</p>
<p>Dia menjelaskan, pakan fermentasi akan memaksimalkan penyerapan protein dalam sistem pencernaan ayam kampung. Dengan begitu, kotoran yang dikeluarkan tak banyak menimbulkan bau pembusukan di luar tubuh.</p>
<p>Metode inilah yang membuat peternakan ayam kampung cukup digemari bagi peternak maupun konsumennya. Pakan organik, membuat peternak tidak bergantung penuh pada pakan pabrikan yang menguras kantong. Bahan pakan organik juga bisa didapat menyesuaikan kondisi lingkungan sekitar.</p>
<p>“Sebisa mungkin Setya Farm dikelola secara organik, pakai pakan-pakan organik. Pasarnya bagus, untuk kebutuhan makanan sehat organik bagi masyarakat yang sudah sadar akan pola hidup,” kata dia.</p>
<p>Dalam pemberian pakan, memakai paduan sentrat pabrikan itu 40%, dan 60% makanan organik. Setya Farm punya resep sendiri mengolah pakan organik, berupa fermentasi campuran ampas tahu, ampas gandum, jagung, sayur-sayuran hijau, tepung cangkang telur, tepung ikan, dan lainnya.</p>
<p>“Bisa menggunakan sayur-sayuran hijau, bayam, kangkung, bisa ditanam sendiri, kami juga melakukannya. Kalau menggunakan sisa sayuran di pasar pastikan dicuci bersih, karena sudah terpapar pestisida. Pakai sisa makanan boleh, difermentasi makin bagus,” kata dia.</p>
<p>Bram juga menanam tumbuhan Trichantera yang dalam riset disebut punya kandungan protein tinggi. Daunnya bisa lebih lebar dari Jambu Jamaica. Tanaman ini telah banyak dikembangkan menjadi pakan ternak dengan kandungan protein cukup baik.</p>
<figure id="attachment_447928" aria-describedby="caption-attachment-447928" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447928" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447928" class="wp-caption-text">Bekerja sama dengan peguruan tinggi, sistem kelistrikan panel surya telah diterapkan untuk penerangan, pengairan, dan penghangat kandang Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Panel Surya dan Biogas Penghangat </strong></p>
<p>Mengingat suhu udara di Salatiga yang cukup dingin, ayam kampung butuh penghangat ruangan. Di Kandang Setya Farm mengandalkan penghangat dari bohlam lampu listrik, dan blower. Begitupun dengan mesin tetas telu elektrik.</p>
<p>Pemantauan suhu dilakukan dengan menggunakan Thermometer. Untuk anakan ayam suhu ruangan setidaknya harus lebih dari 30 derajat celcius. Untuk ayam dewasa sudah punya kelebatan bulu, artinya lebih tahan suhu ketimbang DOC, namun harus tetap hangat.</p>
<p>Pada kadang ayam dewasa saat ini terdapat blower penghangat ruangan berenergi listrik. Sementara kelistrikan, untuk air minum otomatis dan penerangan di kandang sudah menggunakan panel surya sebagai energi baru terbarukan (EBT) yang berkelanjutan rancangan dari mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines).</p>
<p>Bram, berencana membuat sistem energi penghangat ruangan dari biogas. Biogas itu berasal dari kotoran ayam yang akan ditampung terlebih dahulu. Hal ini menunjang konsep peternakan organik dan berkelanjutan.</p>
<p>“Di Salatiga penghangat ruangan (kandang) penting sekali karena di sini dingin. Nanti arahnya ke depan mau pakai energy alternatif lain pakai kayak biogas dari kotoran si ayam. Apalagi populasinya banyak, selama ini DOC di atas 300 ekor pakainya tabung gas itu boros. Jadi arahnya kita riset ke biogas,” katanya.</p>
<figure id="attachment_447926" aria-describedby="caption-attachment-447926" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447926" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447926" class="wp-caption-text">Pencegahan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, dan penyemperotan disinfektan, di peternakan Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Pencegahan Penyakit</strong></p>
<p>Pada metode pencegahan penyakit, Ayam KUB dan Elba dilakukan dengan cara organik, tanpa obat-obatan kimia. Tak banyak suntik obat-obatan pada ternak ayam kampung itu.</p>
<p>Bram mengatakan, hal pertama yang dilakukan yakni pola pencegahan dengan rutin menjaga kebersihan kandang, termasuk tempat makan, dan minum. Hal tersebut mutlak dan vital, tidak boleh tidak dilakukan.</p>
<p>Untuk menjaga kesehatan dan imunitas ayam, Bram memakai obat-obatan tradisional rempah-rempah. Beberapa rempah misalnya menggunakan racikan jahe, kunir, dan lainnya. Daun papaya juga bagus untuk mengobati cacingan. Bahan-bahan itu bisa diracik sendiri atau dibeli di toko daring bila ingin lebih memudahkan.</p>
<p>“Yang kedua, kalau di Setya Farm, saya tidak mengizinkan peternak unggas, dan pedagang unggas masuk ke kandang. Itu juga mutlak. Kenapa? karena mereka yang paling berpotensi membawa virus penyakit yang tidak terlihat,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, kandang masih butuh penyemperotan penangkal virus menggunakan disinfektan kimia. Setidaknya tiga hari sekali disemprot dengan merek yang berbeda. Hal ini dilakukan agar bakteri dan virus penyakit tidak menjadi kebal pada satu jenis merek saja.</p>
<figure id="attachment_447927" aria-describedby="caption-attachment-447927" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447927" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447927" class="wp-caption-text">Pemasaran telur ayam dilakukan juga bermitra dengan komunitas peternak ayam kampung lain.(Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Pemasaran </strong></p>
<p>Tips untuk pemasaran produk, Bram punya strategi dalam menjual telur, dan daging ayam kampung. Ilmu <em>marketing </em>yang dimiliki dipakai, dia punya strategi menarik pembeli. Salah satunya menjual paket telur ayam kampung, tiap sepuluh butir gratis tambahan satu.</p>
<p>Mulanya, dia menyasar berjualan ke sekolah-sekolah, dengan target konsumennya para guru. Sasaran pertama pasarnya dari kelompok ekonomi menengah. Dari sisi peminat, dia harus mengelompokkan segmentasi pasar.</p>
<p>“Jadi ada segmen ekonomi menengah ke atas. Kemudian masyarakat yang sadar dengan pola hidup sehat,” kata Bram, lulusan sarjana hukum tersebut.</p>
<p>Kemudian ada pasar konsumen yang beli untuk penyembuhan atau terapi. Dirinya juga masuk ke kantor-kantor instansi pemerintahan, ada juga masuk ke rumah sakit untuk pasar pegawai di sana.</p>
<p>Langkah lain dengan kolaborasi dengan komunitas peternak ayam kampung lain yang sudah punya langganan membeli telur seperti warung makan dengan menu Gudeg. Biasanya pedagang itu hanya memakai telur ayam kampung.</p>
<p>“Untuk penjualan telur ayam kampung konsumsi pada tahun pertama, saya jual harian dari pintu ke pintu rata-rata per hari 60-100 butir. Sekarang per hari produksi 200-500 butir, dari pelanggan tetap dan <em>reseller</em>. Per butir harganya saya jual bisa Rp2.500. Kalau untuk <em>reseller</em> lebih murah lagi karena mereka untuk dijual lagi,” kata Rama.</p>
<p>Dia melanjutkan, secara pasar telur ayam kampung prospek segmentasinya besar untuk masyarakat perkotaan. Ada peternak yang besar sudah mampu menyuplai telur aya kampung ke minimarket. Akan tetapi dia menilai peluang bisnisnya masih banyak dan luas.</p>
