blank
Tim Gabungan yang melakukan penyisiran bibir pantai, menghadapi kendala sulitnya medan batu karang dan tebing terjal. Di Pantai Watu Mandi, menemukan serpihan kapal korban yang hancur berkeping-keping.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Nelayan asal Watu Karung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang hilang di laut selatan belum ditemukan. Meskipun Senin (2/3/26), Tim Gabungan masih melanjutkan pencarian.

Tim Gabungan terdiri atas personel kepolisian dari Polsek Paranggupito Polres Wonogiri, prajurit TNI AD dari Koramil-25 Kodim 0728 Wonogiri, aparat siaga bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri. Juga melibatkan relawan dari Serch And Rescue (SAR) Wonogiri, Perangkat Desa dan masyarakat nelayan pantai selatan.

Pencarian lanjutan juga melibatkan tambahan personel dari relawan PMI Kabupaten Pacitan dan personel dari Basarnas dari Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Tim melakukan penyisiran di sejumlah titik pantai selatan. Terdiri atas Pantai Watu Mandi, Pantai Kalimirah, Pantai Karang Payung, Pantai Waru, Pantai Nampu, Pantai Sembukan, Pantai Klotok, hingga Pantai Ndadapan.

Bersamaan itu, rekan-rekan korban juga melakukan pencarian memakai kapal dari wilayah perairan. Pencarian yang dilakukan sesama nelayan ini, berangkat dari Pantai Watu Karung, Kabupaten Pacitan. Bahkan informasi belum ditemukannya Jumali, juga disebarluaskan ke para nelayan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pantai Sadeng, dan pantai-pantai lain di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres  AKP Anom Prabowo, Senin (3/3/26), menyatakan, korban belum ditemukan. Meskipun jajaran kepolisian bersama unsur terkait, terus mengoptimalkan pencarian sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kapolsek Paranggupito AKP Sutrisyanto, tampil memimpin langsung pengawasan dan pengendalian di lapangan, sekaligus untuk memastikan kegiatan pencarian berjalan aman, tertib dan kondusif.

Kendala

Tim Gabungan dalam melakukan pencarian, menghadapi kendala medan yang berat dan di lokasi tidak ada sinyal komunikasi. Bibir pantai laut selatan terdiri atas batuan karang terjal, setiap kali dihantam gelombang ombak yang dahsyat. Meskipun demikian, tidak menyurutkan semangat para personel Tim Gabungan yang melakukan penyisiran sepanjang pantai. Di bibir Pantai Watu Mandi, Tim Gabungan menemukan serpihan badan kapal korban yang hancur, karena setiap kali dihantam gelombang ombak besar laut selatan.

Sebagaimana pernah diberitakan, sebuah kapal daplang bernama Manis Rizky 59, asal Watu Karung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengalami kecelakaan laut. Kapal tersebut ditemukan terdampar dengan posisi terbalik di batu karang Pantai Watu Mandi, Dusun Dawung, Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kapal nelayan yang terdampar tersebut, memiliki warna cat putih kombinasi biru dan merah. Panjang kapal sekitar 11 Meter (M) dan lebar 125 Centimeter (CM). Sejak Kamis malam (26/2/26), kapal tersebut dipakai melaut oleh nelayan Jumali (50), untuk mencari udang lobster. Korban merupakan warga asal Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ini, berangkat melaut dari Pantai Watu Karung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sampai berita ini diturunkan, Jumali belum berhasil ditemukan.

Mewakili Kapolres, AKP Anom Prabowo, Senin (3/3/26), menegaskan, jajaran Polres Wonogiri bersama TNI, Basarnas, BPBD, SAR dan unsur terkait lainnya, berkomitmen melanjutkan pencarian korban secara maksimal. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.

Kepada masyarakat pantai, diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut selatan. ”Segera melapor kepada petugas, apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo.(Bambang Pur)