KUDUS (SUARABARU.ID) – Upaya mendorong pola hidup sehat sekaligus efisiensi energi terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Salah satunya ditunjukkan langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang mengawali aktivitas dengan bersepeda dari kediamannya menuju Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (31/3/2026).
Aksi tersebut bukan sekadar rutinitas pribadi, tetapi juga menjadi simbol ajakan nyata kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kudus untuk mulai membudayakan bike to work atau berangkat kerja menggunakan sepeda.
Bupati menjelaskan, gerakan ini sekaligus merupakan tindak lanjut dari anjuran pemerintah pusat dalam melakukan penghematan bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan tersebut muncul sebagai respons atas dinamika krisis global, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang berpengaruh terhadap stabilitas energi dunia.
Menurutnya, langkah sederhana seperti bersepeda ke tempat kerja dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung upaya penghematan energi di tingkat daerah.
“Bike to work ini merupakan salah satu langkah kecil yang bisa kita lakukan bersama. Selain menyehatkan tubuh, juga membantu menghemat penggunaan bahan bakar, apalagi di tengah situasi global saat ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, perubahan besar dalam menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Oleh karena itu, dirinya mengajak ASN untuk tidak hanya mengandalkan kendaraan bermotor, tetapi mulai beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Lebih lanjut, Bupati juga mendorong ASN untuk menjadikan aktivitas bersepeda atau berjalan kaki sebagai bagian dari gaya hidup. Selain berdampak pada kesehatan fisik, kebiasaan tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas kerja karena tubuh menjadi lebih bugar.
“Kami mengajak ASN untuk mulai membiasakan bersepeda atau berjalan kaki ke kantor. Ini adalah bagian dari upaya mewujudkan Kudus yang sehat sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.
Gerakan bike to work ini diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya baru di kalangan ASN maupun masyarakat luas. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan efisiensi energi, Kudus diharapkan mampu menjadi daerah yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan berbagai upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, sekaligus mendukung program nasional dalam penghematan energi di tengah tekanan krisis global.
Melalui contoh langsung dari pimpinan daerah, diharapkan semangat ini dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut serta menerapkan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Ads-Ali Bustomi