<p>“Masih luas pasarnya, kompetitornya tidak banyak. Kebutuhan telur ayam kampung konsumsi skala besar kita harus langsung ke <em>end-user</em>, di mana profitnya lebih banyak dibandingkan pengepul,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_447929" aria-describedby="caption-attachment-447929" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447929" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447929" class="wp-caption-text">Telur Ayam KUB dan Elba ditetaskan menggunakan mesin berkapasitas 50 dan 70 butir. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Fokus Penetasan DOC</strong></p>
<p>Potensi bisnis Ayam Kampung KUB dan Elba, disebut Bram, sangat menarik. Sejak Covid 19 khususnya permintaan telur ayam kampung organik untuk konsumsi masih menjanjikan.</p>
<p>Pasar yang khas ini, membuat banyak peternak atau calon peternak melirik bisnis ternak Ayam Kampung KUB, dan Elba tersebut. Melihat hal itu, Bram mencoba fokus pengembangan bisnis penetasan telur fertil menjadi anak ayam atau DOC sejak 2023. Tujuannya menyuplai ke peternak di Pulau Jawa, dan penjuru daerah di Indonesia.</p>
<p>“Walaupun dari 2020, sudah ada telur fertil yang terus ditetaskan. Sekarang banyak permintaan DOC, saya bisa melayani ke seluruh Pulau Jawa. DOC dkirim lewat jalur ekspedisi hewan, biasanya lewat PT KAI Logistik. Potensi permintaan dari luar pulau juga menarik seperti di Kalimantan,” ujarnya.</p>
<p>Secara populasi di kandang Setya Farm, terdapat Ayam KUB kurang lebih sekira 30 paket. Dalam satu paketnya terdapat satu jantan dan lima betina. Kemudian Ayam Elba sekira 10 paket. Keduanya digunakan untuk menyuplai telur fertil penetasan DOC.</p>
<p>Diakuinya jumlah itu belum banyak, bila melihat permintaan DOC. Bahkan, permintaannya harus inden atau pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Solusinya, dia bermitra dengan sejumlah komunitas peternak lokal di Salatiga untuk mendapatkan suplai telur fertil.</p>
<p>“Yang indukan Ayam Elba tidak terlalu banyak, karena kita juga punya mitra peternak kita bentuk mitra kecil di Salatiga. Kita saling kerja sama kalau ada permintaan di luar. Karena saya tidak punya karyawan yang membantu pekerjaan,” kata dia.</p>
<p>Untuk permintaan DOC, per pekannya paling tidak dia mengirim dua kali pesanan ke pelanggan. Dia punya mesin tetas telur masing-masing berkapasitas 500 butir, dan 700 butir. Produksinya, mampu menetaskan setidaknya 400-an DOC setiap pekannya, dengan pengiriman ke pelanggan tiga hari sekali.</p>
<p>“Anak ayam DOC itu bisa dijual satu hari setelah menetas, ketika bulu sudah kering, bisa jalan, belajar makan dan minum langsung bisa dikirim dan aman. Pengiriman ke seluruh Pulau Jawa. Pernah, misalnya perjalanan dua hari Alhamdulillah masih sehat. Ya paling mati satu atau dua ekor, tapi kasusnya normal karena terinjak temannya,” kata Bram.</p>
<p>Kenyamanan keterjaminan produk sampai kepada pelanggan menjadi penting. Setiap pengiriman pesanan satu boks berisi 100 ekor ayam DOC akan ditambahkan dua ekor sebagai garansi pengganti bilamana ada yang mati.</p>
<p>“Harga anak ayam DOC untuk Ayam KUB Rp8 ribu per ekor, dan Ayam Elba Rp10 ribu per ekor. Sistem pemesanan DOC antre dulu, dan menitip uang muka minimal 25 persen, serta tambah uang ongkos kirim. Kalau mau diambil ke sini tidak ada ongkos kirim,” katanya.</p>
<p>Dia memerinci pasar anakan ayam DOC cukup bagus di Jawa Tengah khususnya. Misalnya dia telah melakukan kerja sama dengan wisata edukasi di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Di sana ada anak-anak muda pengusaha yang mengembangkan peternakan, dan pertanian di desa.</p>
<p>Pengiriman DOC juga dilakukan ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan kota-kota lainnya. Peternak dari luar pulau seperti Kalimantan juga mulai banyak melirik usaha Ayam Kampung. Mereka mulai belajar dan memesan bibit dari Pulau Jawa.</p>
<figure id="attachment_447930" aria-describedby="caption-attachment-447930" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447930" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447930" class="wp-caption-text">Pengurus Komunitas Latar Kalitan di Salatiga belajar langsung cara membuat pakan fermentasi ternak Ayam Kampung KUB dan Elba di kandang Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Tantangan dan Tips Peternak Pemula</strong></p>
<p>Bisnis yang dilakukan Rama tak selamanya mulus, di mana awal mula beternak banyak yang mati. Saat itu memelihara Ayam Joper sebaga peternak yang masih pemula. Dia mendapat bibitnya yang mungkin kurang bagus.</p>
<p>“Pernah hampir mati sebagian. Ambil DOC tiga boks mati hampir 150 an. Yang Ayam KUB dan Elba Alhamdulillah bagus hasilnya karena sudah pernah belajar saat pelihara Ayam Joper. Paling kematian karena kematian wajar, bukan penyakit atau virus. Biasanya mati karena suhu kandang dingin, kurang hangat. Tapi belajar terus, kita pakai Thermometer untuk atur suhu ruangan kandang,” kata dia.</p>
<p>Tantangan yang lain yakni penyakit. Biasanya yang menyerang ayam ketika pancaroba seperti sekarang ini yakni pilek atau batuk. Ada juga penyakit yang menyerang saluran pernafasan hingga membuat mata bengkak.</p>
<p>“Kalau suhu panas itu juga sering muncul stress, lalu berak kapur, berak hijau. Semuanya itu sebetulnya tergantung dari kebersihan kandang dan pencegahan. Lebih baik mencegah dan mengobati,” katanya.</p>
<p>Selebihnya, kata Bram, harus terus belajar dan nanti akan menemukan permasalahan. Peternak harus belajar terus sampai hafal dan ahli serta mampu mengatasi permasalahan penyakit.</p>
<p>Untuk peternak pemula, Bram punya saran agar berani mencoba praktik dengan mulai memelihara jumlah populasi ayam yang sedikit dahulu.</p>
<p>Ketika berproses, kata dia, pasti akan menemui kendala atau permasalahan. Peternak pemula bisa berkonsultasi dengan peternak yang sudah jalan bisnisnya untuk membantu memberikan solusi.</p>
<p>“Kalau berhasil nanti bisa menambah populasi ayam lagi. Berproses, jangan patah semangat, optimistis, nikmati proses itu, tidak perlu takut akan kegagalan. Usaha itu bertahap,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_447931" aria-describedby="caption-attachment-447931" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447931" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447931" class="wp-caption-text">Bisnis Ayam Kampung KUB dan Elba di Setya Faam tak hanya berfokus pada telur dan daging, kini mulai produksi anakan ayam ata DOC. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Modal Tabungan dan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan</strong></p>
<p>Jatuh bangun berkembangnya bisnis Setya Farm milik Bram tentu ditunjang keuangan sebagai permodalan. Mencari tambahan modal telah menjadi bagian cerita tersendiri yang mengenang dalam benak sepanjang perjalanan bisnisnnya. .</p>
<p>Kilas balik, Bram mulai mengumpulkan modal sedikit demi sedikit saat masih bekerja di industri keuangan dan perbankan. Tekadnya kuat, dia selalu menyisihkan sebagian dari bonus atau insentif dari kantor untuk menyicil biaya pembangunan kandang, dan membeli peralatan lainnya.</p>
<p>“Iya mas, mengumpulkan uang sedikit-sedikit. Terus dapat keuntungan dari hasil panen atau penjualan yang diputarkan lagi untuk modal mengembangkan usaha,” kata dia.</p>
