<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bahasa jawa Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/bahasa-jawa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Nov 2025 11:52:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>bahasa jawa Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Balai Bahasa Jateng Jalin Kerja Sama dengan MGMP Bahasa Jawa SMP</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/04/balai-bahasa-jateng-jalin-kerja-sama-dengan-mgmp-bahasa-jawa-smp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 11:52:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Bahasa Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Teknis]]></category>
		<category><![CDATA[Muatan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Musyawarah Guru Mata Pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Mendalam]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=505519</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah (BBJT), belum lama ini menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Jawa. Kegiatan yang dilakukan di Aula Cipto Mangunkusumo, BBJT, Ungaran, Kabupaten Semarang itu, bersamaan dengan dilakukannya penandatanganan Rencana Kerja Sama (RKS) antara MGMP Bahasa Jawa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/04/balai-bahasa-jateng-jalin-kerja-sama-dengan-mgmp-bahasa-jawa-smp">Balai Bahasa Jateng Jalin Kerja Sama dengan MGMP Bahasa Jawa SMP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah (BBJT), belum lama ini menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Jawa.</p>
<p>Kegiatan yang dilakukan di Aula Cipto Mangunkusumo, BBJT, Ungaran, Kabupaten Semarang itu, bersamaan dengan dilakukannya penandatanganan Rencana Kerja Sama (RKS) antara MGMP Bahasa Jawa SMP Jateng dan BBJT.</p>
<p>Dalam kesempatan itu pula, dilakukan penyerahan piagam penghargaan dari Bupati Rembang dan MGMP Bahasa Jawa SMP Jateng, kepada BBJT. Hadir dalam acara itu, Kepala BBJT Dwi Laily Sukmawati SPd MHum, Kepala Subbagian Umum Andy Rahmadi Santoso SKom, serta Koordinator Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra, Shintya MS.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/04/fakta-mengejutkan-ada-187-titik-hotspot-lgbt-di-kudus-jadi-pemicu-hiv-aids">Fakta Mengejutkan! Ada 187 Titik Hotspot LGBT di Kudus Jadi Pemicu HIV/AIDS</a></strong></p>
<p>Dalam keterangan tertulisnya, Dwi Laily mengatakan, pihaknya saat ini berinovasi dengan Senarai Istilah Budaya Jawa (Sibaja) Masuk Sekolah (SMS).</p>
<p>Sibaja sendiri dilengkapi dengan modul, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan permainan interaktif, yang dapat diakses di aplikasi. Saat ini BBJT terus menyosialisasikan Sibaja ke sekolah-sekolah di Jateng.</p>
<p>&#8221;LKS-nya juga berjenjang, dari SD, SMP, hingga SMA. Jadi, silakan nanti disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di sekolah masing-masing,&#8221; kata Dwi Laily.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/04/percepat-surutnya-banjir-pemkot-semarang-tambah-pompa-kapasitas-1-000-liter-detik">Percepat Surutnya Banjir, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter/Detik</a></strong></p>
<p>Dia berharap, MGMP Bahasa Jawa SMP Jateng, dapat menyumbangkan kosakata yang khas di daerah masing-masing, ke dalam kamus budaya itu. Kemudian, kosakata itu dikenalkan kepada peserta didik.</p>
<p>&#8221;Kepada bapak, ibu yang aktif menulis, Balai Bahasa Jateng memiliki dua majalah, Karas dan Swaratama, majalah sastra dan bahasa. Silakan yang ingin mengisi di kedua majalah itu bisa menghubungi kami,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Jawa SMP Jateng, Trimo SPd MPd menyampaikan, kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/04/pemkot-semarang-hadirkan-festival-wayang-semesta-di-simpang-lima">Pemkot Semarang Hadirkan Festival Wayang Semesta di Simpang Lima</a></strong></p>
<p>&#8221;Ada pertanyaan dari daerah, kenapa sekarang sinden disuruh melatih macapat, lalu pranatacara disuruh melatih pidato bahasa Jawa. Ya, itu semua karena manfaat dari FTBI yang sudah terasa di masyarakat,&#8221; ungkap dia Trimo.</p>
<p>Dengan adanya revitalisasi bahasa daerah yang difasilitasi BBJT, MGMP Bahasa Jawa SMP Jateng dapat melakukan kegiatan untuk saling berkomunikasi dan berdiskusi, dalam program itu.</p>
<p>&#8221;Alhamdulillah, berkat adanya revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan Balai Bahasa Jateng, kita dapat berkumpul seperti ini,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/04/balai-bahasa-jateng-jalin-kerja-sama-dengan-mgmp-bahasa-jawa-smp">Balai Bahasa Jateng Jalin Kerja Sama dengan MGMP Bahasa Jawa SMP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BBPJT Ajak Generasi Muda Tidak Malu Gunakan Bahasa Jawa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/15/bbpjt-ajak-generasi-muda-tidak-malu-gunakan-bahasa-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2025 23:46:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[BBPJT]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gunakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=465454</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menggaungkan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) melalui berbagai upaya. Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati bersama Koordinator KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Shintya, belum lama ini. Laily menyampaikan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/15/bbpjt-ajak-generasi-muda-tidak-malu-gunakan-bahasa-jawa">BBPJT Ajak Generasi Muda Tidak Malu Gunakan Bahasa Jawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menggaungkan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) melalui berbagai upaya.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati bersama Koordinator KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Shintya, belum lama ini.</p>
