SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, volume lalu lintas di Gerbang Tol Kalikangkung pada Ruas Jalan Tol Batang–Semarang menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan kondisi lalu lintas normal.
Pada periode hari H sampai dengan H+8 (21 – 30 Maret 2026), tercatat sebanyak 403.212 kendaraan meninggalkan Kota Semarang atau meningkat 190,39% dibandingkan lalu lintas normal sebesar 138.852 kendaraan.
Sementara itu, kendaraan yang menuju Kota Semarang tercatat sebanyak 168.628 kendaraan atau meningkat 16,84% dibandingkan kondisi normal sebesar 144.323 kendaraan.
Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Nasrullah, mengatakan peningkatan volume lalu lintas tersebut menunjukkan tingginya mobilitas kendaraan keluar wilayah Semarang, khususnya melalui Gerbang Tol Kalikangkung yang merupakan salah satu simpul utama pada jaringan Jalan Tol Trans Jawa.
“Sebagai upaya menjaga kelancaran lalu lintas di Gerbang Tol Kalikangkung, Perseroan melakukan penguatan layanan operasional melalui pengaturan kapasitas transaksi, pengoperasian gardu secara optimal, serta penempatan petugas pada titik-titik pelayanan untuk memastikan proses transaksi berlangsung cepat dan efisien,” katanya saat memberikan keterangan, Selasa 31 Maret 2026.
Dia menjelaskan, upaya tersebut bertujuan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Mewakili PT JSB, Nasrullah menjelaskan kalau pihaknya mengoptimalkan fungsi pemantauan lalu lintas melalui Traffic Control Center yang beroperasi selama 24 jam serta menyiagakan armada layanan lalu lintas yang terdiri dari kendaraan derek, ambulance, dan patroli jalan raya dan terus memperkuat koordinasi dengan stakeholder terkait dalam rangka memastikan kondisi lalu lintas tetap aman, tertib, dan terkendali.
“Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan menjaga jarak aman antar kendaraan, mematuhi batas kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan,” pungkasnya.
Hery Priyono