<p>Selain dari tabungan pribadi, dan perputaran keuntungan bisnis itu, Bram merupakan penerima manfaat dari hak dana pensiunan jaminan hari tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan. Nilai yang terkumpul selama setidaknya 15 tahun bekerja sebagai karyawan itu digunakan untuk memaksimalkan modal mengembangkan bisnis.</p>
<p>“Asuransi BPJS Ketenagakerjaan juga habis masuk modal. Saya lupa angka pastinya, kurang lebihnya sekitar Rp20 juta untuk menambah modalnya,” tutur dia mengingat sembari tersenyum tipis.</p>
<p>Bram bersyukur dengan akses permodalan itu menunjang berkembangnya bisnis ayam kampung. Dia berharap, wirausaha peternakan seperti itu bisa memberikan motivasi, inspirasi, dan manfaat yang positif untuk semua orang. Terlebih bagi mereka yang ingin berwirausaha dimulai dari yang kecil sekalipun.</p>
<figure id="attachment_447932" aria-describedby="caption-attachment-447932" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447932" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12.jpeg" alt="" width="681" height="384" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12-400x226.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12-150x85.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447932" class="wp-caption-text">Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah-DI Yogyakarta mencatat data pencairan JHT paling tinggi dibandingkan empat program lainnya. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Tren Pemanfaatan JHT untuk Modal Usaha</strong></p>
<p>Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DI Yogyakarta, Isnavodiar Jatmiko, menjelaskan, ada temuan tren menarik dari pemanfaatan dana pensiunan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>Tujuan semula JHT itu, kata dia, untuk masa pension. Ada juga sebagai penyangga sembari mencari pekerjaan baru sektor formal. Akan tetapi, kini mulai ada tren banyak masyarakat yang mencairkan JHT untuk digunakan sebagai modal usaha.</p>
<p>Temuan ini dikuatkan dalam survei nasional BPJS Ketenagakerjaan periode 22 Juli-31 Oktober 2024. Survei melibatkan 11 ribu responden yang berasal dari 9.934 peserta, dan 1.096 ahli waris. Rinciannya terdapat responden dari pekerjaan formal 9.439 orang, dan 1.591 informal. Survei juga mencatat rata-rata upah, lama bekerja, hingga usia saat pencairan atau klaim pencairan JHT.</p>
<p>Tercatat penggunaan dana JHT untuk modal usaha angkanya mencapai 19,19%. Angka ini menarik, sebab menandakan adanya peningkatan sektor usaha informal. Kemudian dipakai keperluan sehari-hari sebanyak 27,87%. Selanjutnya pada angka 12,61% untuk persiapan masa tua seperti berinvestasi, menabung di tempat lain, atau pemanfaatan untuk hari tua lain.</p>
<p>Adapun responden sisanya memilih menggunakan JHT untuk kebutuhan persalinan, biaya beli susu atau pampers anak, pemakaman, perbaikan kendaraan, biaya kerja di luar negeri, pembayaran pajak, dan lainnya.</p>
<p>“Ada (hampir) 20 persen klaim JHT yang digunakan ke modal usaha. Angka ini walaupun harapan kami (JHT) itu dipakai untuk masa tua, akan tetapi sekarang sudah ada tren dipakai ke arah sana (modal usaha),” kata dia.</p>
<p>Dengan melihat survei itu, BPJS Ketenagakerjaan bisa membaca dan memantau pola tenaga kerja setelah berhenti bekerja di sektor formal. Jejak penerima manfaat JHT akan terlihat, apakah akan menjadi wirausaha, kembali ke pekerjaan formal lainnya atau tidak.</p>
<p>Pada saat penerima manfaat itu sudah klaim pencairan dana pensiunan JHT untuk menjadikannya modal usaha, artinya dia sudah pindah ke sektor Bukan Penerima Upah (BPU). BPJS Ketenagakerjaan juga bisa memonitor bagaimana perkembangan wirausaha bermodal JHT itu, atau berapa lama bertahan.</p>
<p>“Masih bisa diikuti (data) kapan penerima manfaat itu membayar iuran dan sampai berapa lama. Kalau dia bayar iuran lanjut, artinya sektor bisnis informalnya berjalan terus. Kita jadi punya data tentang tren pemanfaatan dana JHT untuk modal usaha yang meningkat, itu menarik,” kata Jatmiko.</p>
<p>Lebih lanjut Jatmiko mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan bisa menggunakan data survei sebagai rujukan dalam membuat skema dukungan terhadap pelaku usaha di sektor informal. Dukungan terdekat yang diharapkan tentunya seperti pelatihan, dan akses permodalan, atau lainnya.</p>
<p>Dia mengakui, belum banyak program untuk pelatihan usaha dari instansi. Skema tersebut dikatakan belum dimiliki. Akan tetapi, dari data tersebut bisa membuat program yang bisa disinergikan dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat, dan yang terkait lainnya, baik akses pelatihan, permodalan, dan lain-lain.</p>
<p>“(Program) pelatihan ada di Disnaker, jadi kalau bisa di-<em>connect </em>itu akan bagus banget. Ada banyak peluang kita melihat dari pembacan data ini. Fokus pertama kami memang memastikan hak masyarakat terpenuhi. Klaim dana dapat disalurkan dengan baik, pelayanan bagus, dan memastikan semua anggota keluarganya mendapat hak tersebut,” kata Jatmiko.</p>
<p>Dari data-data survei tersebut, juga bisa dilihat pergerakan tenaga kerja. Hal itu menunjukkan lini bisnis pekerjaan apa yang sedang tumbuh, sehingga bisa membantu  pemerintah dalam membaca pasar kerja.</p>
<p>Selanjutnya, BPJS Ketenagakerjaan, ingin punya layanan bernilai tambah <em>(value added service)</em> untuk masyarakat, yaitu fungsi-fungsi konsultatif. Salah satunya, memberikan informasi akses-akses permodalan, di mana ada pelatihan, informasi data tren jenis usaha yang membuka lapangan pekerjaan.</p>
<p>“Termasuk inklusif <em>job center</em>. Nah <em>value added service</em> ini yang baik untuk digalakkan,” kata Jatmiko.</p>
<p>Untuk dukungan nyata kemudahan masyarakat dalam melakukan klaim atau pencairan dana JHT, instansi tersebut punya setidaknya tiga kemudahan layanan. Di antaranya, Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) Online, Layanan Lapak Asik di Kantor Cabang, dan Layanan klaim melalui Aplikasi JMO.</p>
<p>Sementara itu,melihat angka total jumlah klaim pencairan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan di wilayah kerja Jawa Tengah-DI Yogyakarta pada 2023 sebanyak 513.827 orang, dengan nilai Rp5,2 Triliun (Rp5.233.064.494.740).</p>
<p>Catatan pada tahun ini hingga 31 Oktober 2024 terdapat 386.799 orang, dengan nilai Rp4,7 Triliun (Rp4.730.138.832.740). Trennya, angka itu dipastikan bisa terus bertambah hingga akhir tahun.</p>
<p>Pencairan JHT dipastikan yang tertinggi dibandingkan empat program lainnya hingga 31 Oktober 2024. Di antaranya, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan 58.533  kasus senilai Rp222 Miliar (Rp222.317.567.080). Jaminan Kematian (JKM) dengan 16.858 kasus, senilai Rp346 Miliar (Rp346.821.300.000).</p>
<p>Selanjutnya, Jaminan Kehilangan Pekerjaan dengan 23.053 kasus, pada angka Rp24 Miliar (Rp24.018.616.740). Jaminan Pensiun (JP) dengan 13.728 kasus, bernilai Rp155 Miliar (Rp155.669.385.110). Total pencairan kelimap program tersebut Rp5,47 Triliun (Rp5.478.965.701.670).***</p>
