JAKARTA (SUARABARU.ID) – Wakil Presiden ke-6 Indonesia Jenderal Purnawirawan Ty Sutrisno meninggal dunia, Senin 2 Maret 2026, di RSPAD Jakarta.
Jenazah Wapres ke-6 Try Sutrisno dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, dengan tata upacara militer, Senin siang sekitar pukul 13.50 dengan inspektur upacara Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sambutannya, Presiden berharap darmabakti almarhum Try Sutrisno dapat menjadi suri teladan semua pihak dan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa.
Tampak hadir dalam pemakaman Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-11 Boediono, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta para pelayat lainnya.

Semasa hidupnya, Try Sutrisno dikenal sebagai figur yang disiplin dan memiliki latar belakang panjang di dunia militer serta pemerintahan. Ia pernah terlibat dalam berbagai tugas kenegaraan, dan menjadi salah satu tokoh yang cukup dikenal di tingkat nasional.
Kehadirannya di panggung politik nasional meninggalkan jejak tersendiri bagi banyak pihak yang pernah bekerja sama dengannya. Kabar meninggalnya Try Sutrisno cepat menyebar melalui media sosial dan berbagai platform berita online.
Unggahan ucapan duka cita terlihat dari banyak tokoh publik, pejabat, hingga masyarakat umum. Warganet ramai-ramai menuliskan doa dan kenangan, mengenang sosok almarhum sebagai figur yang tegas, konsisten, dan memiliki dedikasi terhadap negara.
Lulusan ATEKAD
Try Sutrisno lahir di Surabaya, 15 November 1935, dan menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 Indonesia dari tahun 1993 hingga 1998. Try merupakan lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat pada tahun 1959. Selama kariernya, Try pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (1986-1988) dan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (1988-1993).

Setelah lulus dari SMA, Try Sutrisno ingin mendaftar di ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Dia berpartisipasi dan lulus dalam ujian masuk, sebelum gagal dalam pemeriksaan fisik.
Meskipun demikian, Mayor Jenderal GPH Djatikusumo tertarik dengan Try dan memanggilnya kembali. Try Sutrisno berpartisipasi dalam pemeriksaan psikologis di Bandung, Jawa Barat, dan ia diterima di ATEKAD.
Try Sutrisno menikah dengan Tuti Sutiawati dan dikaruniai tujuh orang anak yaitu Nora Tristyana, Taufik Dwi Cahyono, Firman Santyabudi, Nori Chandrawati, Isfan Fajar Satrio, Kunto Arief Wibowo, dan Natalia Indrasari.
Salah satu menantunya adalah Jenderal Ryamizard Ryacudu yang menikah dengan Nora Tristyana. Dua putra Try Sutrisno juga mencapai pangkat jenderal dalam kariernya di kepolisian yakni Irjen Firman Santyabudi dan di militer Letjen TNI Kunto Arif Wibowo.
Yohana Djola Djoru