<p>Laily menyampaikan, program RBD menjadi salah satu upaya dari Balai Bahasa untuk pelestarian dan pengembangan bahasa daerah melalui pewarisan kepada generasi muda. “Revitalisasi bahasa daerah sangat penting karena berkaitan dengan bahasa ibu, khususnya yang ada di Provinsi Jawa Tengah,” ujar Laily.</p>
<p>Laily menjelaskan, RBD merupakan upaya pelestarian bahasa daerah mencakupi berbagai tahapan yang harus dilaksanakan. Tahapan-tahapan itu adalah koordinasi dan diskusi pakar, koordinasi dengan pemerintah daerah, bimbingan teknis (bimtek) pengajar utama dalam penyusunan model pembelajaran, diseminasi atau pengimbasan hasil bimtek kepada siswa SD dan SMP, pemonitoran dan evaluasi, hingga Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).</p>
<p>“Kami mengajak pemerintah daerah untuk bersama-sama terlibat, para sastrawan, pengajar, dan budayawan,” tambahnya.</p>
<p>Program bimtek, lanjut Laily, diikuti oleh para guru dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selama kurang lebih tiga bulan, para guru mengimbaskan pengetahuan tentang bahasa daerah kepada siswa di tingkat SD dan SMP.</p>
<p>“Balai Bahasa kemudian melakukan monitoring oleh tim RBD Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan efektivitas program. Melalui langkah-langkah tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berusaha melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah melalui program-program yang melibatkan berbagai pihak,” jelasnya.</p>
<p>Laily menjelaskan, salah satu tujuan utama RBD adalah menghidupkan bahasa-bahasa daerah kepada penutur muda. Namun, program tersebut juga memiliki tantangan, antara lain, generasi muda enggan menggunakan bahasa daerah dan lebih bangga menggunakan bahasa lain. Tantangan tersebut dilawan tegas dengan slogan Trigatra Bangun Bahasa, yakni utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. Ini diartikan bahwa tidak menutup mata untuk bahasa lain masuk, termasuk bahasa asing, tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi.</p>
<p>“Kita tidak menutup pintu untuk menggunakan variasi bahasa, boleh digunakan asal mereka tahu tempat, dengan siapa, dan kapan bahasa itu digunakan,” terangnya</p>
<p>Sementara itu Shintya mengungkapkan, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan program Revitalisasi Bahasa Daerah sejak tahun 2021. Selama empat tahun program tersebut dijalankan, hasil yang ditunjukkan sangat menggembirakan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/15/bbpjt-ajak-generasi-muda-tidak-malu-gunakan-bahasa-jawa">BBPJT Ajak Generasi Muda Tidak Malu Gunakan Bahasa Jawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Peringatan Hari Bahasa Ibu; Untung Ada Didi Kempot, Denny Caknan, dan Teman-Temannya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/02/21/catatan-peringatan-hari-bahasa-ibu-untung-ada-didi-kempot-denny-caknan-dan-teman-temannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2023 04:51:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Denny Caknan]]></category>
		<category><![CDATA[didi kempot]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Bahasa Ibu Internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=317014</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Widiyartono R TANGGAL 21 Februari ditetapkan menjadi Hari Bahasa Ibu Internasional. Mengapa harus ada Hari Bahasa Ibu. Seberapa pengaruhnya Hari Bahasa Ibu pada Bahasa daerah, khususnya di Indonesia? Penetapan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional berasal dari pengakuan internasional terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh. Resolusi bahasa internasional ini disarankan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/21/catatan-peringatan-hari-bahasa-ibu-untung-ada-didi-kempot-denny-caknan-dan-teman-temannya">Catatan Peringatan Hari Bahasa Ibu; Untung Ada Didi Kempot, Denny Caknan, dan Teman-Temannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignleft wp-image-317018 " src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/02/wied-315x400.jpg" alt="" width="239" height="303" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/02/wied-315x400.jpg 315w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/02/wied-118x150.jpg 118w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/02/wied.jpg 516w" sizes="(max-width: 239px) 100vw, 239px" />Oleh <strong>Widiyartono R</strong></p>
<p><strong>TANGGAL </strong>21 Februari ditetapkan menjadi Hari Bahasa Ibu Internasional. Mengapa harus ada Hari Bahasa Ibu. Seberapa pengaruhnya Hari Bahasa Ibu pada Bahasa daerah, khususnya di Indonesia? Penetapan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional berasal dari pengakuan internasional terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh.</p>
<p>Resolusi bahasa internasional ini disarankan oleh Rafiqul Islam, seorang Bangli yang tinggal di Vancouver, Kanada. Ia menulis surat kepada Sekjen PBB (waktu itu) Kofi Annan pada tanggal 9 Januari 1998, meminta untuk mengambil langkah penyelamatan bahasa dunia dari kepunahan, dengan mendeklarasikan Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day).</p>