<p><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan">Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inkubator Bisnis USM Bantu Mahasiswa yang Rintis Usaha</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/07/inkubator-bisnis-usm-bantu-mahasiswa-yang-rintis-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 11:43:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Inkubator Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Intensif]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor USM]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<category><![CDATA[Terstruktur]]></category>
		<category><![CDATA[TV USM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang (USM)]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=440001</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Inkubator Bisnis Universitas Semarang (USM), bertekad membantu mahasiswa dan para alumninya, yang berminat berwirausaha. Salah satu upaya yang dilakukan adalah, dengan memperkenalkan produk usaha mahasiswa melalui Talkshow di TV USM. Ketua Inkubator Binis USM, Daniel Teguh SE MM mengatakan, upayanya ini menjadi tempat untuk membantu koordinasi kelembagaan kewirausahaan yang ada di USM. Hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/07/inkubator-bisnis-usm-bantu-mahasiswa-yang-rintis-usaha">Inkubator Bisnis USM Bantu Mahasiswa yang Rintis Usaha</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Inkubator Bisnis Universitas Semarang (USM), bertekad membantu mahasiswa dan para alumninya, yang berminat berwirausaha. Salah satu upaya yang dilakukan adalah, dengan memperkenalkan produk usaha mahasiswa melalui Talkshow di TV USM.</p>
<p>Ketua Inkubator Binis USM, Daniel Teguh SE MM mengatakan, upayanya ini menjadi tempat untuk membantu koordinasi kelembagaan kewirausahaan yang ada di USM. Hal itu dilakukan dengan pendekatan program bimbingan bisnis bagi mahasiswa dan alumni USM, secara intensif, terstruktur, terarah, dan terpadu dengan aktivitas pendampingan.</p>
<p>&#8221;Yang tidak kalah penting, melakukan pengelolaan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan kewirausahaan mahasiswa, di Universitas Semarang. Selain itu juga melaporkan hasil kegiatan yang sudah dilakukan, pada Rektor USM,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/10/07/ps-usm-targetkan-juara-porsimaptar-xxiv">PS USM Targetkan Juara Porsimaptar XXIV</a></strong></p>
<p>Dalam Talkshow di TV USM, belum lama ini, hadir tiga narasumber mahasiswa yang sedang merintis usaha. Mereka adalah Lilis Setyani yang memiliki usaha di bidang kuliner makanan dengan nama Ayam Geprek SBM, yang ada di wilayah Karangawen Demak. Layang Asmoro (Tahu Bakso Sendang Roso), dan M Ismawan (Skincare).</p>
<p>Menurut Lilis, keunikan yang dimiliki resto miliknya yaitu, bisa mengambil nasi sendiri sepuasnya, dan free es teh jumbo. Pihaknya juga memberikan layanan antar pesanan.</p>
<p>Sedangkan Layang Asmoro, usahanya memiliki keunikan tersendiri yaitu, memakai tahu pong, agar adonan daging bisa lebih banyak dan memasaknya dengan cara dikukus. Produknya saat ini bisa ditemui di toko oleh-oleh Koeta Toea, Toko 52, Bakpia Kukus Tugu Jogja, Lawang Sewu, dan di Bandara Ahmad Yani.</p>
<p>Sementara Ismawan mengaku memiliki usaha dengan nama &#8216;Wanha Beauty&#8217;. Usahanya bisnis skincare itu sudah berjalan lima bulan. Untuk segmen pasarnya kalangan menengah ke bawah, karena harganya sangat terjangkau.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/07/inkubator-bisnis-usm-bantu-mahasiswa-yang-rintis-usaha">Inkubator Bisnis USM Bantu Mahasiswa yang Rintis Usaha</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelni Menyertai Santri Melayari Negeri, dan Transformasi Infrastrukur Pelayaran untuk Keadilan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/02/pelni-menyertai-santri-melayari-negeri-dan-transformasi-infrastrukur-pelayaran-untuk-keadilan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 16:55:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Antoni Arif]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Djoko Setijowarno]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[Pelni]]></category>
		<category><![CDATA[Perintis]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Andayani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=428632</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Layar PT Pelni ialah infrastruktur berjalan. Pelni menjadi harapan besar mewujudkan keadilan negeri berkonsep kepulauan. Perusahaan pelayaran negara ini bertanggung jawab menjembatani Indonesia dengan lebih dari 17 ribu pulaunya. Kapal Pelni bertransformasi sebagai jembatan berjalan untuk pijakan keadilan pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, dan pertahanan negara…” TRI Ambar Sari (29) butuh waktu perjalanan darat sekira [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/02/pelni-menyertai-santri-melayari-negeri-dan-transformasi-infrastrukur-pelayaran-untuk-keadilan">Pelni Menyertai Santri Melayari Negeri, dan Transformasi Infrastrukur Pelayaran untuk Keadilan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="padding-left: 40px;"><em>“Layar PT Pelni ialah infrastruktur berjalan. Pelni menjadi harapan besar mewujudkan keadilan negeri berkonsep kepulauan. Perusahaan pelayaran negara ini bertanggung jawab menjembatani Indonesia dengan lebih dari 17 ribu pulaunya. Kapal Pelni bertransformasi sebagai jembatan berjalan untuk pijakan keadilan pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, dan pertahanan negara…”</em></p>
<p><strong>TRI </strong>Ambar Sari (29) butuh waktu perjalanan darat sekira dua jam melewati kebun-kebun kelapa sawit dan karet dari Kabupaten Sanggau menuju Pelabuhan Pontianak, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Dari tempat tinggalnya di Dusun Sembatuk, Desa Hilir, Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau itu, perjalanan Ambar untuk menimba ilmu ke Pulau Jawa dimulai.</p>
<p>Tujuan Ambar yakni menuntut ilmu di Pondok Pesantren Al-Ishlah yang berada di jantung Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Ini pertama kalinya dia harus menimba ilmu jauh dari keluarga di Kabupaten Sanggau selama beberapa tahun ke pulau seberang.</p>
<p>Kabupaten Demak dijuluki Kota Wali, dengan sejarah Kerajaan Demak yang tersohor. Wilayah ini bertetangga langsung dengan Kota Semarang di Pantai Utara (Pantura) Jawa. Kota Semarang punya Pelabuhan Tanjung Emas, sekaligus yang terbesar Jawa Tengah sebagai pintu masuk dari wilayah dan pulau lain.</p>
<p>“(Kalau santri) aku berangkat sendiri (dari Pelabuhan Pontianak sampai Tanjung Emas Semarang). Sebetulnya ada teman lain (santri), hanya beda daerah,” kata Ambar, Jumat 2 Agustus 2024, mengisahkan keberangkatannya nyantri ke Demak, 10 tahun lalu.</p>
<p>Berbekal restu orang tuanya, dia serius menimba ilmu selama empat tahun sejak  2014-2018. Ayah Ambar merupakan perantau asal Kabupaten Demak. Pondok Pesantren Al Ishlah di Demak dirasa sudah menjadi referensi yang tepat untuk sang anak belajar, mendalami ilmu agama khususnya.</p>
