SEMARANG (SUARABARU.ID)– Dua atlet Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Pemalang, diduga tenggelam saat latihan mandiri di Sungai Laes, pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kejadian itu menimpa Alfi (16) dan juga Alif (16), asal dari Desa Saradan, Dusun Kesapen, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang. Mereka diketahui tidak kembali ke rumah hingga malam hari, sehingga membuat cemas keluarga.
Pada Minggu (24/5/2026) pagi saat dilakukan pencarian oleh pihak keluarga, mereka hanya menemukan kendaraan roda dua milik korban, di dekat area sungai daerah Benowo Park dan juga dayung di bendungan Sungapan, tak jauh dari lokasi mereka berlatih.
BACA JUGA: Biksu Thu Dong Singgah di Masjid Al Falah Genuk, Saksi Indahnya Toleransi
Dalam keterangannya di Semarang, Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan Tim SAR untuk melakukan pencarian di sungai, yang memiliki lebar sekitar 50 meter itu.
”Minggu sore kami menerima info ada remaja yang diduga tenggelam di Sungai Laes di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Pemalang, saat berlatih dayung. Mereka berlatih dalam situasi debit sungai meninggi, dan arus cukup deras akibat hujan di hulu sungai,” kata dia.
Menurut Budiono, diduga perahu kayak yang dipakai untuk berlatih dayung terbalik, dan mereka tercebur sungai, terseret arus, hingga akhirnya tenggelam lalu hilang.
BACA JUGA: Muhyat Resmi Jabat Ketua STMIK PGRI Arungbinang Kebumen
Pencarian pun kemudian dilakukan bersama Tim SAR Gabungan. Namun pencarian tidak berjalan efektif, karena situasi yang gelap dan kurangnya pencahayaan. Hingga malam, keberadaan kedua atlet dayung itu belum juga ditemukan, sehingga operasi pencarian dihentikan sementara, dan dilanjutkan esok hari.
”Pencarian dihentikan dulu, dan akan dilanjutkan dengan rencana penyisiran dari lokasi awal mereka terlihat berlatih, hingga di area bendungan. Kami juga akan melakukan penyelaman. Semoga kedua korban bisa segera ditemukan,” harap Budiono.
Riyan