<p>Koffi Annan meresponsnya, akhirnya dipilihlah tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Mengapa tanggal 21 Februari dipilih? Ya, pada tanggal 21 Februari 1952, Bangladesh mengalami pembunuhan pada tahun 1952 dalam memperjuangkan bahasa Bangli di Dhaka. Majelis Umum PBB pun meminta negara-negara anggotanya untuk mempromosikan semua bahasa yang digunakan oleh orang-orang di dunia pada tanggal 16 Mei 2009.</p>
<p>Bahasa ibu, demikian sering kita dengar, adalah Bahasa yang pertama kali dikenal oleh anak, yang diajarkan oleh ibunya. Misalnya anak orang Jawa yang tinggal di Jawa, Bahasa ibunya adalah Bahasa Jawa, karena si ibu mengajarkan pertama kali kepada anaknya menggunakan Bahasa Jawa. Setidaknya pada zaman dulu.</p>
<p>Mengapa diperlukan gerakan untuk menyelamatkan bahasa ibu. Ya, tentu saja ada yang kritis pada masalah ini. Di Indonesia saja, misalnya, seberapa banyak bahasa daerah digunakan oleh masyarakatnya. Memang mereka umumnya masih menggunakan Bahasa daerah, tetapi bukan yang utama.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/21/catatan-peringatan-hari-bahasa-ibu-untung-ada-didi-kempot-denny-caknan-dan-teman-temannya">Catatan Peringatan Hari Bahasa Ibu; Untung Ada Didi Kempot, Denny Caknan, dan Teman-Temannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manuk Prenjak Ngganter, Geguritan Widiyartono R</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/28/manuk-prenjak-ngganter-geguritan-widiyartono-r</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2022 12:48:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Bahasa Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[geguritan]]></category>
		<category><![CDATA[puisi jawa]]></category>
		<category><![CDATA[widiyartono r]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=274236</guid>

					<description><![CDATA[<p>Widiyartono R Manuk Prenjak Ngganter Manuke prenjak ngganter Ing pang pelem Sapa sing bakal teka Sapa sing bakal mertamu Manuk-manuk prenjak Apa bener ngabari Menawa ana sing arep dugi Nanging saiki aku sangsi Apa bener manuk prenjak Aweh sasmita Menawa ana tamu arep teka Yen bener arep teka Iki bakal tamuku apa tamune tangga Merga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/28/manuk-prenjak-ngganter-geguritan-widiyartono-r">Manuk Prenjak Ngganter, Geguritan Widiyartono R</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Widiyartono R</strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Manuk Prenjak Ngganter</span></strong></p>
<p>Manuke prenjak ngganter<br />
Ing pang pelem<br />
Sapa sing bakal teka<br />
Sapa sing bakal mertamu</p>
<p>Manuk-manuk prenjak<br />
Apa bener ngabari<br />
Menawa ana sing arep dugi</p>
<p>Nanging saiki aku sangsi<br />
Apa bener manuk prenjak<br />
Aweh sasmita<br />
Menawa ana tamu arep teka</p>
<p>Yen bener arep teka<br />
Iki bakal tamuku apa tamune tangga<br />
Merga manuk prenjak ngganter<br />
Ing panggon kang ora cetha<br />
Sangarep omahku apa omahe tangga</p>
<p>Sm. 1-13102021</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Biyen Desa Saiki Kutha</strong></span></p>
<p>Nalika cilik ing ndesa<br />
Omah gedhe latare amba<br />
Tegalan lan sawah bawera</p>
<p>Saiki omah ing kutha<br />
Cilik lan sarwa prasaja<br />
Latare wae ora ana</p>
<p>Daktandur lombok tomat terong<br />
Ing tritisan lan pager dalan<br />
Supaya aku isih krasa<br />
Kaya urip nalika ing padesan</p>
<p>Sm. 2-13102021</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Ing Sawijining Wektu</strong></span></p>
<p>Ing sawijining wektu<br />
Bakal dakeling kedadeyan iku<br />
Ing sawijining wektu<br />
Nalika dakaras pipimu</p>
<p>Sliramu eling papan iku?<br />
Sliramu eling kapan iku?<br />
Sliramu eling sapa ing sakupengmu?</p>
<p>Ing sawijining wektu<br />
Nalika sliramu kelingan aku<br />
Sambaten jenengku aku<br />
Aku tansah ngantu-antu</p>
<p>Sm. 3-13102021</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Antarane Ahmad Yani-Tjilik Riwut</strong></span></p>
<p>Saka papan iki<br />
Aku arep kokjak mabur nyang ngendi<br />
Manuk wesi amba swiwi<br />
Wis sumadya nguntal mami<br />
Mabur ngideri bumi</p>
<p>Saka papan iki<br />
Aku arep kokgabur ing ngendi<br />
Langit biru kokideri<br />
Mega putih koksambangi<br />
Mega peteng kokdhadhagi</p>
<p>Ing ngisor samodra wis diliwati<br />
Ganti alas ijo lan pedhut mapagi<br />
Alon-alon banjur katon<br />
Dharatan suketan lan kebon</p>
<p>Saya mudhun saya mudhun<br />
Rodha nggesut ing aspal dawa<br />
Swiwi nyrepeg lakune mandheg<br />
Lawang binuka sikil njangkah tanpa swara</p>
<p>Aku nembe wae<br />
Nyabrang segara</p>
<p>Sm. 4-13102021</p>
<figure id="attachment_274238" aria-describedby="caption-attachment-274238" style="width: 321px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="wp-image-274238 size-medium" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/nanoo-321x400.jpg" alt="" width="321" height="400" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/nanoo-321x400.jpg 321w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/nanoo-120x150.jpg 120w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/nanoo.jpg 480w" sizes="(max-width: 321px) 100vw, 321px" /><figcaption id="caption-attachment-274238" class="wp-caption-text">foto: dok pribadi</figcaption></figure>