<p>“Waktu itu sebenarnya mau daftar kuliah, akhirnya mondok (nyantri). Karena memang masih sedikit lmu agama. Di sini juga minim akses pendidikan agama. Iya waktu itu udah selesai sekolah (tamat tingkat SMA),” ucap dia.</p>
<p>Kapal perintis bukan sesuatu yang asing bagi Ambar. Apalagi dia cukup sering pulang ke kampung halaman sang ayah di Demak. Dia cukup lama berlangganan kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).</p>
<p>Akan tetapi momen itu berbeda. Ambar harus merantau menyeberang pulau dari Kalimantan ke Jawa untuk tujuan pendidikan. Dia menimba ilmu agama di Kota Wali yang tentu akan membuatnya jauh dari orang tua selama beberapa waktu.</p>
<p>“Kesannya,yang saya dapat (sesudah nyantri) pasti menambah wawasan, teman juga. Jadi lebih tau ilmu agama,” kata dia,</p>
<p><strong>Berlayar</strong></p>
<p>Ambar mengenang saat dirinya sering menggunakan moda kapal untuk menimba ilmu ke luar daerah. Selain dirinya, ada lumayan banyak penumpang lain yang mengenakan sarung dan lainnya.</p>
<p>“Cuma <em>gak</em> tahu itu santri apa bukan. <em>Gak </em>pernah <em>ngobrol </em> soalnya,” ucapnya bercanda ringan.</p>
<p>Ambar merasakan, butuh waktu lebih dari satu hari menggunakan kapal milik Pelni dengan ukuran yang besar dibandingkan kapal perintis lainnya.</p>
<p>“Kalau tanya kenapa kapal lain lebih cepat? Itu mungkin karena bobot kapal kali ya. Kalau Pelni kan besar <em>banget</em>, ditambah muatan banyak jadi agak lambat. Kalau kapal lain ukurannya kecil dan muatannya sedikit</p>
<p>Alasan Ambar menjadi pelanggan kapal milik Pelni sederhana, yakni murahnya harga. Mungkin juga menjadi alasan yang sama bagi penumpang lain.</p>
<p>“Iya dulu awal pergi pakai Pelni. Dari sini kesana (Kalimantan ke Jawa) pakai Pelni tiga kali, terus pakai kapal lain satu kali. Kalau dari sana kesini (Jawa ke Kalimantan) pasti pakai pesawat. Soal harga, jauh pakai banget selisihnya. Kapal sekarang harganya sekitar Rp 412 ribu, kalau pesawat Rp 1,5 juta. Itupun transit di Jogja (D) Yogyakarta)”, kata dia.</p>
<p>Dia mencontohkan, biasanya orang-orang kalau perjalanan dari Kalimantan ke Jawa akan lebih memilih pakai kapal. Akan tetapi sebaliknya, dari Jawa ke Kalimantan ada yang memilih naik pesawat, dikarenakan harga tiket pesawat dari Jawa terjangkau.</p>
<p><strong>Pelayanan</strong></p>
<p>Pelayanan di atas kapal merupakan salah satu hal yang penting. Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 37 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Laut.</p>
<p>Standar pelayanan tertulis enam hal. Mulai dari Pelayanan Keselamatan di Atas Kapal, Pelayanan Keamanan dan Ketertiban di Atas Kapal, Pelayanan Kehandalan di Atas Kapal, Pelayanan Kenyamanan di Atas Kapal, Pelayanan Kemudahan di Atas Kapal, hingga Pelayanan Kesetaraan di Atas Kapal.</p>
<p>Sepengalaman Ambar menjadi pelanggan Kapal Pelni, soal pelayanan tiket minim kendala. Kemudian, selama di atas juga pelayanan kapal bagus dari petugas. Meski demikian, ada hal-hal yang harus dibenahi betul.</p>
<p>“Cuma, kita itu sering mengeluh sama toilet. Selalu kekurangan air. Iya makannya aku bingung. Berharap banget Pelni itu bersih seperti kapal-kapal lainnya. Selalu menyiapkan apa yang dibutuhkan penumpang,” kata dia.</p>
<p>Soal makanan, dia membandingkan apabila di kapal lain penempatan nasi, lauk pauk, sayuran di dalam sterofoam dipisah. Makanan juga diantar ke penumpang. Adapun, saat di kapal Pelni harus mengambil sendiri.</p>
<p>“Terus kalau dalam kotak makanannya minimal jangan <em>diabrek </em>jadikan satu semua isinya. Kita yang mau makan sudah <em>gak</em> nafsu karena sudah kecampur. Tapi makanannya lumayan okelah, ada nasi, lauk, sayur. Iya ini curhatan hati pake<em> banget </em>selama ini aku pendam,” ucap Ambar.</p>
<p>Selain itu, dia juga memberi kritikan untuk Pelni soal ketersediaan alas tidur. Pelni sebagai kapal yang digemari masyarakat perlu memperhatikan saat kondisi sedang ramai.</p>
<p>“Kadang penumpang PT Pelni itu <em>membeludak</em> ramai. Nah kadang kita yang <em>gak</em> kebagian tempat tidur dan kasur biasanya <em>ngemper</em> tanpa alas,” kata dia.</p>
<p><strong>Fasilitas Pelayanan Keselamatan di KM Lawit</strong></p>
<p>Sebelumnya, Kepala PT Pelni Cabang Semarang Capt. Agus Suprijatno berkesempatan mengajak penulis untuk berkeliling masuk untuk melihat sebagian KM Lawit di Dermaga Tanjung Emas Semarang, 18 Juli 2024. Ada Nahkoda KM Lawit, Capt. Jahrodin, yang akan berlayar menuju Kumai pada siang menuju sore itu pukul 15.00 WIB.</p>
<p>KM Lawit yang dinahkodainya menjelajahi rute kapal Jakarta, Bangka Belitung, Pontianak, Semarang, Kumai, Semarang, Pontianak, dan kembali Jakarta. Artinya dari Jakarta kembali ke Jakarta memakan waktu 14 hari. Sementara saat ini untuk waktu berlayar dari Semarang ke Kumai butuh waktu 26 jam dengan jatah makan tiga kali sehari, lengkap dengan fasilitas air panas untuk minum kopi, dan lainnya.</p>
<p>Capt. Jahrodin, mengakui, masyarakat dengan ragam kalangan menjadi pelanggan kapal Pelni. Mayoritas, kata dia, masyarakat pekerja, ada yang bekerja di kebun-kebun kelapa sawit, kemudian yang di bidang pendidikan, seperti kuliah.</p>
<p>“Santri-santri juga banyak. Sering <em>kok</em> mengantar santri-santri yang naik kapal ke Jawa, pakai sarung santai begitu. Ada rombongan juga,” ujar dia.</p>
<p>Dari sisi keselamatan yang tertuang dalam standar pelayanan kapal laut, di KM Lawit khususnya sudah memilikinya. Ada sekoci, liferaft, kemudian untuk memantau berita dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga ada alat yang dipasang. Dengan demikian bisa memantau tinggi gelombang laut setiap waktunya.</p>
<p>Alat keselamatan, lanjut dia disebutnya melebihi kapasitas. Misalnya, penumpang yang diangkut sebanyak 518 sat itu, sementara pada alat keselamatannya disiapkan untuk 1.600 orang. Artinya tiga kali lebih banyak dari kapasitas yang diangkut.</p>
<p>“Ada jaket pelampung, sekoci kondisi darurat, dan liferaft yang kapasitasnya lebih bisa banyak memuat orang,” kata dia.</p>
<p>Di Kapal KM Lawit yang berkapasitas hampir 1.000 orang itu juga sudah diterapkan 36 titik kamera pengawas atau CCTV pada berbagai sudut. Hal tersebut untuk mengurangi risiko pencurian atau kejahatan di atas kapal.</p>
<p>Selanjutnya, untuk perawatan kapal atau <em>docking</em> dilakukan satu tahun satu kali. Hal itu untuk menjamin keselamatan penumpang dalam pelayanan di kapal milik Pelni.</p>
<p>Proses docking keseluruhan, dimulai dari pemeriksaan plat besi, performa mesin, pengecatan, pengecekan alat-alat keselamatan yang harus diservis setiap tahunnya.</p>
<p><strong>Kembangkan Bisnis Selain Pelayanan Perintis</strong></p>
<p>Di dalam ruang kemudi kapal, Kepala PT Pelni Cabang Semarang Capt. Agus Suprijatno bilang, Pelni cabang Semarang juga berkembang melayani pariwisata ke Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Adapun rute ini dibuka sejak 2016, di mana disebut terus meningkat jumlah penumpang yang menuju lokasi tersebut.</p>
<p>“Kita ada <em>open trip</em> dari Semarang ke Karimunjawa. Kelebihannya tidak mengganggu jam kerja saat akhir pekan, dan bisa menginap di Karimun Jawa. Itu sudah ada program include seperti hotel, kendaraan, tiket masuk wisata, kuliner di sana. Saya kira harga juga murah. Pada rute ini satu bulan dua kali pakai KM Kelimutu,” kata dia.</p>
