blank
Pekerja membersihkan setiap sisi Patung Boyong Grobog, termasuk pada kaki-kaki kuda. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan bergerak cepat mempercantik kawasan kota menjelang peringatan Hari Jadi ke 300 Grobogan.

Dalam pantauan di lapangan, terlihat pekerja tengah melakukan perawatan pada Patung Boyong Grobog yang berdiri kokoh di Taman Segitiga Emas sebagai simbol sejarah penting daerah, Senin (2/3/2026).

Langkah Dinas Lingkungan Hidup Grobogan ini sekaligus menegaskan komitmen menjaga estetika kota. Termasuk dalam perawatan Patung Boyong Grobog di tengah suasana persiapan Hari Jadi ke 300 Grobogan.

BACA JUGA : Polresta Magelang Ungkap Penyalahgunaan Bahan Peledak, Sita 42 Kilogram Bahan Mercon

Dinas Lingkungan Hidup Grobogan memastikan Patung Boyong Grobog di Taman Segitiga Emas tampak lebih terawat dan bersih. Hal ini mencerminkan keseriusan Pemkab Grobogan dalam menyambut momentum bersejarah tersebut.

Sejak pagi, para petugas terlihat sigap membersihkan setiap sudut monumen. Mereka menggosok bagian kaki kuda hingga tampak mengilap agar tampil prima saat agenda Boyong Grobog digelar pada Selasa, 3 Maret 2026.

Petugas juga memerhatikan detail roda kereta pengangkut kotak pusaka. Dengan kain bersih dan air, mereka memastikan tidak ada kotoran yang menempel pada bagian tersebut.

Tidak hanya fokus pada monumen, petugas turut menyapu dan mengepel lantai di sekelilingnya. Mereka ingin menghadirkan suasana yang nyaman bagi masyarakat yang datang berkunjung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Heru Dwi Cahyono, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari perawatan berkala yang memang rutin dijalankan setiap pekan.

“Ini sebenarnya adalah perawatan rutin setiap pekan. Namun, pada pekan ini momennya berbarengan menjelang Boyong Grobog,” ujar Heru Dwi Cahyono.

Ia menyebut, momentum kali ini terasa istimewa karena beriringan dengan peringatan hari kelahiran kabupaten yang sarat nilai historis.

Sesuai jadwal, peringatan Hari Jadi Kabupaten Grobogan akan berlangsung pada 4 Maret 2026. Pemerintah daerah menyiapkan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan tonggak tiga abad perjalanan daerah tersebut.

Secara visual, patung tersebut menggambarkan empat ekor kuda yang menarik gerobak kayu berisi kotak pusaka. Komposisi itu menjadi daya tarik tersendiri di ruang publik.

Makna Boyong Grobog sendiri merujuk pada perpindahan kotak penyimpanan pusaka yang menjadi simbol penting dalam sejarah pemerintahan daerah.

Monumen ini merepresentasikan perpindahan pusat pemerintahan dari wilayah Kecamatan Grobogan menuju Kecamatan Purwodadi.

Peristiwa itu tercatat berlangsung pada 1726 dan menjadi awal pertumbuhan Purwodadi sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan hingga saat ini.

Pemerintah Kabupaten Grobogan membangun monumen tersebut untuk mengabadikan peristiwa bersejarah sekaligus menanamkan kesadaran sejarah kepada generasi muda.

Selain membersihkan monumen, Dinas Lingkungan Hidup juga melakukan kegiatan pemangkasan rumput di kawasan Alun-alun Purwodadi. Para pekerja menata ulang area tersebut agar tampak lebih rapi dan enak dipandang.

BACA JUGA : Kultum Ramadan, Kemenkum Jateng Hadirkan Ustadz Ryan Ajak Jamaah Muliakan Alquran

Pengecatan ulang kanstin di sepanjang jalur protokol turut dilakukan. Sentuhan warna baru diharapkan memberi kesan segar pada tata ruang kota.

Upaya pembenahan ini dilakukan secara menyeluruh agar wajah kota terlihat lebih representatif saat masyarakat mengikuti rangkaian peringatan.

“Harapannya kegiatan ini turut memberikan nuansa yang meriah di Hari Jadi ke 300 Kabupaten Grobogan,” pungkas Heru Dwi Cahyono.

TYA WIDYA