<p><em>Widiyartono R, penggurit lan wartawan suarabaru.id</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/28/manuk-prenjak-ngganter-geguritan-widiyartono-r">Manuk Prenjak Ngganter, Geguritan Widiyartono R</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahasa Jawa Mengajarkan Sopan Santun, Etika, dan Estetika</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/09/15/bahasa-jawa-mengajarkan-sopan-santun-etika-dan-estetika</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/09/15/bahasa-jawa-mengajarkan-sopan-santun-etika-dan-estetika#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2021 08:03:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Balai bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=197790</guid>

					<description><![CDATA[<p>SOLO (SUARABARU.ID)&#8211; Sebanyak 140 peserta mengikuti Diseminasi Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Sekolah Dasar dan Menengah Provinsi Jawa Tengah, yang digelar di Hotel Lor In, Solo, pada Senin-Kamis (13—16/9/2021). Kegiatan yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jateng itu, dibagi dalam empat kelas. Yakni dua kelas guru SD dan dua kelas guru SMP. Peserta terdiri dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/15/bahasa-jawa-mengajarkan-sopan-santun-etika-dan-estetika">Bahasa Jawa Mengajarkan Sopan Santun, Etika, dan Estetika</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SOLO (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sebanyak 140 peserta mengikuti Diseminasi Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Sekolah Dasar dan Menengah Provinsi Jawa Tengah, yang digelar di Hotel Lor In, Solo, pada Senin-Kamis (13—16/9/2021).</p>
<p>Kegiatan yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jateng itu, dibagi dalam empat kelas. Yakni dua kelas guru SD dan dua kelas guru SMP. Peserta terdiri dari guru bahasa Jawa SMP dan guru pemandu muatan lokal sekolah dasar, dari Kabupaten/Kota yang ada di Jateng.</p>
<p>Kepala Balai Bahasa Provinsi Jateng, Dr Ganjar Harimansyah mengatakan, upaya pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, memerlukan sinergi dari para pemangku kepentingan. Guru mata pelajaran bahasa Jawa menjadi ujung tombak keberhasilan pelestarian bahasa di dunia pendidikan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/09/15/target-memvaksin-6-000-santri-api-tegalrejo-tercapai/">Target Memvaksin 6.000 Santri API Tegalrejo Tercapai</a></strong></p>
<p>&#8221;Berdasarkan pengalaman revitalisasi bahasa di berbagai negara, revitalisasi bahasa berbasis pendidikan di sekolah sangat efektif. Ini untuk menjamin keberlangsungan upaya pelestarian bahasa daerah yang berkesinambungan,&#8221; kata Ganjar, dalam acara pembukaan.</p>
<p>Setelah kegiatan diseminasi atau kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu, agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi itu, jelas Ganjar, dihasilkan suatu output model pembelajaran bahasa dan sastra Jawa, untuk tingkat SD dan SMP.</p>
<p>&#8221;Peserta diharapkan bisa mendiskusikan model pembelajaran yang tepat dan inovatif, untuk peserta didik. Yakni model pembelajaran menulis dan membaca aksara Jawa, membaca dan menulis geguritan, pidato, undha usuk, dan mendongeng,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/09/15/mahasiswa-unisnu-dampingi-industri-rumahan-urus-perijinan/">Mahasiswa Unisnu Dampingi Industri Rumahan Urus Perijinan</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, Abdul Haris Alamsyah, menyampaikan, bahasa Jawa menjadi pintu masuk pendidikan karakter, karena bahasa Jawa mengajarkan sopan santun, etika, dan estetika.</p>
<p>Menurut dia, bahasa Jawa dapat dilestarikan dan dikembangkan, jika dibiasakan penggunaannya dalam berkomunikasi sehari-hari.</p>
<p>&#8221;Kita harus rumangsa melu handarbeni, merasa memiliki, terhadap bahasa kita sendiri, bahasa Jawa. Jangan sampai orang luar yang malah menggunakan dan mempelajarinya,&#8221; ungkap Alamsyah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/09/15/korea-utara-tembakan-rudal-balistik-dari-pantai-timur/">Korea Utara Tembakan Rudal Balistik dari Pantai Timur</a></strong></p>
<p>Dia berharap, bahasa Jawa diajarkan dan dilestarikan di Kota Surakarta dan di Kabupaten/Kota lain di Jateng. Guru master atau guru utama yang terlatih, harus bisa menyampaikan kepada guru-guru lain di daerahnya.</p>
<p>&#8221;Guru harus membimbing membaca dan menulis aksara Jawa, serta membimbing tata krama kepada peserta didik. Dengan begitu, diperoleh pengetahuan, keterampilan, dan karakter secara baik,&#8221; jelasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/15/bahasa-jawa-mengajarkan-sopan-santun-etika-dan-estetika">Bahasa Jawa Mengajarkan Sopan Santun, Etika, dan Estetika</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/09/15/bahasa-jawa-mengajarkan-sopan-santun-etika-dan-estetika/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahasa Jawa Dikhawatirkan Kian Lama Kian Menghilang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/09/05/bahasa-jawa-dikhawatirkan-kian-lama-kian-menghilang</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/09/05/bahasa-jawa-dikhawatirkan-kian-lama-kian-menghilang#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2021 11:37:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Balai bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=195531</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sebanyak 30 orang yang terdiri dari pengajar dari beberapa perguruan tinggi serta guru-guru SMP di Jateng, mengikuti diskusi dengan tema &#8216;Koordinasi Calon Pengajar Penyusunan Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah di Sekolah se-Jawa Tengah&#8217;. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (3—5/9/2021), di Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang. Peserta diskusi berasal dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/05/bahasa-jawa-dikhawatirkan-kian-lama-kian-menghilang">Bahasa Jawa Dikhawatirkan Kian Lama Kian Menghilang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sebanyak 30 orang yang terdiri dari pengajar dari beberapa perguruan tinggi serta guru-guru SMP di Jateng, mengikuti diskusi dengan tema &#8216;Koordinasi Calon Pengajar Penyusunan Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah di Sekolah se-Jawa Tengah&#8217;.</p>
