blank
Satu dari enam korban penganiayaan yang terjadi di Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, meninggal dunia. Foto: ilustrasi/PIXABAY/Mohammed_Hasan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Peristiwa tragis terjadi di Kradenan, Grobogan, saat aksi pembacokan menyebabkan satu korban meninggal dunia.

Insiden ini melibatkan enam korban yang menjadi sasaran kekerasan brutal oleh seorang pelaku di wilayah tersebut.

Dalam kejadian pembacokan di Kradenan, Grobogan tersebut, korban yang meninggal dunia diketahui bernama Abu (81). Lansia itu mengalami luka parah di bagian kepala setelah diserang secara membabi buta.

BACA JUGA : Bupati Kudus Tandatangani Pakta Integritas dengan KPK

Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam.

“Tadi pagi baru ada kabar, Mbah Abu luka bacok bagian belakang sebelah telinga,” jelas AKP Edy Sutarjo, Senin (30/3/2026).

Korban Abu merupakan warga Dusun Gundi, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan. Ia menjadi salah satu dari enam orang yang diserang pelaku dalam kejadian tersebut.

Peristiwa kekerasan itu sendiri terjadi pada Minggu (29/3/2026) di Desa Sengonwetan, yang mendadak mencekam akibat aksi brutal pelaku.

Pelaku diketahui berinisial S (33). Ia menyerang sejumlah warga tanpa pandang bulu hingga menyebabkan luka serius pada para korban.

Total terdapat enam korban dalam kejadian tersebut. Mereka adalah Markini (63), Nyami (66), Abu (81), Darsih (63), Karni (80), serta Suroto (65).

Suroto yang menjadi korban terakhir diketahui merupakan ayah kandung pelaku. Ia juga mengalami luka akibat serangan tersebut.

Setelah kejadian berlangsung, warga segera mengevakuasi para korban ke Puskesmas Kradenan 1 untuk mendapatkan penanganan medis awal.

Karena kondisi korban cukup serius, tenaga medis kemudian merujuk mereka ke RSUD dr Soedjati Purwodadi guna perawatan lebih lanjut.

Di antara para korban, kondisi Abu menjadi yang paling kritis. Ia mengalami luka bacok pada bagian kepala yang cukup fatal.

BACA JUGA : Mahesa Jenar Lumat Persipal 6-1, Beto Goncalves ‘Hatrrick’

Serangan terhadap Abu diduga menggunakan sebilah parang yang dibawa oleh pelaku saat melancarkan aksinya.

Sebelum menyerang para korban lainnya, pelaku sempat melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya sendiri. Ia diketahui mencekik leher ibunya, Suwarti, hingga korban tak sadarkan diri di dalam rumahnya.

Aksi brutal pelaku tersebut langsung menyita perhatian warga sekitar. Kepanikan pun sempat terjadi di lingkungan desa.

Kejadian ini dengan cepat menyebar di media sosial. Video dan narasi terkait insiden tersebut menjadi viral di berbagai platform.

Dalam sejumlah unggahan, muncul dugaan bahwa pelaku merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun, hal itu masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Setelah melakukan aksinya, pelaku sempat berusaha melarikan diri. Namun warga berhasil mengamankannya sebelum situasi semakin memburuk.

Warga kemudian menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian yang datang ke lokasi kejadian. Polisi langsung membawa pelaku ke Polsek Kradenan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA : Museum Daerah Wonosobo Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran 2026

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah parang sepanjang 57 centimeter.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 466 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Tindak Pidana Penganiayaan Berat.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti masih diamankan di Polsek Kradenan untuk proses hukum lebih lanjut.

TYA WIDYA