SEMARANG (SUARABARU.ID) – Libur Lebaran 2026 telah usai, kini saatnya para pengendara sepeda motor memberikan perhatian ekstra pada kendaraan kesayangannya setelah menempuh perjalanan jauh.
Salah satu komponen paling krusial yang wajib diperiksa adalah ban motor, atau yang sering diibaratkan sebagai “sepatu karet” pelindung mobilitas.
Instruktur Training Astra Motor Jateng, Fachrul Reza, menjelaskan bahwa ban memegang beban berat selama mudik, mulai dari menahan bobot kendaraan, menjaga traksi di aspal agar tidak terpeleset, hingga berputar ribuan kali.
Menurut Fachrul, ban sering kali memberikan “kode” atau tanda kerusakan yang kerap diabaikan oleh para bikers.
“Ban motor adalah satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan aspal. Jika kondisinya tidak prima pascamudik, risiko kecelakaan saat kembali bekerja akan meningkat,” ujar Fachrul, Selasa 31 Maret 2026.
Guna memastikan performa motor tetap optimal untuk rutinitas harian, Fachrul membagikan empat panduan utama bagi para pengendara:
- Jaga Tekanan Angin (Hindari Ban “Sesak Napas”)
Menjaga tekanan angin adalah kunci keselamatan. Tekanan yang kurang dapat merusak struktur ban dan memicu retakan, sementara tekanan berlebih mengurangi daya cengkeram ( grip ) sehingga motor mudah tergelincir. Pemeriksaan rutin minimal seminggu sekali sangat dianjurkan.
- Waspada “Duri dalam Daging”
Benda asing seperti kerikil atau paku kecil yang terselip di sela-sela motif ban jangan dibiarkan. “Jika terus ditekan saat berkendara, benda tajam ini akan menusuk lebih dalam ke lapisan ban. Biasakan mengecek dan membersihkan sela-sela ban saat mencuci motor,” tambah Fachrul.
- Pantau “Garis Nasib” (Indikator TWI)
Pengendara harus memperhatikan Tread Wear Indicator (TWI). Jika permukaan ban sudah sejajar dengan indikator menonjol di sela motif ban, itu tandanya ban sudah aus. Ban yang tipis sangat berbahaya, terutama saat melintasi jalanan basah karena risiko aquaplaning.
- Jangan Beri Beban Berlebih
Setiap ban memiliki batas kapasitas beban. Memaksakan muatan berlebih, terutama saat membawa oleh-oleh mudik yang berat, dapat menyebabkan kerusakan permanen seperti timbulnya benjolan pada dinding ban yang tidak bisa diperbaiki.
Lebih jauh, Fachrul mengimbau para pemilik sepeda motor Honda di Jawa Tengah untuk segera melakukan pengecekan menyeluruh.
“Pengecekan komponen pascaperjalanan jauh sangat penting. Masyarakat bisa langsung mengunjungi bengkel resmi AHASS terdekat untuk memastikan seluruh bagian motor, termasuk ban, tetap optimal dengan jaminan suku cadang original,” pungkasnya.
Hery Priyono