<p>Kegiatan ini digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (3—5/9/2021), di Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang. Peserta diskusi berasal dari Unnes, UNS, Upgris, Universitas Widya Dharma (Unwidha/Klaten), Universitas Veteran Bangun Nusantara (Sukoharjo), serta beberapa peneliti di Balai Bahasa Provinsi Jateng.</p>
<p>Kepala Balai Bahasa Provinsi Jateng, Dr Ganjar Harimansyah mengatakan, generasi milenial memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap eksistensi bahasa daerah. Hasil penelitian vitalitas bahasa Jawa di Jateng pada 2019, dengan sampel delapan wilayah perbatasan menyebutkan, bahasa Jawa berstatus rentan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/09/05/kapolda-apresiasi-warga-purworejo-yang-berhasil-tangkap-begal-payudara/">Kapolda Apresiasi Warga Purworejo yang Berhasil Tangkap Begal Payudara</a></strong></p>
<p>&#8221;Rentan dalam hitungan angka vitalitas masuk dalam status ‘stabil tetapi perlu dirawat’. Status itu sepertinya dalam posisi aman. Akan tetapi jika dibiarkan, status itu akan bergerak pada kemunduran, dan kemudian terancam,&#8221; kata Ganjar dalam diskusi hari terakhir, Minggu (5/9/2021).</p>
<p>Apabila hal itu terjadi, lanjut Ganjar, nasib bahasa Jawa hanya akan lekat di ingatan, tetapi kian lama menghilang. Salah satu hal yang layak dijadikan bahan diskusi adalah, penggunaan bahasa Jawa sebagai muatan lokal di sekolah di Kabupaten/Kota di Jateng.</p>
<p>&#8221;Materi muatan lokal bahasa Jawa, salah satunya adalah tulisan aksara Jawa. Jika dihitung dengan jari, penutur Jawa yang menguasai aksara Jawa mungkin tidak lengkap lima jari di satu sekolah,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/09/05/kajari-kudus-politik-uang-saat-pilkades-sebabkan-korupsi-dana-desa/">Kejari Kudus Terus Incar Kasus Pelanggaran Dana Desa</a></strong></p>
<p>Ganjar menambahkan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Jateng, mengupayakan model pelindungan bahasa dan sastra Jawa sebagai sumbangan signifikan, dalam upaya pelindungan dan pengembangan bahasa dan sastra daerah. Bahasa dan sastra daerah merupakan aset yang memiliki peran signifikan dalam memperkaya aset budaya Nasional.</p>
<p>&#8221;Kami akan menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu pada bulan Oktober 2021, sehingga menghasilkan tunas-tunas bahasa ibu di Jawa Tengah. Untuk itu, kami akan mengawalinya dengan Pelatihan Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Tunas Bahasa Ibu,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Sementara itu, Supardjo, dosen UNS menyatakan, aksara Jawa memang tidak digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari, sebagaimana aksara Jepang, misalnya. Oleh karena itu, diperlukan pola pengajaran yang lebih inovatif, agar generasi muda tertarik belajar aksara Jawa.</p>
<p>&#8221;Selain aksara Jawa, penguasaan bahasa Jawa juga berkaitan dengan sastra dan budaya Jawa yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda. Banyak ragam sastra Jawa yang memiliki nilai moral yang bisa diturunkan, dan menjadi bekal pendidikan moral generasi muda,&#8221; ujar pakar bahasa dan sastra Jawa itu.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/05/bahasa-jawa-dikhawatirkan-kian-lama-kian-menghilang">Bahasa Jawa Dikhawatirkan Kian Lama Kian Menghilang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/09/05/bahasa-jawa-dikhawatirkan-kian-lama-kian-menghilang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>53</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nasib Bahasa Jawa sebagai Bahasa Ibu Kita</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/22/nasib-bahasa-jawa-sebagai-bahasa-ibu-kita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2021 07:59:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Unissula]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Jawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=150788</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nasib Bahasa Jawa sebagai Bahasa Ibu Kita Oleh Meilan Arsanti, M. Pd. PENGGUNAAN bahasa Jawa di bandara Dubai menjadi kebanggaan sendiri bagi masyarakat Indonesia khususnya bagi masyarakat suku Jawa. Sebagian besar masyarakat suku Jawa menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa Ibu. Mengutip dari lama Wikipedia, bahasa Ibu dalam bahasa Inggris disebut native language adalah bahasa pertama [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/22/nasib-bahasa-jawa-sebagai-bahasa-ibu-kita">Nasib Bahasa Jawa sebagai Bahasa Ibu Kita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Nasib Bahasa Jawa sebagai Bahasa Ibu Kita</strong></span></p>
<p style="text-align: center;">Oleh Meilan Arsanti, M. Pd.</p>
