GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Seorang pencari biawak dilaporkan tewas setelah tenggelam di Sungai Serang, wilayah Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan.
Korban yang dikenal kerap berburu di aliran sungai tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh tim gabungan setelah dilakukan pencarian intensif.
Peristiwa tragis yang menimpa pencari biawak itu terjadi di Sungai Serang, tepatnya di wilayah Klambu, Grobogan.
BACA JUGA : Resmi! KA Argo Bromo Anggrek Kini Jadi KA Anggrek Mulai 9 Mei 2026
Korban ditemukan tewas setelah sebelumnya dinyatakan hilang saat mencoba menyeberangi sungai dengan cara berenang pada Senin (4/5/2026).
Korban diketahui bernama Yusuf Affandi (24), warga Desa Ketitang, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Ia dikenal di lingkungan sekitar sebagai sosok yang gemar berburu biawak.
Kebiasaan berburu biawak tersebut sering ia lakukan di sepanjang aliran Sungai Serang, yang berada di Kecamatan Klambu. Aktivitas itu sudah menjadi rutinitas korban dalam kesehariannya.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, mengungkapkan pihaknya menerima laporan adanya orang tenggelam pada Senin (4/5/2026), sekitar pukul 12.30 WIB.
“Informasi dapat dari teman korban yang berburu biawak di sekitar sungai. Korban berinisiatif untuk menyeberang sungai dengan cara berenang,” jelas Wahju.
Menurut keterangan yang dihimpun, korban saat itu bersama rekan-rekannya tengah berburu di sekitar lokasi kejadian.
Namun, saat berada di tengah sungai, korban diduga mengalami kelelahan. Ia tidak mampu melanjutkan renang hingga akhirnya tenggelam.
Rekan-rekan korban yang melihat kejadian tersebut tidak dapat memberikan pertolongan. Mereka segera melaporkan peristiwa itu kepada perangkat desa setempat.
BACA JUGA : Penguatan Program Go Keren dengan Memberikan Jaminan Sosial
Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan untuk segera ditindaklanjuti.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Grobogan langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan. Mereka memulai pencarian pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Petugas melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Serang. Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk warga sekitar.
Pencarian berlangsung cukup sulit karena kondisi arus sungai yang cukup deras. Selain itu, kedalaman air juga menjadi kendala bagi tim di lapangan.
Meski begitu, tim gabungan tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban. Mereka membagi area pencarian agar proses lebih efektif.
Hari pertama pencarian belum membuahkan hasil. Tim kemudian melanjutkan upaya pencarian pada keesokan harinya yakni Selasa (5/5/2026).
Upaya pencarian hari kedua akhirnya membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan pada Selasa (5/5/2026), sekitar pukul 12.30 WIB.’
BACA JUGA : Kado untuk Negeri: Menagih Ketangguhan SDM dari Ruang Pemulihan Klinik Profesi
“Jenazah korban ditemukan berjarak hanya 300 meter dari tempat semula ia berenang,” jelas Wahju, dalam keterangan yang diterima.
Kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa. Tim segera melakukan evakuasi dari lokasi penemuan.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Klambu 1. Petugas medis melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi korban serta penyebab kematian. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Imbauan BPBD Grobogan
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Terlebih jika kondisi arus cukup deras dan berisiko.
BPBD Grobogan juga mengimbau warga agar tidak menyeberang sungai dengan berenang tanpa alat pengaman. Risiko kecelakaan sangat tinggi, terutama bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang yang cukup.
Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka, termasuk saat berburu.
BACA JUGA : Dibalik Kelancaran TMMD Sragen, Ada Sosok yang Nyaris Tak Pernah Berhenti Bergerak
Kejadian pencari biawak yang tewas di aliran Sungai Serang, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan ini menjadi pelajaran penting agar keselamatan selalu menjadi prioritas utama.
Selain itu, kejadian ini juga menegaskan pentingnya kewaspadaan saat berada di perairan, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar sungai.
TYA WIDYA













