GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Sekda Grobogan Anang Armunanto menegaskan bahwa proses pergantian Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma, bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari upaya menjaga kesinambungan layanan publik yang berkualitas bagi masyarakat.
Sekda Grobogan, Anang Armunanto, menyebut Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma memiliki peran strategis dalam memastikan layanan air minum tetap berjalan optimal di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan daerah tersebut.
Transisi kepemimpinan, menurutnya, harus dimaknai sebagai momentum untuk menghargai capaian yang telah diraih sekaligus membaca berbagai tantangan ke depan secara lebih objektif.
BACA JUGA : Sidang Kepailitan Sritex, Kuasa Hukum: Bank Jateng Satu-Satunya BPD yang Jadi Kreditur Separatis
Hal itu disampaikan dalam acara penyerahan tugas dan tanggung jawab di Perumda Air Minum Purwa Tirta Dharma Kabupaten Grobogan, Selasa (17/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Anang mewakili Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) menyampaikan apresiasi kepada jajaran sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih,” ujarnya.
Ia menilai, dalam beberapa tahun terakhir terjadi perubahan signifikan yang patut diapresiasi, baik dari sisi fisik maupun kinerja perusahaan.
Perbaikan tersebut terlihat dari kondisi kantor yang kini lebih representatif serta kinerja keuangan yang mulai menunjukkan tren positif.
Anang mengungkapkan, sebelumnya Perumda Purwa Tirta Dharma sempat mengalami kerugian kumulatif lebih dari Rp6 miliar hingga tahun 2021.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir kondisi tersebut mulai berbalik dengan capaian laba yang menunjukkan arah perbaikan.
“Ini bukan hal mudah. Ada proses panjang, mulai dari penataan manajemen, kesungguhan pegawai, hingga pembenahan internal lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, laba yang diperoleh saat ini masih digunakan untuk menutup kerugian masa lalu yang tersisa sekitar Rp2 miliar.
Ke depan, ia berharap kondisi keuangan yang semakin sehat dapat dimanfaatkan untuk memperluas layanan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, perusahaan juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pegawai dan memberikan kontribusi dividen bagi daerah.
Peningkatan
Dari sisi layanan, Anang mengakui adanya peningkatan dalam aspek kontinuitas, kuantitas, dan kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan. Namun demikian, sejumlah kendala masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
Permasalahan jaringan perpipaan yang sudah tua, ketersediaan air baku yang belum stabil, hingga kualitas air yang kadang keruh masih menjadi tantangan serius.
BACA JUGA : Arus Mudik 2026 Meningkat, 18.930 Kendaraan Melintas di Kudus
Selain itu, layanan yang belum sepenuhnya berjalan 24 jam dan tekanan air yang belum merata juga masih dikeluhkan masyarakat.
“Plus dan minusnya kita apresiasi. Tetapi kita juga tidak bisa menutup mata bahwa masih ada keluhan masyarakat yang harus dijawab bersama,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, keputusan untuk tidak memperpanjang masa jabatan direksi lama disebut sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan kinerja.
Keputusan itu tetap disertai penghargaan atas kontribusi yang telah mendorong perubahan positif di tubuh perusahaan.
Ia menjelaskan bahwa Kepala Daerah sebagai KPM memiliki kewenangan strategis dalam pengangkatan dan pemberhentian direksi sesuai regulasi yang berlaku.
Sementara itu, Dewan Pengawas bertugas menjalankan fungsi pengawasan serta memberikan nasihat dalam pengelolaan perusahaan.
Dalam kondisi kekosongan jabatan direksi, tugas pengurusan perusahaan untuk sementara dijalankan oleh Dewan Pengawas.
Untuk itu, Heru Dwi Cahyono ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur Perumda Air Minum Purwa Tirta Dharma.
BACA JUGA : Rindu Orang Tua, Bocah 7 Tahun Nekat Kayuh Sepeda 22 Km hingga Tersesat di Gubug Grobogan
Penunjukan tersebut berlaku maksimal enam bulan atau hingga ditetapkannya direktur definitif melalui seleksi terbuka.
Anang menegaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara transparan dan dapat diawasi bersama.
“Tidak ada superman, yang ada super team,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam operasional perusahaan.
Sementara itu, Direktur sebelumnya, Myra Heltyani, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah selama masa kepemimpinannya.
Ia menyebut berbagai pembenahan telah dilakukan, mulai dari penyusunan regulasi internal hingga penguatan manajemen risiko.
“Yang baik dipertahankan, yang kurang diperbaiki,” ujarnya.
BACA JUGA : Gala Ramadan Penyejuk Jiwa: Syiar Religi dan Aksi Sosial SD Negeri 1 Sukodono Memikat Hati Warga
Menurutnya, fondasi yang telah dibangun menjadi bekal penting bagi manajemen berikutnya untuk terus mengembangkan layanan.
Sekda Grobogan Anang Armunanto menegaskan kembali bahwa Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma ke depan harus mampu melanjutkan capaian sekaligus menjawab berbagai tantangan layanan.
Sekda Grobogan, Anang Armunanto, berharap Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma yang terpilih nantinya mampu membawa perusahaan semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
TYA WIDYA