<p>Kapal Pelni juga menjadi fasilitas pendidikan di atas kapal atau<em> Study on Board</em>. Program ini sebagai pelayan masyarakat ikut bertanggung jawab mencerdasan anak bangsa. Biasanya melayani pelajar dari institusi pendidikan maritim. Hal itu sebagai upaya pengenalan di atas kapal, sebelum pelajar tersebut berlayar setelah lulus.</p>
<p>“Di sana akan diajarkan oleh kru kapal, sesuai jurusan siswa. Ini <em>lho</em> cara menahkodai kapal, yang jurusan mesin ini lho cara menjalankan mesin, atau di kantor kapal, dan lainnya,” kata Agus.</p>
<p>Kapal Pelni juga melayani agenda pertemuan di atas kapal atau <em>meeting on board</em>, agar punya sensasi yang baru. Belum lama ini juga melayani sekira 2.000 peserta dalam <em>meeting on board</em> dari Jakarta-Semarang-Jakarta.</p>
<p>Selain itu, juga program yang sudah dilakukan saat momen Lebaran yang sudah berjalan beberapa tahun lalu. Ada mudik motor gratis (motis) dengan muatan total 2.400 kendaraan untuk arus mudik dan balik dari Jakarta ke Semarang. Ada juga mudik dan balik gratis seperti pada rute Semarang-Sampit berkapasitas sekira orang.</p>
<p>“Untuk kemudahan pelayanan tiket, ada digitalisasi pada kapal penumpang atau perintis. Pelni melayani kapal kargo juga. Untuk kapal kargo juga bisa diakses melalui website mycargoo!,” katanya.</p>
<p><strong>Transformasi PT Pelni dari Pelayanan dan Bisnis</strong></p>
<p>PT Pelni sadar betul selama 72 tahun melayani masyarakat Indonesia butuh banyak pembenahan. Terlebih tugas besarnya sebagai penyambung keadilan negeri, khususnya untuk menjangkau wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP).</p>
<p>Hal tersebut diakui Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani dalam diskusi publik bertema ‘Peluang dan Tantangan PELNI: Menjawab antara Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan di Era Media Sosial’, di Jakarta, Kamis 1 Agustus 2024.</p>
<p>Perbincangan yang menandakan keterbukaan PT Pelni sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu juga menghadirkanMenteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi. Kemudian narasumber dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Haekal, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI  Capt. Antoni Arif Priadi, serta Ketua Bidang Advokasi, dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno.</p>
<p>“PT Pelni sebagai perusahaan BUMN di bidang pelayaran, satu-satunya perusahaan angkutan penumpang di mana 100 persen sahamnya milik pemerintah. Makannya dalam penugasannya dari Kemenhub RI, mencerminkan kapal-kapal Pelni hadir bahwa negara juga hadir. Peran PT Pelni sebagai perusahaan BUMN ada dua, pertama sebagai <em>engine profit deviden</em> bagi negara, yang kedua dalam hal melaksanakan penugasan dari pemerintah untuk pelayanan,” ujarnya.</p>
<p>Sejauh ini, PT Pelni memiliki 32 armada, dan 26 di antaranya merupakan kapal penumpang atau perintis dengan ragam kapasitas angkut. Mulai 3.000 orang, 2.000, 1.000, hingga yang terendah 500 orang. Pelni juga mengoperasikan kapal yang bertugas untuk program Tol Laut. Di luar itu, Pelni mendapat mandat mengoperasikan 50 kapal lain Kemenhub RI, terdiri dari Kapal Perintis, Rede, Ternak, dan beberapa Kapal Tol Laut.</p>
<p>Dari sisi sumber daya manusia (SDM), pegawai PT Pelni berjumlah sekira 4.500 orang, dengan 3.200 di antaranya pegawai laut, dan 1.300 di antaranya pegawai di darat. Cabang PT Pelni dari Sabang-Merauke, Rote-Miangas, terdapat 44 cabang dengan 306 terminal poin, menyinggahi lebih dari 306 pelabuhan baik Pelindo atau Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP). Jaringan trayek PT Pelni, kata Tri Andayani, memasuki pelabuhan besar juga di daerah 3TP.</p>
<p>Dari jaringan trayek itu, jumlah penumpang pada masa sebelum Covid 19, mencapai 5,4 juta per tahun. Akan tetapi, menurun tajam pada 2020-2021, dan meningkat lagi seiring pembatasan masyarakat dibuka saat itu.</p>
<p>“Akhir 2023 kami membukukan 5,3 juta penumpang. Pada semester I 2024, sudah berjumlah sebanyak 2,6 juta penumpang, yang nanti saya proyeksikan bisa sampai 5,4-5,5 juta orang hingga akhir tahun. Sebabnya, masih ada natal dan taun baru (Nataru) di akhir tahun,” kata dia.</p>
<p><strong>Memahami Kebutuhan Masyarakat</strong></p>
<p>Tak sebatas itu, Tri Andayani dalam upaya transformasi Pelni, melakukan riset di media sosial (medsos) hingga <em>contact center</em>, dan ditemukan lima besar kebutuhan dan keinginan masyarakat. Disimpulkan,  yakni ada jadwal kapal, ketersediaan tiket online atau daring, pembatalan tiket, rute kapal, hingga fasilitas kapal.</p>
<p>Jadwal kapal, diakui Tri Andayani, bisa terganggu karena misalnya ada faktor alam yakni cuaca di laut, gelombang laut, pasang-surut, dan sebagainya.  Kemudian, sarana dan prasarana di pelabuhan, misalnya padatnya pelabuhan itu sehingga menyulitkan nahkoda dalam menyandarkan kapal. Di mana harus menunggu berlabuh hingga 2-3 jam.</p>
<p>“Itu jadi fenomena yang harus kita sikapi bersama. Kemudian, usia kapal yang tidak memungkinkan untuk kapal memacu kecepatannya seperti kapal yang usianya melebihi usia teknis yang dimiliki. Rata-rata usia kapal di atas 30 tahun,” kata dia.</p>
<p>Pihaknya juga sosialisasi untuk pemesanan tiket daring, ketersediaannya diperluas dengan menjalin kerja sama pada <em>perbankan</em>, <em>travel agent</em>, hingga minimarket. Melihat pelanggan dari wilayah 3TP, loket fisik tetap disediakan karena tentu wilyah tersebut punya karakteristik berbeda, seperti akses internet yang belum sepenuhnya memadai, dan lainnya.</p>
<p>“Komentar <em>netizen</em> (warganet) tentang Kapal Pelni, bahwa pelayanan kami sudah jauh lebih baik. Makanan di atas kapal, kebersihan terutama pengelolaan sampah. Perbaikan pelayanan selama dua tahun terakhir ini. Saya juga memantau di medsos pribadi saya, saya amati semuanya medsos korporasi dan saya pribadi. Ini justru masukan yang sangat baik, dan nanti eksekusi kita lebih tajam dan cepat. Jangan sampai penumpang minta nasi kita kasih pisang hal itu tidak nyambung. Apa yang dibutuhkan publik itu bisa dengan cepat kita dapatkan dari informasi kritik yang mereka sampaikan dari medsos pribadi maupun korporasi,” ujar dia.</p>
<p>Dalam standar pelayanan penumpang, dijelaskannya, ada keselamatan, keamanan, kehandalan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan.  Secara teknis kapal di atas 30 tahun, namun dilakukan <em>docking</em> setiap tahunnya, ada juga<em> Ram Check</em> saat Nataru dan lebaran yang dilakukan Kemenhub untuk dapatkan izin laik laut.</p>
<p>Dari sisi keamanana maka dipasang <em>marine evacuation system, </em>seperti peluncur seperti di moda pesawat terbang. Pasang VDR, seperti <em>blackbocks </em>di pesawat. Pihaknya ingin Pelni ikuti aturan-aturan yang ditetapkan IMO (<em>International Maritim Organization</em>).</p>
