blank
Plt Direktur RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso, Dokter Pitut Kristiyanta Nugraha (kanan) menerima penghargaan dari Bupati Setyo Sukarno, untuk prestasi pelayanan publik dengan nilai 91,42 berkategori sangat baik.(Dok.Prokopim Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Manunggal sedya (bersatunya kehendak), menjadi simbol kebersamaan untuk mewujudkan cita-cita melalui pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Wonogiri. Demikian ditegaskan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Rabu (20/6/26), saat tampil menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, upacara peringatan Harkitnas Ke-118 Tahun 2026 digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti (GKB). Ini disatukan dengan upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-286 yang mengambil tema Manunggal Sedya.

Upacara diikuti oleh para personel kepolisian dari Porles, para prajurit TNI dari Kodim 0728, para ASN dari lingkup Sekretariat Daerah (Setda) bersama dari dinas dan instansi, dari akademisi, pelajar dan Pramuka. Juga hadir jajaran Forkopimda, Pimpinan DPRD, Sekda FX Pranata, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh pemuda dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Sukarno, menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada institusi berprestasi melalui inovasi yang dicetuskan. Disebutkan, pemilihan tema Manunggal Sedya, terinspirasi dari perjuangan Raden Mas Said atau KGPAA (Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati) Mangkunegara I, yang memulai perjuangan di Bumi Nglaroh, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Semangat perjuangan ‘Tiji Tibeh’ yang dicetuskan 285 tahun yang lalu itu, turut menandai lahirnya embrio pemerintahan di Wonogiri.

Launching

Bupati Setyo Sukarno, menekankan, refleksi perjuangan masa lalu yang disertai semangat kebersamaan, menjadi pedoman untuk meneruskan langkah ke depan. Yakni untuk menjadikan Wonogiri yang terus berkembang, menjadi daerah yang semakin berdaya saing, maju dan sejahtera, melalui pembangunan berkelanjutan oleh pemerintah bersama masyarakat.

Melalui upacara pengibaran Bendera Merah Putih, tema hari jadi Manunggal Sedya dikaitkan dengan tema Harkitnas 2026. Yakni ‘Menjaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.’ Tema itu menekankan pentingnya perlindungan generasi muda di era digital, sejalan dengan penerapan PP TUNAS yang mengatur akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.

Dalam kesempatan tersebut, dilalukan launching Pelayanan Aduan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Kanal HALOKAKAK. Ini merupakan kanal aduan dan layanan komunikasi resmi, yang disediakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri. Tujuannya, untuk memudahkan masyarakat, satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, maupun wali murid dalam menyampaikan pengaduan. Juga dalam hal konsultasi, permohonan informasi, serta laporan terkait layanan pendidikan dan kebudayaan.

Secara teknis, ketika tautan dibuka, sistem akan otomatis mengarahkan pengguna menuju aplikasi WhatsApp (WA) ke nomor layanan pengaduan resmi dinas. Sehingga, proses komunikasi dapat dilakukan secara cepat, langsung dan terdokumentasi. Melalui kanal ini, pengguna dapat mengirimkan pesan teks, foto, dokumen pendukung, maupun informasi lain yang relevan. Harapannya, agar aduan atau permohonan dapat ditindaklanjuti oleh petugas sesuai bidang layanan yang terkait.(Bambang Pur)