GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Operasi Penjaringan PGOT gabungan di Grobogan kembali digelar petugas lintas instansi, Rabu (20/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, empat orang diamankan dari sejumlah titik di Kota Purwodadi dalam operasi kemanusiaan yang melibatkan Dinas Sosial, Polres Grobogan, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP.
Operasi Penjaringan PGOT gabungan di Grobogan itu menyasar kawasan rawan aktivitas pengemis, gelandangan, orang terlantar dan ODGJ.
BACA JUGA : TMMD Reguler Kodim Sragen Membawa Berkah Ekonomi bagi Darminah, Pelaku UMKM Desa Blumbungan
Dari hasil operasi tersebut, empat orang diamankan petugas untuk menjalani pendataan dan pembinaan lebih lanjut di Shelter Dinas Sosial Grobogan.
Petugas gabungan menyisir sejumlah lokasi di wilayah Kota Purwodadi. Beberapa titik yang menjadi sasaran operasi di antaranya Jalan R Suprapto, Jalan Gajahmada, hingga kawasan Hutan Kota Purwodadi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan satu orang dengan gangguan jiwa, dua pengemis dan satu orang terlantar.
Petugas kemudian membawa mereka menuju Shelter Dinas Sosial Grobogan yang berada di Jalan MH Thamrin, Kota Purwodadi. Namun khusus untuk ODGJ, petugas langsung membawanya ke RSUD dr Soedjati Purwodadi untuk penanganan lebih lanjut.
Kasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, Yuli Herawti menjelaskan, operasi tersebut merupakan langkah rutin untuk menekan keberadaan PGOT di wilayah Grobogan.
“Dari operasi penjaringan PGOT ini, kami mengamankan empat orang, satu ODGJ yang langsung kami bawa ke RSUD dr Soedjati Purwodadi, dua pengemis, dan satu orang terlantar,” jelas Yuli.
Yuli menerangkan, dua orang yang diamankan diketahui berprofesi sebagai pengemis yang kerap beraktivitas di sejumlah titik lampu merah di Kota Purwodadi.
Salah satu pengemis diketahui merupakan warga Kota Purwodadi. Orang tersebut menggunakan kostum badut untuk meminta-minta di perempatan Jalan R Suprapto.
Sedangkan satu pengemis lainnya tercatat sebagai warga Kelurahan Kalongan berdasarkan identitas KTP yang dimiliki.
BACA JUGA : Dandim Pimpin Gladi Upacara Penutupan TMMD Reguler 128 Kodim 0725/Sragen
Dinas Sosial Grobogan kemudian memanggil pihak keluarga kedua pengemis tersebut untuk menjalani proses pembinaan dan pendampingan.
Menurut Yuli, petugas tetap mengedepankan pendekatan persuasif selama operasi berlangsung. Seluruh proses dilakukan secara humanis tanpa tindakan represif.
“Tadi yang badut sempat nangis-nangis dengan alasan untuk mencari nafkah, namun kita tetap amankan. Kita panggilkan keluarganya untuk dilakukan pembinaan,” jelas Yuli.
Selain pengemis, petugas juga menemukan seorang perepuan terlantar di area eks Stasiun Purwodadi. Saat dimintai keterangan, perempuan lansia tersebut mengaku berasal dari Boyolali.
Petugas Dinas Sosial masih melakukan pendalaman identitas terhadap orang terlantar tersebut untuk memastikan alamat dan keluarganya.
Sementara itu, ODGJ yang diamankan langsung mendapatkan penanganan medis di rumah sakit daerah guna memastikan kondisi kesehatannya.
Dinas Sosial Grobogan menyebut, langkah penanganan dilakukan secara bertahap agar para PGOT yang terjaring dapat memperoleh perlindungan sosial yang tepat.
“Untuk yang terlantar dan ODGJ ini akan kita rawat dulu, setelah itu kita akan lakukan tes biometrik untuk mengetahui detail alamatnya. Nanti kalau sudah jelas, kita akan kembalikan kepada keluarganya,” tambah Yuli.
Dukungan Polres Grobogan
Operasi tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Polres Grobogan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban sosial di wilayah Kabupaten Grobogan.
Kasat Binmas Polres Grobogan, Andika Arya Pratama mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan itu merupakan bentuk dukungan terhadap program Gerakan Grobogan Hebat.
BACA JUGA : Kepala BNNP Jateng Warning Mahasiswa PTKIN: Bonus Demografi Bisa Berubah Jadi Bencana Narkoba
Menurutnya, penanganan PGOT tidak cukup hanya dilakukan dengan penertiban semata, namun juga perlu pendekatan kemanusiaan dan pembinaan berkelanjutan.
Polres Grobogan bersama instansi terkait juga terus berupaya mengurangi aktivitas PGOT yang dinilai mulai meresahkan masyarakat di sejumlah titik keramaian.
“Hari ini kami turut serta dalam operasi gabungan penjaringan PGOT yang digelar bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Satpol PP Grobogan. Kami mendukug Gerakan Grobogan Hebat lebih nyata dan menyasar pada kegiatan yang tepat dengan berbasis kemanusiaan dan mengurangi maraknya PGOT,” jelas AKP Andika Arya Pratama.
TYA WIDYA













