WONOSOBO (SUARA BARU.ID)-Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Mugi Sugeng, menanggapi aksi warga terkait kerusakan jalan Kalibeber-Deroduwur yang berlangsung pada Sabtu (28/2/2026).

Dia menyebut, perbaikan ruas jalan tersebut sebenarnya telah masuk dalam perencanaan sejak tahun 2024. Namun tertunda karena keterbatasan anggaran. Jalan tersebut nanti akan dibangun tahun 2027.
Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan. Mugi menjelaskan, usulan pendanaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) ke pemerintah pusat senilai sekitar Rp8 miliar terdampak kebijakan efisiensi anggaran, sehingga alokasi yang diajukan tidak dapat terealisasi.
“Sungguhnya itu sudah kita rencanakan mulai perencanaan tahun 2024. Tapi karena dulu kita mengajukan ke pusat kaitan DAK sejumlah kurang lebih 8 miliar dan terkena efisiensi hingga anggarannya hilang ke-delete,” ujar Mugi Sugeng, Senin (2/3/2026).
Meski perbaikan belum terlaksana, Mugi menegaskan aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian DPRD. Untuk sementara sebelum Idul Fitri, DPUPR Wonosobo akan menambal jalan berlubang di jalur tersebut.
Pihaknya menilai aksi warga merupakan bentuk penyampaian hak atas pembangunan dan keadilan infrastruktur. Maka wajar jika warga setempat melakukan protes karena jalan yang mereka lalui setiap hari tersebut memang dalam kondisi rusak parah.
Segera Direspon
Politisi yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Wonosobo itu berharap pemerintah daerah dapat segera merespons kondisi di lapangan. Pasalnya, kerusakan jalan tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Untuk masyarakat Deroduwur, terima kasih. Apa pun itu adalah hak-hak kita untuk menuntut pembangunan, untuk keadilan. Mudah-mudahan ini masyarakat dan pemerintah daerah segera mencari solusi,” katanya.
Mugi menambahkan, pengaspalan total belum memungkinkan dilakukan pada tahun anggaran berjalan. Seluruh anggaran pembangunan telah berjalan, sehingga perbaikan menyeluruh belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Sebagai langkah awal, DPRD mendorong penanganan darurat pada titik-titik kerusakan yang dinilai paling membahayakan. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Mungkin nanti akan kita bantu di titik-titik yang berbahaya dulu. Kita dorong pemerintah daerah untuk ditambal dulu,” ujarnya.
Terkait tuntutan penyempurnaan jalan Kalibeber-Deroduwur, Mugi memastikan adanya komitmen jangka panjang.
Ruas jalan tersebut diproyeksikan masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah dan ditargetkan dapat direalisasikan pada tahun 2027 melalui tahapan perencanaan resmi.
Muharno Zarka