<p><strong>PENGGUNAAN</strong> bahasa Jawa di bandara Dubai menjadi kebanggaan sendiri bagi masyarakat Indonesia khususnya bagi masyarakat suku Jawa. Sebagian besar masyarakat suku Jawa menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa Ibu. Mengutip dari lama Wikipedia, bahasa Ibu dalam bahasa Inggris disebut <em>native language</em> adalah bahasa pertama yang dikuasai atau diperoleh anak. Di mana pun anak itu lahir, kemudian ia memeroleh atau menguasai bahasa pertamanya maka bahasa yang dikuasai itu merupakan bahasa Ibu. Apakah itu bahasa daerah, bahasa nasional, hingga bahasa internasional misalnya bahasa Inggris. Pada umumnya bahasa pertama yang dikuasai seorang anak adalah bahasa Ibu (bahasa daerahnya) bukan bahasa nasional atau internasional. Bahasa ibu yang digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia adalah bahasa daerah (Jawa) khusunya bagi masyarakat Jawa.</p>
<p>Bahasa Jawa merupakan warisan luhur yang terancam punah setiap harinya. Menurut data Unesco, setiap dua minggu sebuah bahasa menghilang dengan membawa seluruh warisan budaya dan intelektual. Setidaknya 43 persen dari sekitar 6.000 bahasa yang digunakan di dunia terancam punah.  Kita bisa melihat bahwa saat ini generasi muda sudah sangat jarang yang menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi. Padahal sesuai tradisi Jawa jika berbicara kepada orang tua atau yang lebih dihormati seorang anak diharuskan menggunakan bahasa Jawa krama. Penggunaan bahasa Jawa krama tersebut sebagai wujud unggah-ungguh yang dijunjung tinggi masyarakat suku Jawa.</p>
<p><strong>Gempuran Moderniasai</strong></p>
<p>Di tengah gempuran arus modernisasi kebaradaan bahasa Jawa terancam punah. Segala upaya telah dilakukan Pemerintah Indonesia untuk mempertahankan dan melestarikan bahasa Jawa. Salah satu upayanya dengan mewajibkan pelajaran Bahasa Jawa pada kurikulum sebagai mata pelajaran muatan lokal. Walaupun demikian, siswa sekolah saat ini pun sedikit sekali yang fasih menggunakan bahasa Jawa (krama). Mereka hanya paham kata <em>nggeh</em> dan <em>mboten</em> karena motivasi mempelajari bahasa Jawa dengan sungguh-sungguh sangat rendah. Anggapan bahwa anak yang menggunakan bahasa Jawa sebagai anak culun dan tidak gaul juga menjadi sebab rendahnya motivasi mempelajari bahasa Jawa di sekolah.</p>
<p><strong>Pola Asuh Keluarga </strong></p>
<p>Selain gempuran modernisasi, pola asuh keluarga juga berperan dalam melestarikan bahasa Jawa. Dahulu masyarakat suku Jawa mengajarkan anaknya berbicara menggunakan bahasa Jawa krama. Akan tetapi, saat ini para orang tua dari suku Jawa sekalipun sudah sangat jarang yang mengajarkan bahasa Jawa kepada anak-anaknya. Para orang tua masa kini lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa Inggris. Tentu saja anak-anak mereka lebih fasih menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan menggunakan bahasa Jawa. Bahkan ada anak yang sama sekali tidak mengerti bahasa Jawa walaupun dia berasal dari suku Jawa.</p>
<p><strong>Lingkungan </strong></p>
<p>Jika seorang anak dibersarkan dari keluarga yang menjunjung tinggi adat dan istiadat Jawa, maka setidaknya masih bisa berkomunikasi dengan bahasa Jawa minimal di lingkup keluarga. Akan tetapi, jika seorang anak dibesarkan di lingkungan yang tidak mendukung berkomunikasi dengan bahasa Jawa, maka meskipun seorang anak dididik menggunakan bahasa Jawa lambat laun dia akan terbawa lingkungannya.</p>
<p>Ketiga faktor tersebut memberikan andil terhadap punahnya bahasa Jawa. Lalu bagaimana nasib bahasa Jawa sebagai bahasa ibu sebagain besar masyarakat Indonesia? Ada nasihat bijak dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa bahwa utamakan bahasa Indonesia dengan tetap melestarikan bahasa daerah dan mempelajari bahasa asing. Dengan diperingatinya bahasa ibu internasional pada 21 Februari 2021 ini semoga dapat menumbuhkan kembali kecintaan kita kepada bahasa daerah (Jawa) dengan cara melestarikannya. Jangan sampai keluhuran bahasa Jawa hilang ditelan bumi sehingga generasi kita selanjutnya tidak mengenal bahasa Jawa sama sekali. ( <em>Penulis: Meilan Arsanti, M. Pd./Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Unissula</em>)</p>
<p><strong>Suarabaru.id</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/22/nasib-bahasa-jawa-sebagai-bahasa-ibu-kita">Nasib Bahasa Jawa sebagai Bahasa Ibu Kita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinau Basa Jawa ing Media Sosial</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/31/sinau-basa-jawa-ing-media-sosial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2021 15:33:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Bahasa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan bahasa jawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=143906</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dening: Widiyartono R BASA Jawa ing wektu saiki pancen saya mrihatinake. Pancen basa Jawa isih ana, isih urip, isih digunakake. Nanging, umpamane montor, iki montor tuwa sing ora tau diopeni. Ora tau diservis, nanging dinggo terus. Sing nganggo ya ra mikir, oline isih apa ora, pirantine isih apik apa ora, mesine isih nggenah apa ora. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/31/sinau-basa-jawa-ing-media-sosial">Sinau Basa Jawa ing Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;">Dening:<strong> Widiyartono R</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="wp-image-143907 size-thumbnail alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/widi-topi-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/widi-topi-150x150.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/widi-topi-400x400.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/widi-topi.jpg 600w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />BASA </strong>Jawa ing wektu saiki pancen saya mrihatinake. Pancen basa Jawa isih ana, isih urip, isih digunakake. Nanging, umpamane montor, iki montor tuwa sing ora tau diopeni. Ora tau diservis, nanging dinggo terus. Sing nganggo ya ra mikir, oline isih apa ora, pirantine isih apik apa ora, mesine isih nggenah apa ora. Sing penting dipancal wae.</p>
