blank
Hendi saat memberikan kuliah pada mahasiswa di Prodi MM USM. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Program Studi Magister Manajemen Universitas Semarang (USM), menghadirkan praktisi sekaligus mantan Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan mantan Wali Kota Semarang, Dr Hendrar Prihadi MM, sebagai narasumber dalam perkuliahan dengan mata kuliah, Analisa Lingkungan Bisnis.

Dalam perkuliahan yang dilakukan Kamis (16/4/2026) itu, Hendi, sapaan akrabnya, menyampaikan materi mengenai Analisis SWOT Dalam Perumusan Strategi Bisnis dan pengenalan konsep Strategi Samudera Merah (Red Ocean Strategy) serta Strategi Samudera Biru (Blue Ocean Strategy), sebagai pendekatan dalam menghadapi dinamika persaingan bisnis yang semakin kompleks.

Menurut dia, strategi Samudera Merah fokus pada persaingan dalam pasar yang telah ada, dengan kompetitor yang sudah mapan. Sedangkan strategi Samudera Biru menekankan pada penciptaan pasar baru melalui inovasi nilai, sehingga persaingan menjadi tidak relevan.

BACA JUGA: Tim USM LCC Kunjungi PT Donlim Technology Indonesia

”Pendekatan ini penting dilakukan, untuk membantu organisasi dalam menentukan posisi strategis, dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan,” katanya.

Dia menambahkan, dalam tahap awal perumusan strategi bisnis, organisasi perlu melakukan identifikasi model bisnis, dengan menggunakan Business Model Canvas. Model bisnis itu meliputi identifikasi mitra, aktivitas utama, sumber daya, nilai bisnis, segmen pelanggan, hubungan pelanggan, struktur biaya, dan sumber pendapatan.

”Setelah itu, analisis SWOT digunakan sebagai alat strategis untuk mengevaluasi kondisi internal dan eksternal organisasi, yang terdiri atas kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat),” ujarnya.

BACA JUGA: Himmatisi FTIK USM Kenalkan ‘Machine Learning’ di SMK LPI Semarang

Dalam pemaparannya, Hendi memberikan contoh implementasi analisis SWOT pada perusahaan rintisan, seperti Gojek, yang mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui peningkatan jumlah mitra, strategi promosi, serta penguatan komunitas pengguna.

Selain itu, disampaikan juga contoh empiris dari kebijakan pembangunan Kota Semarang yang fokus pada pengembangan sektor pariwisata, sebagai strategi Samudera Biru, ketika daerah lain lebih menitikberatkan pada pengembangan sektor industri.

”Implementasi analisis SWOT memiliki peran penting, dalam meningkatkan pemahaman posisi bisnis. Selain itu, merumuskan strategi pengembangan usaha, serta meningkatkan keberlanjutan bisnis dalam menghadapi perubahan lingkungan yang dinamis,” ungkapnya.

BACA JUGA: Orma Fakultas Teknologi Pertanian USM Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pascasarjana USM, Dr Muhammad Junaidi SHI MH menyatakan, perkuliahan berlangsung secara interaktif, dengan partisipasi aktif mahasiswa Magister Manajemen USM.

Dia berharap, kehadiran praktisi berpengalaman seperti Dr Hendrar Prihadi, dapat memberikan wawasan praktis, dan memperkaya pemahaman mahasiswa dalam menganalisis lingkungan bisnis, serta merumuskan strategi organisasi yang adaptif dan inovatif.

”Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Magister Manajemen Universitas Semarang, dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik (practice-based learning), dengan menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman langsung dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat Nasional maupun daerah,” tandasnya.

Riyan