blank
Kabid Ekonomi Sosial Budaya dan Ormas Kesbangpol Jateng, Rahmad Winarto SH (kiri) dan Kepala DP3AKB Jateng, Nuralita SPsi MA Psikolog (tengah), hadir sebagai narasumber. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Dalam rangka menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengawal Ideologi Bangsa (PIB) Universitas Semarang (USM), menyelenggarakan Seminar Sekolah Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Batch #1 Tahun 2026, pada Senin (20/4/2026), di Auditorium Ir Widjatmoko, kampus setempat.

Kegiatan ini mengusung tema ‘Penguatan Integritas Generasi Berkarakter Pancasila Melalui Peningkatan Kesadaran Perlindungan Anak dan Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045’. Seminar itu diselenggarakan secara hybrid, dihadiri 170 peserta secara luring (offline) dan 1.000 peserta secara daring (online).

Acara ini dibuka Wakil Rektor I USM, Prof Dr Ir Haslina MSi, didampingi Pembina UKM PIB USM, Dr Tri Mulyani SPd SH MH. Hadir sebagai narasumber, Kabid Ekonomi Sosial Budaya dan Ormas Kesbangpol Jateng, Rahmad Winarto SH dan Kepala DP3AKB Jateng, Nuralita SPsi MA Psikolog.

BACA JUGA: Tim PKM Dosen Teknik Sipil USM Beri Pendampingan Pekerja Proyek Gudang Bulog Demak

Ketua Panitia, Elma Ellya Shofa mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya nilai-nilai Pancasila, serta meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak dan perempuan, sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi bangsa.

”Mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta memperkuat integritas diri sebagai generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu dalam materinya, Rahmad Winarto menekankan, pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai integritas. Selain itu, dia juga menyarankan adanya kesadaran terhadap perlindungan perempuan dan anak, sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang berkarakter.

BACA JUGA: Pelatihan Peer Counselor UKM Pilus USM Angkat Isu Relasi Sehat di Kalangan Mahasiswa

blank
Sejumlah tamu undangan, narasumber dan panitia penyelenggara, befoto bersama sebelum acara dimulai. Foto: dok/usm

”Penguatan integritas kaum muda menjadi langkah penting, dalam menciptakan generasi yang peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak. Kami berharap, mahasiswa mampu menjadi agen perubahan, yang tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dia menambahkan, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan bagi perempuan dan anak, serta berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Arida Nuralita menyebutkan pentingnya kesadaran generasi muda, dalam melindungi hak-hak anak dan perempuan, sebagai fondasi awal dalam membangun masyarakat yang sehat dan berkarakter.

BACA JUGA: Hendi Berikan Kuliah Praktisi ke Mahasiswa Magister Manajemen USM

”Perlindungan terhadap anak dan perempuan, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Termasuk mahasiswa, sebagai bagian dari masyarakat yang berpendidikan,” ujarnya.

Dia berharap, melalui seminar ini mahasiswa USM mampu meningkatkan integritas diri, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak dan perempuan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Riyan