<p>Taun 80-an, Prof. Dr. Sunardji mahadwija ing IKIP Semarang (saiki Unnes-Universitas Negeri Semarang) ngendika menawa basa Jawa bakal mati. Aku kelingan, wektu kuwi taun 80-an akir, nuju taun 1990. Sajake Prof Nardji “nggetak” wong Jawa, mirunggane sing isih nggunakake basa Jawa. Digetak supaya kaget, supaya eling menawa basa Jawa isih ana.</p>
<p>Mula ya pancen akeh sing kaget. Akeh sing ora percaya, akeh sing nulak pangandikane Prof Nardji. Lha, nalika wong digetak kareben eling karo basa Jawa kuwi, ora let suwe bakal dianakake Kongres Basa Jawa kapisan. Ya, Kongres Basa Jawa kapisan itu sida kaleksanan ing Hotel Patra Jasa Semarang, tanggal 15 nganti 20 Juli 1991. Aku nganggep “getakane” swargi Prof Nardji kuwi kanggo pemanasa Kongres Basa Jawa Kapisan.</p>
<p>Kongres iku digagas dening para winasis kang kagungan kawigaten ing basa lan kabudayan Jawa kayata (Prof. Dr.Dr.) Soetomo W.E., (Prof. Dr.) Sunardji, Dr. (HC) R.M.A. Sudi Yatmana, Drs. Setyadji Pantjawidjaja, Drs. Sutadi, lan liya-liyane. Ngeramake maneh, Presiden Soeharto kersa rawuh lan mbukak kongres kuwi.</p>
<p>Kebeneran, kang ngasta Gubernur Jawa Tengah wektu kuwi Pak Ismail sing kagungan visi “Strategi Wawasan Identitas Jawa Tengah”. Bab kabudayan Jawa, kalebu basa Jawa pancen nyondhongi visi kuwi. Mula banjur ada pranata Badan Pengkajian Kebudayaan Jawa Tengah kanthi penggerake  ya para piyayi winasis sing kasebut ing ngarep kuwi.</p>
<p>Penulis sing isih “wartawan cilik” sering ndherek yen ana acara-acara kaya dene seminar, sosialisasi, lan liya-liyane sing ana sambung-rapete kaya basa lan kabudayan Jawa. Kanggone bocah ndesa kaya aku, sing pancen wis kulina caturan nganggo basa Jawa, seneng nuthuk gamelan, nonton jathilan, wayang, kethoprak, lan liya-liyane kok dadi cocok. Basa saiki, ana <em>chemistry</em>-ne. Bisa uga kasebut, iki <em>passion-</em>ku.</p>
<p>Sekolahku pancen ora ing jurusan Bahasa/Sastra Jawa, nanging jurusan Sastra Indonesia. Nanging merga aku pancen seneng basa, kawruh sing tak temu ing pamulangan bab <em>bahasa</em> ya nyocogi kanggo nyinau basa Jawa. Apa maneh aku bocah ndesa, sing wis wiwit cilik wajib nggunakake basa Jawa. Dadi anggone sinau ya ora nemen-nemen kangelan, merga bab unggah-ungguh, undha-usuk ing basa Jawa ora kudu tak sinau ing pamulangan.</p>
<p>Ya, mesthi wae, sebab ing brayat aku diwajibake basa krama karo sing luwih sepuh ing yuswa. Ora mung marang bapak, ibu, apa maneh embah. Karo pak dhe, bu dhe, pak lik, bu lik, uga karo sapa wae sing ngrewangi nggarap sawahe embah. Aku kudu basa. Mula tekan saiki, karo mas, mbak, adhik-adhik putra-putrane pak dhe utawa pak lik ya tetep basa.</p>
<figure id="attachment_143912" aria-describedby="caption-attachment-143912" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-143912 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/mardiyanto.jpg" alt="" width="681" height="427" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/mardiyanto.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/mardiyanto-400x251.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/mardiyanto-150x94.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-143912" class="wp-caption-text">Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto nalika paring pangandikan ing Kongres Bahasa Jawa taun 2006 ing Semarang. Foto: Ist</figcaption></figure>
<p><strong>Merga Kahanan</strong></p>
<p>Pancen dadi lucu yen dijejerake karo bocah saiki. Karo mbahe, pakdhe, budhe, paklik, bulik apa maneh karo bapak-ibune ora pada basa. Nanging aja nyalahake bocah. Miturut aku, sing salah kuwi kahanan. Nalika pamarentah ngilangi peraturan bab pamulangan kanggo bocah kelas 1 nganti kelas 3 SD nganggo “bahasa pengantar bahasa daerah”, lan diganti nganggo basa Indonesia, ya kuwi wiwitane basa Jawa wiwit ora kopen.</p>
<p>Pelajaran basa Jawa pancen ya isih ana ing sekolahan, nanging ya mung kanggo ganep-ganep. Mula mung dijenengake “muatan lokal”. Gurune ya akeh sing dudu guru basa Jawa. Malah ana kancaku, lulusan jurusan matematika “dipeksa” mulang basa Jawa ing sawijining SMA Negeri ing Semarang. Merga piyayine ya pancen wasis basa Jawa, lan ya paham bab bausastra Jawa.</p>
<figure id="attachment_143911" aria-describedby="caption-attachment-143911" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-143911" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/wedhus.jpg" alt="" width="681" height="580" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/wedhus.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/wedhus-400x341.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/wedhus-150x128.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-143911" class="wp-caption-text">Ngene iki ya duwung mesthi tenanan. Bisa uga hoaks. Nangin pancen, bocah cilik saiki akeh siang ora paham basa JAwa. Foto: Ist</figcaption></figure>
