SRAGEN (SUARABARU.ID) – Lapangan upacara penutupan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen mulai dipenuhi kesibukan sejak Rabu pagi (20/5/2026). Di bawah terik matahari, personel staf Kodim bersama anggota Satgas TMMD terlihat bekerja tanpa henti menyiapkan seluruh kebutuhan upacara penutupan yang akan digelar esok hari.
Tak ada yang berdiri berpangku tangan. Sebagian personel mengangkat podium kehormatan, lainnya merapikan perlengkapan upacara, menata posisi kursi, hingga memastikan setiap sudut lapangan siap digunakan. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong dan disiplin tinggi yang menjadi ciri khas prajurit TNI.
Kesibukan itu bukan sekadar persiapan seremoni biasa. Bagi para anggota Satgas, penutupan TMMD menjadi penanda akhir dari perjalanan panjang pengabdian bersama masyarakat selama hampir satu bulan terakhir di Desa Puro dan sekitarnya.
Karena itu, setiap detail dipersiapkan dengan penuh tanggung jawab agar momen penutupan berlangsung tertib, khidmat, dan meninggalkan kesan mendalam.
Serka Jumanto mengatakan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk gladi kotor, dilakukan secara maksimal demi memastikan upacara berjalan lancar tanpa kendala.
“Kesiapan upacara penutupan TMMD harus benar-benar diperhatikan. Karena itu seluruh personel melaksanakan persiapan secara maksimal agar besok pagi pelaksanaan upacara berjalan lancar,” ujarnya.
Suasana penuh semangat terlihat dari kekompakan para personel di lapangan. Meski pekerjaan fisik TMMD hampir selesai, energi dan dedikasi anggota Satgas tetap terjaga hingga detik-detik akhir pelaksanaan program.
Bagi mereka, penutupan TMMD bukan hanya agenda formal, melainkan bentuk penghormatan terhadap seluruh perjuangan dan kerja keras yang telah dilakukan bersama rakyat.
Selama pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, berbagai sasaran fisik maupun nonfisik berhasil diwujudkan. Jalan desa yang sebelumnya sulit dilalui kini berubah lebih baik, fasilitas umum semakin layak, hingga berbagai kegiatan sosial berhasil mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Kini, menjelang penutupan program, suasana haru mulai terasa di antara personel Satgas dan warga desa yang selama ini hidup berdampingan dalam semangat gotong royong.
Penutupan TMMD nantinya diharapkan menjadi penanda keberhasilan besar sinergi TNI dan rakyat dalam membangun desa sekaligus meninggalkan kenangan tentang kebersamaan, pengabdian, dan semangat persatuan yang tumbuh selama program berlangsung.
Di balik podium yang dipasang dan lapangan yang dirapikan itu, tersimpan satu pesan kuat: pembangunan terbaik lahir dari kerja bersama dan ketulusan mengabdi untuk rakyat.
Agus S