<p>“Kenyamanan bicara tempat tidur, toilet, makanan, pendingin ruangan, sekali lagi saya memantau keluhan dari masyarakat dari medsos. Misalnya ada oknum jual belu kasur, itu sudah kami sikapi dengan menetapkan sanksi yang tegas. 2022-2023 kami berikan sanksi PHK internal kami puluhan orang, itu tidak lain berikan efek jera pada teman-teman bahwa aturan itu harus ditegakkan di dalam perusahaan,” kata dia.</p>
<p>Renovasi toilet dalam jangka waktu 2024-2026. Hal itu bersumber dari anggaran yang diberikan melalui Kementerian Perhubungan, secara <em>multiyears</em>. Misalnya, dalam satu kapal punya 24-36 toilet, satu toilet 3-6 bilik. Rata-rata satu kapal 6.000 bilik yang harus direnovasi. Karena jumlah yang banyak itulah, manajemen merencanakan dalam program <em>multiyears</em>, perbaikan toilet dan dapur.</p>
<p>“Pendingin ruangan, ketika saya mulai bergabung di Pelni pada 2022, saya amati banyak keluhan penumpang kapal panas. Kami mendata seluruh kapal. Satu kapal bisa ada tiga mesin AC, rata-rata yang jalan hanya satu. Kami perbaiki semua pada 2023. Yang harus diperbaiki ya diperbaiki. Perkembangannya tidak ada keluhan lagi soal pendingin ruangan,” kata dia.</p>
<p>Soal makanan, Tri Andayani juga mengamati hal-hal yang detail. Sehingga akan dilakukan standarisasi. Dia akan mengundang ahli gizi, agar ada standarisasi yang tepay berikut resep-resepnya, sehingga standarisasi kualitas makanan dan penyajian menjadi sama di seluruh kapal.</p>
<p><strong>Transformasi Bisnis buat Laba Pelni Naik</strong></p>
<p>Tri Andayani mengatakan, laba perusahaan meningkat pesat dalam tiga tahun terakhir. Di mana porsi pendapatan dari penugasan meningkat dari sektor komersial yakni kapal logistik. Artinya laba tidak didapatkan dari kapal penumpang, karena tiket penumpang sudah diatur regulator.</p>
<p>Kinerja PT Pelni, mencapai Rp173 miliar pada akhir 2022, kemudian meningkat lebih dari 400 persen dibandingkan 2021 pada angka Rp40 miliar. Berlanjut pada tahun 2023, laba meningkat kurang lebih pada angka Rp201 miliar, atau meningkat 17-18 persen.</p>
<p>Pad semester I 2024, laba bersih Rp110 miliar, harapannya akhir tahun mencapai minimal Rp220-250 miliar dapat tercapai. Mesin <em>profit</em> Pelni yang terus didorong pendapatan dari sisi komersial.</p>
<p>&#8220;Tapi sisi komersial didapat juga dari kapal penumpang, seperti layanan tambahan menyediakan selimut, internet komersial,<em> Study on Board</em>, <em>Tour on Board, City Tour, MICE</em> atau event-meeting-charter di atas kapal. Kita juga menyediakan <em>space tenant</em> termasuk ruang iklan, di dalam, di luar, maupun di badan kapal. Sebagai bagian dari upaya kami untuk meningkatkan porsi pendapatan dari bisnis komersial kami,” ujar Tri Andayani.</p>
<p><strong>Kapal sebagai Infrastruktur Keadilan</strong></p>
<p>Capt. Antoni Arif Dirjen Hubla Kemenhub menjelaskan, kebijakan pemerintah soal pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya hingga pertahanan belum berbasis kepulauan. Padahal Indonesia punya lebih dari 17.000 pulau di mana harus bisa memberikan rasa keadilan untuk hak setiap orang bepergian.</p>
<p>“Nah apakah kebijakan kita ini sudah berbasis kepulauan? Jauh. Contoh, kita di sini turun ke depan sana naik KRL ada, Busway, <em>ngetap</em> kartu dapat subsidi,warga DKI Jakarta dan warga Bogor dapat subsidi. Saya juga tanya? teman-teman di Kepulauan Seribu yang punya KTP tertulis DKI Jakarta apakah setiap saat bisa nyeberang ke Sunda Kelapa? Tidak, dapat subsidi? Tidak!,” kata dia.</p>
<p>Kemenhub, kata dia, memulai untuk rencana strategis 2025-2029. Setidaknya ada enam Asta Cita, di mana salah satunya infrastruktur. Masalahnya, kata dia, saat ini kapal belum dianggap sebagai infrastruktur, akan tetapi dianggap sarana.</p>
<p>“Sehingga perlakuannya akan berbeda kalau membangun jalan. Beli kapal sama dengan beli mobil, tenornya cuma dikasih lima tahun, bunga banknya 14%. Coba bangun jalan tol, berapa tenornya? 20 tahun, padahal harga kapal dan mobil berapa kali ribunya.  Kapal Pelni Rp1,5 triliun. Mau dikasih tenor lima tahun!? Karena ini belum dianggap infrastruktur, nah ini perlu dipikirkan ke depan,” kata dia.</p>
<p>Poin yang keenam, kata dia, pemerataan ekonomi daerah 3TP. Daerah 3TP menjadi tanggung jawab pemerintah agar jaangan sampai menjadi daerah yang tidak pernah terdengar.</p>
<p><strong>Tantangan</strong></p>
<p>Antoni menjelaskan, persebaran konektivitas Kapal perintis. 54% trayek ada di Indonesia Timur. Indonesia Tengah 41 trayek atau 38%. Sisanya di Surabaya 11%. 1 trayek kapal perintis, rata-rata anggarannya Rp12-20 miliar dalam satu tahun.</p>
<p>Adapun rata-rata jarak yang ditempuh 10 ribu kilometer. Jadi kalau dihitung, per kilometer yang disubsidi Rp120 juta. Dibagi dengan jumlah orang dan muatan, murah sekali dibandingkan subsidi Kereta Api, dan Kereta Listrik (KRL).</p>
<p>“Lebih lanjut, dengan 17 ribu pulau yang dimiliki Indonesia, paling tidak dilayani 75 kapal penumpang. Ke depan, dia memberikan masukannya agar kebutuhan kapal-kapal penumpangnya harus <em>multi purpose</em> di mana kreasikan, dan diikuti pendapatan dari kapal logistik yang juga diperbesar,” katanya</p>
<p>Lebih lanjut, perlu pemerataan pembangunan, seperti industri dan kampus pendidikan agar juga bisa merata di Indonesia Timur. Hal ini tentu akan mengurangi disparitas pengiriman barang oleh kapal logistik.</p>
<p>Misalnya ada masalah kapal jalan dari Surabaya ke Ambon, jumlahnya penuh. Kembalinya ke Barat hanya 30%. Hal ini yang menyebabkan harga transportasinya itu masih mahal.</p>
<p>“Kenapa? Karena semua tempat industri dibangunnya sentralisasi. Coba kalau pabriknya dibangun di Ambon, orang pasti berbondong-bondong kerja di sana. Coba kalau pendidikan oke kampus-kampus besar yang ada di Jakarta, dibatasi mahasiswanya hanya 5 ribu, sisanya di buat di Timur. Apa yang terjadi? Sosial bidaya berubah, pengembangan ekonomi berubah. Jadi di sana akan besar dengan sendirinya tanpa kita harus memaksa.</p>
<p>Soal peremajaan kapal, kata dia, juga menjadi tantangan. Selain revitalisasi mahal, memang harus ada keterlibatan pemerintah untuk uang muka. Akan tetapi BUMN juga punya tugas mampu mengembalikannya.</p>
<p>“Ini yang harus dibicarakan, tidak bisa kita beli kapal hanya dikasih tenor pengembalian pinjaman 5 tahun. Negara yang maju di industri pelayarannya, itu tenornya sampai 25 tahun. Singapura <em>deh</em>, kalau bangun kapal pinjem duitnya ke Singapura, akhirnya bayar bunganya ke Singapura. Tidak adauang yang masuk ke kita padahal kapalnya, di Indonesia. Tapi Banknya di Singapura. Kenapa? Dia bisa memberi tenor panjang, dan bunganya murah. Jadi kita mendukung itu, bahwa idenya seperti ini,” ujar dia.</p>
<p>Menurutnya, kalau Ditjen Perhubungan Laut yang harus membiayai beli kapal Rp1,5 triliun kalau dicicil lima tahun, maka setiap tahun mengorbankan sekian ratus kantor pusat yang ada di daerah. Kalau harus dianggarkan pemerintah akan mengurangi rute perintis dan sebagainya.</p>
<p>“Jadi kita mendukung itu kita sampaikan Kemenkeu, Kemenmarinvest juga, Komisi VI DPR RI, itu harus dibantu tetapi tidak serta-merta harus kemudian diberikan uang, yang kemudian BUMN ya sudah enak-enakan. Maka harus ada perubahan komposisi penumpang jumlah kapasitasnya yang ideal berapa, dan pendapatan kapal logistik diperbesar. Sehingga hasil dari kapal logistik ini menutup subsidi kapal penumpang,” katanya.</p>
