JEPARA (SUARABARU.ID) – Era disrupsi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Teknologi digital, arus informasi yang cepat, serta tuntutan kompetensi global menuntut guru untuk terus beradaptasi. Menyadari hal tersebut, PGRI Cabang Mlonggo menyelenggarakan Workshop Pendidikan dengan tema “Sinergi Kompetensi: Memenuhi Harapan Pemerintah dalam Mencetak Generasi Literat di Era Disrupsi.”
Diselenggarakan pada Kamis 21 Mei 2026 di Hall Hotel Sekuro Village Beach and Resort, kegiatan ini menjadi wadah refleksi, pembelajaran, sekaligus penguatan komitmen bagi para pendidik agar mampu mencetak generasi literat yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bijak, berkarakter, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Jajaran panitia dan pengurus PGRI Cabang Mlonggo.Foto. Dok Panitia
Tamu undangan utama dalam acara ini Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Ratib Zaini, A.P, M.Si., dan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jepara Prof. Dr. H. Mustaqim, M.Pd. yang sekaligus sebagai narasumber.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua PGRI Jepara Darono, S.Pd.Ind., Koordinator Satkordikcam Mlonggo Nuryadi, S.Pd. M.M., Wakil Satkordikcam Mlonggo Siti Muajizah, S.E., Pengawas Dabin 2 dan 3 Tyas Titik Widyastuti, M.Pd., Ketua Penjaminan Mutu Pendidikan Eny Nuryatie, S.Pd. beserta sekretaris Nikmah Faizun, S.Pd., Ketua KKKS Etty Noor Laila, S.Pd., serta Ketua Ranting PGRI 1, 2, dan 3 Ibu Rina Rochiana, M.Pd., Sutiyono, S.Pd., dan Dewi Saptariani, S.Pd.
Peserta workshop merupakan perwakilan dari berbagai jenjang pendidikan, yakni 33 guru Sekolah Dasar, 2 guru Madrasah Ibtidaiyah, 1 guru Sekolah Menengah Pertama, dan 1 guru Sekolah Menengah Atas. Setiap sekolah mengirimkan satu orang guru sebagai delegasi, sehingga forum ini benar-benar mencerminkan representasi lintas jenjang pendidikan.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars PGRI dan Mars Jepara. Pembukaan dilakukan dengan pembacaan surat Al-Fatihah bagi peserta muslim, sementara peserta non-muslim berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PGRI Cabang Mlonggo, Amin Fatah, S.Pd., yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses karena kolaborasi dan sinergi disetiap unsur . Sambutan kedua diberikan oleh Nuryadi, S.Pd., M.M., yang sekaligus membuka acara workshop secara resmi dengan penuh optimisme.
Workshop menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi: Kepala Disdikpora Kab. Jepara Ratib Zaini, A.P., M.Si.yang diwakili Adi Hananto, S.Kom., M.M., menekankan sikap bijak dalam menghadapi era digitalisasi. “Guru diingatkan untuk berhati-hati menggunakan media sosial, memanfaatkan WhatsApp secara positif, serta menjaga kebersamaan dengan rekan kerja di lingkungan kantor,” ujarnya
Sementara Prof. Dr. H. Mustaqim, M.Pd. – Guru Besar Manajemen Pendidikan Islam dari UIN Semarang sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jepara menegaskan bahwa guru yang baik adalah guru yang melampaui tanggungjawabnya. “Literasi tidak cukup diajarkan secara teoritis, tetapi harus dipraktikkan secara nyata. Penggunaan media pembelajaran diyakini dapat mempercepat pemahaman siswa dan membuat literasi lebih melekat dalam kehidupan mereka,” urainya
Sedangkan Aisyah Rofah, M.Pd. – Fasilitator Pembelajaran Mendalam dari BBGTK Provinsi Jawa Tengah menyampaikan pentingnya kokurikuler, yaitu kegiatan yang dapat dilakukan guru bersama siswa di sekolah untuk memperkuat proses pembelajaran. “Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan keterlibatan aktif siswa sekaligus memperkuat budaya literasi,” ujarnya
Pada sesi ini peserta diwajibkan untuk membuat tugas berupa Rencana Pembelajaran Kokurikuler sebagai syarat mendapatkan sertifikat dengan batas akhir pengumpulan tanggal 25 Mei 2026.
Di akhir sesi seluruh peserta, narasumber, dan panitia berfoto bersama untuk mengabadikan moment luar biasa ini.
Workshop Pendidikan PGRI Cabang Mlonggo ini menjadi wadah refleksi sekaligus inspirasi bagi para guru. Sinergi kompetensi antarpendidik, dukungan pemerintah, serta peran aktif dewan pendidikan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi literat yang adaptif di era disrupsi. Sebagaimana pesan yang berulang kali disampaikan para narasumber, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keterampilan hidup yang harus dipraktikkan secara nyata. Guru dituntut untuk melampaui batas tanggung jawab formalnya, menjadi teladan, fasilitator, sekaligus inspirator bagi peserta didik.
Hadepe – Dewi Saptariani, S.Pd.













