JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebanyak 485 siswa kelas XII SMKN 2 Jepara akan menampilkan karya terbaiknya dalam even Gelar Karya Siswa yang akan berlangsung di aula sekolah tersebut tanggal 31 Maret – 2 April 2026. Even ini dipastikan akan menampilkan puncak pencapaian karya siswa selama belajar di SMKN 2 Jepara
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SMN 2 Jepara Indria Mustika dalam acara Dialog interaktif di Radio di Radio Kartini FM, Senin (30/1-2026). Dialog yang dipandu oleh Nasya Ahmad ini menghadirkan narasumber Ketua Panitia Gelar Karya Sukoco Setyo Prayitno, mantan Ketua OSIS Destarika Putri Cinta Suryaningmanto dan Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto.

“Gelar Karya Siswa ini juga untuk memberikan apresiasi terhadap pencapaian siswa dalam melahirkan karya terbaiknya di akhir proses pembelajaran. Karena itu kegiatan ini terbuka untuk umum secara gratis setiap harinya,” ujar Indria Mustika
Ia juga menjelaskan, sebagai satu-satunya SMK Kriya di Jepara sekolah yang dipimpinnya memiliki kewajiban untuk dapat menyiapkan tenaga kerja terampil dibidang kerajinan mulai ukir, keramik, batik, anyaman, dan monel. “Semua itu adalah potensi Jepara. Karena itu kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan akan menjadi kunci dalam menjawab tantangan akan kebutuhan tenaga kerja yang memiliki daya saing agar mampu mengelola potensi daerah,” ujarnya

Sementara Sukoco Setyo Prayitno dalam penjelasannya mengungkapkan, Gelar Karya ini akan diikuti oleh 485 siswa kelas 12 dari 7 jurusan yang ada yaitu Kriya Kreatif Kayu dan Rotan, Kriya Kreatif Batik dan Textil, Kriya Kreatif Keramik, Desain Tata Busana, Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan, Desain Teknik Furnitur dan Animasi.
Mantan Ketua Ketua Osis SMKN 2 Jepara tahun 2024-2025 Destarika Putri Cinta Suryaningmanto mengaku senang setelah hampir 3 tahun sekolah di lembaga pendidikan ini, siswa akan diberikan kesempatan untuk menampilkan karya terbaiknya. “Ini tentu sangat berarti dalam perjalanan karier siswa, baik yang akan masuk ke dunia kerja maupun melanjutkan kejenjang pendidikan tinggi,” ujar Destarika
Sementara Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto berharap sekolah ini mampu mempersiapkan tenaga kerja terampil di bidang industri mebel ukir. “Saat ini Jepara baru menghadapi persoalan serius dalam bidang pelestarian seni ukir. Karena itu perlu kerjasama dengan semua pemangku kepentingan,” ujar Hadi Priyanto.
Hadepe