<p><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/02/pelni-menyertai-santri-melayari-negeri-dan-transformasi-infrastrukur-pelayaran-untuk-keadilan">Pelni Menyertai Santri Melayari Negeri, dan Transformasi Infrastrukur Pelayaran untuk Keadilan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Political Enterpreunership</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/27/political-enterpreunership</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jun 2024 13:49:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Emanuel Subangun]]></category>
		<category><![CDATA[kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Orde baru]]></category>
		<category><![CDATA[Political Enterpreunership]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=422242</guid>

					<description><![CDATA[<p>ISTILAH Political Enterpreunership, saya ambil dari Emanuel Subangun (pemerhati sosial budaya), yang dapat di definisikan sebagai kegiatan politik yang dilandasi oleh jiwa enterpreunership, yaitu jiwa kewirausahaan, dan secara operasional adalah, segala aspek kegiatan politik dan segala sesuatunya selalu dilandasi oleh aspek bisnis. Akan kita coba untuk me-review lagi, tatkala awal mula era Reformasi, bahwa ketika [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/27/political-enterpreunership">Political Enterpreunership</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ISTILAH</strong> Political Enterpreunership, saya ambil dari Emanuel Subangun (pemerhati sosial budaya), yang dapat di definisikan sebagai kegiatan politik yang dilandasi oleh jiwa enterpreunership, yaitu jiwa kewirausahaan, dan secara operasional adalah, segala aspek kegiatan politik dan segala sesuatunya selalu dilandasi oleh aspek bisnis.</p>
<p>Akan kita coba untuk me-review lagi, tatkala awal mula era Reformasi, bahwa ketika sebelum reformasi, Pemerintah dipegang oleh rezim Orde Baru, dimana penerapan kegiatan ke-pemerintahannya menganut sistem Sentralisasi, yang cenderung absolut.<br />
Segala hal aktivitas daerah, harus menunggu “petunjuk dari pusat”.</p>
<p>Oleh karena itu dari sistem ini, maka secara operasional kebijakan Presiden cenderung “otoriter”. Sehingga banyak hal yang telah di canangkan oleh rezim Orba, agar semua aspek tersentral ke kebijakan pusat, maka bisa dicontohkan: dari Bapak Pembangunan, Azas Tunggal, dan lain sebagainya.</p>
<p>Dari sini justru masyarakat semakin tidak percaya oleh Presiden waktu itu. Oleh karenanya semua komponen rakyat Indonesia melakukan upaya untuk melengserkan Suharto dari Presiden RI. Kemudian pasca pelengseran Suharto, era selanjutnya dinamakan era Reformasi, dimana semua pola kepemerintahan Orde Baru benar-benar di rubah, yang harapannya menyesuaikan dengan UUD ’45.</p>
<p>Orde Reformasi akhirnya ditandai dengan Otonomi Daerah, yang sebelumnya digagas oleh Prof. Ryas Rasyid. Otonomi Daerah ditandai oleh model pemilihan Presiden/Wakil Presiden, Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota, dengan cara pilihan rakyat secara langsung.</p>
<p>Namun masih ada masa transisi dlm pemilihan Pilpres, PilGub dan Pilkada yang masih melalui MPR RI, DPRD I maupun DPRD II, yaitu ketika era Presiden BJ. Habibie (meneruskan dari Presiden Suharto), Abdul Rahman Wahid (MPR RI), Megawati (meneruskan Presiden Abdul Rahman Wahid), dan setelah itu Pilpres sudah melalui pilihan Rakyat pemilihan rakyat secara langsung.</p>
<p>Dengan terbitnya UU No:32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka mulai dari sini Pilpres, Pilgub dan Pilkada, sudah menggunakan pemilihan langsung oleh rakyat.</p>
<p>Adapun pada Bab I Pasal 1: (1) Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintah negara republik Indonesia sebagaimana diamaksud dalam UUD RI tahun 1945.</p>
<p>(2), Pemerintah Daerah adalah penyelenggara urusan pemerintah oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi daerah dan tugas perbantuan dengan prinsip otonomi seluasluasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD RI tahun 1945.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/27/political-enterpreunership">Political Enterpreunership</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>STMIK Himsya Gandeng Kadin Kota Semarang Kerja Sama Kewirausahaan bagi Mahasiswa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/31/stmik-himsya-gandeng-kadin-kota-semarang-kerja-sama-kewirausahaan-bagi-mahasiswa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jan 2024 11:23:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Kadin Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[kerja sama]]></category>
		<category><![CDATA[Program mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[STMIK Himsya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=396623</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Himsya jalin sinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, untuk mendukung berbagai program yang bermanfaat bagi mahasiswa, tenaga pendidik, dan dunia industri. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Ketua Kadin Semarang, H.Arnaz Andrarasmara dan Ketua STMIK [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/31/stmik-himsya-gandeng-kadin-kota-semarang-kerja-sama-kewirausahaan-bagi-mahasiswa">STMIK Himsya Gandeng Kadin Kota Semarang Kerja Sama Kewirausahaan bagi Mahasiswa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Himsya jalin sinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, untuk mendukung berbagai program yang bermanfaat bagi mahasiswa, tenaga pendidik, dan dunia industri.</p>
<p>Hal itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Ketua Kadin Semarang, H.Arnaz Andrarasmara dan Ketua STMIK Himsya, Septia Lutfi yang berlangsung di Hotel Daffam, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/1/2024).</p>
<p>Kegiatan juga dihadiri dari Kadin Kota Semarang, Wakil Ketua Standarisasi Pendidikan &amp; Sertifikasi Kompetens Esti Widsyandari,  Henry Pelupessy dan lainnya.</p>
<p>Arnaz menyampaikan, kerja sama ini adalah memberikan kontribusi berupa pengalaman dari para pengusaha yang tergabung dalam Kadin Semarang, serta memberikan bekal kepada mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja, baik sebagai pegawai, dosen, atau pun pengusaha.</p>
<p>Ia menegaskan, tujuan utama adalah membentuk semangat kewirausahaan atau jiwa berwirausaha di kalangan mahasiswa.</p>
<p>&#8220;Fokusnya adalah memberikan kontribusi pengalaman-pengalaman para teman-teman pengusaha yang ada di Kadin Semarang, sehingga bisa menjadi bekal buat teman-teman mahasiswa saat nanti mereka keluar dari kampus, agar mahasiswa memiliki spirit of entrepreneurship,&#8221; kata Arnaz.</p>
<p>Arnaz berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi positif, terutama dalam memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/31/stmik-himsya-gandeng-kadin-kota-semarang-kerja-sama-kewirausahaan-bagi-mahasiswa">STMIK Himsya Gandeng Kadin Kota Semarang Kerja Sama Kewirausahaan bagi Mahasiswa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>