WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Satlantas Polres Wonogiri, Senin sore (23/2/26), membagikan ratusan takjil (makanan dan minum ringan) kepada para pengguna jalan. Ini disertai dengan penyampaian pesan edukatif, agar pemakai jalan senantiasa tertib berlalu lintas, demi menghindari kecelakaan.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dan Kasat Lantas AKP Julius Marlon Gawe melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, semalam, menyatakan, sasaran penerima takjil adalah pengendara yang berhenti saat lampu menyala merah di Bangjo Perempatan Gudangseng, Kota Wonogiri.
Kegiatan ini, dilakukan bersamaan dengan Bulan Ramadhan 1447 H (2026 M). Teknis pembagiannya, dilakukan oleh para anggota dari Satlantas bersama personel Humas Polres Wonogiri. Takjil yang dibagikan sebanyak 200 paket. Kepada para penerima takjil, sekaligus dipesankan agar berhati-hati untuk menghindari kecelakaan.
Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menyatakan, ini merupakan wujud kehadiran polisi di tengah masyarakat. Yang tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga demi kepedulian sosial. “Melalui kegiatan berbagi takjil ini, Polres Wonogiri ingin menumbuhkan kedekatan emosional dengan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan keselamatan dalam berlalu lintas,” tandas AKP Anom Prabowo.
Kepatuhan para pengendara terhadap aturan lalu lintas, sangat berpengaruh dalam menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban. Pemilihan lokasi pembagian takjil di ruas jalan protokol Kota Wonogiri, bertujuan agar pesan keselamatan berlalu lintas dapat menjangkau lebih banyak pengguna jalan, khususnya pada jam rawan menjelang waktu berbuka puasa.
Pihak Polres Wonogiri, berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat. Baik secara sosial, maupun sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan.
Takjil berasal dari bahasa Arab ‘ajila, artinya menyegerakan. Ini mengandung pemahaman tentang anjuran untuk segera berbuka puasa saat tiba waktunya. Yang itu dapat dilakukan selagi masih di jalan, tanpa harus bergegas tiba di rumah. Sebab sikap bergegas, dapat berpotensi memunculkan sikap sembrono dalam berkendaraan. Yang itu dapat menyebabkan kecelakaan.(Bambang Pur)