<p>Bareng ana guru basa Jawa “sing tenanan” lulusan jurusan pendidikan guru Basa Jawa, nanging nyuwun ngapunten, guru-guru kuwi umume ora paham basa Jawa. Pancen paham bab “ilmu bahasa/linguistik Jawa”. Nanging, ing bab pacelathon (<em>conversation</em>) wadhuh, terus terang nggrantesake tenan.</p>
<p>Penulis tau nggarap penerbitan majalah basa Jawa. Ana sawatara tulisan kirimane para guru basa Jawa. Eman tenan, basane (nuwun sewu) ra karu-karuwan. Sing mesthi bab ejaan, panulise umume ora digatekake. Sing kudune /a/ ditulis /o/, sing kudune /dh/ ditulis /d/, /th/ ditulis /t/. Apa maneh bab diksi, sing kadhang marakke gemes.</p>
<p>Aku tau uga katimbalan dadi paranpara (narasumber) acara ing sawijining televisi swasta bareng karo sawijining profesor basa Jawa. Wektu iku isih adoh saka mangsa pandhemi, mula bisa uga nekakake watara 15-an mahasiswa jurusan basa Jawa.</p>
<p>Nalika mahasiswa diparingi wektu ngomong, wah tenan nggemesake. <em>“Kula nyuwun ngapunten nggih, nek ting mriki badhe ngendika. Wau Pak Profesor matur …….. </em>(lan sapiturute)”. Ya ora salah, nanging kanggo wong sing kulina nganggo basa Jawa lan paham mesthi keri atine. Lha kuwi disiarke ing tivi ditonton wong akeh, je. Tur kuwi, calon-calon guru basa Jawa.</p>
<p>Nanging aku ngemutake, ngene iki aja nyalahake bocah enom. Bocah-bocah kuwi, kalebu guru-guru basa Jawa saiki, iku korban kahanan. Wong tuwa, apa maneh ing kutha, umume ora percaya yen basa Jawa kuwi bisa minterake bocah. Mula wiwit cilik wis ora dikulinakke caturan nganggo basa Jawa. Mula bocah-bocah dadi ora bisa basa Jawa, apa maneh basa krama. Apa maneh wong tuwane ya pancen wis ora bisa basa Jawa.</p>
<p>Saya maneh, pamarentah uga ora duwe niyat sing temenan kanggo ngopeni lan ngurip-urip <em>bahasa daerah</em> kalebu basa Jawa. Ing taun 70-an, Mendikbud ngilangi kewajiban <em>bahasa pengantar</em> nganggo <em>bahasa daerah</em> kanggo murid kelas 1 nganti kelas 3 SD.</p>
<p>Iki kahanan eksternal, kang sacara politis banjur wiwit “mateni” bahasa daerah. Ditambah maneh kahanan internal, ing brayat wong tuwa wis orang caturan nganggo basa daerah, kalebu basa Jawa. Aku wae rumangsa gagal, ora bisa ngajari ana-anakku basa Jawa. Isih mendhing, sithik-sithik anakku rada ngerti, bisa basa karma senajan kadhang ora ganep.</p>
<figure id="attachment_143910" aria-describedby="caption-attachment-143910" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-143910" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/grup.jpg" alt="" width="681" height="347" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/grup.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/grup-400x204.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/grup-150x76.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-143910" class="wp-caption-text">Grup-grup Basa Jawa ing Facebook. Foto: wied</figcaption></figure>
<p><strong>Banjur Sinau Ana Ngendi</strong></p>
<p>Ing mangsa iki, ngandelake pamulangan formal kanggo sinau basa Jawa, rumangsaku wis abot. Amarga, pelajaran basa Jawa iku dudu mata pelajaran kang utama, mung tempelan wae. Apa maneh palajaran basa Jawa malah kaya dadi mungsuh kanggone bocah-bocah. Yen aku keweden karo pelajaran kimia utawa matematika, bocah saiki malah kamigilan karo basa Jawa.</p>
<p>Yen ana PR basa Jawa, umpamane tugas njarwakake <em>(menerjemahkan)</em> saka basa Indonesia dadi basa Jawa, bocah-bocah padha nggunakake fasilitas terjemahan ing google. Coba ta njenengan nyoba, tulisan diterjemahake njaluk tulung <em>google</em>. Mesthi asile akeh sing mbingungake, kepara malah marakke ngguyu. Nanging kanggone bocah, diturun wae, terus dikumpulake marang gurune.</p>
<p>Mula, anane grup-grup pandhemen basa lan budaya Jawa ing media sosial kayadene Facebook, miturut aku, akeh banget mupangate. Ing kono sok sapa wae sing duwe kawigaten marang basa Jawa bisa ngumpul.</p>
<p>Ana sawatara grup basa Jawa ing <em>Facebook.</em> Umpamane <em>Basa Jawa Krama, Basa Jawa, Bahasa Jawa Halus &lt;Krama Inggil&gt;, Nguri-uri Basa Jawa, an liya-liyane.</em> Sapa wae sing ana njero utawa anggota grup kuwi? Ana sing pancen wasis, mbokmenawa pancen guru basa Jawa, ahli basa Jawa. Nanging ana uga sing kepingin sinau basa Jawa, kepingin nambah kawruh bab basa Jawa senajan sejatine wis duwe dhasar kawruh (<em>pengetahuan</em>) bab basa Jawa.</p>
<p>Nanging ana uga sing pancen rumangsa ora bisa basa Jawa, banjur mlebu grup merga kepingin sinau basa Jawa. Lan, mbokmenawa ana uga sing mlebu grup mung kanggo seneng-seneng, kanggo guyonan, lan liya-liyane.</p>
<p>Aku uga nggabung ing grup-grup iku, merga pancen seneng marang basa lan budaya Jawa, nanging sing utama banjur bisa melu sinau, bisa tukar-kawruh, lan nambah kanca sing <em>passion-</em>ne padha. Nyenengake.</p>
<p>Mung pancen sing kudu dipahami, yen nulis status ing grup kuwi ana sing nyaruwe, umpamane tembunge kliru, ejaane ora bener, basa kramane ora pener, ya ora sah lara ati. Wong kuwi panggonan kanggo sinau. Yen kepingin bisa numpak pit, anggone ajar numpak rak ya nganggo tiba, nanging pungkasane rak bisa ngebut malah <em>lostang</em> tangane diculke seka setang.</p>
<p>Untung ana media sosial, sing bisa kanggo sinau. Medsos orang mung kanggo curhat, kepara malah kanggo mitenah liyan, nyebar kabar apus-apus (hoaks). Nyatane media social ya bisa digunakake kanthi bener.</p>
<p><em>Widiyartono R, pandhemen basa lan budaya Jawa, wartawan <strong>suarabaru.id</strong></em></p>
<p><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/31/sinau-basa-jawa-ing-media-sosial">Sinau Basa Jawa ing Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>