Salah satu yang masih terdampak banjir yakni di jalur vital Pantai Utara (Pantura) Demak. Tepatnya di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk.
Lokasi banjir luapan ini tak jauh dengan gapura perbatasan Kabupaten Demak. Baik dari arah Demak – Semarang, maupun sebaliknya.
Ketinggian banjir luapan sungai itu bervariasi, ada yang melebihi trotoar pemisah jalur. Di tepi jalan bahkan lebih dalam.
Pemotor khususnya, harus melewati jakut ini dengan berhati-hati dan pelan. Kendaraan merayap.
Foto dan video kondisi ini juga diunggah oleh masyarakat ke media sosial. Salah satunya diunggah ulang melalui akun Instagram @kejadiansmg pada, Selasa, 16 Februari 2025 siang ini.
Dipantau melalui Fitur Google Maps, kemacetan mengular dari arah Demak ke Semarang hingga belasan kilometer.
Ekot kemacetan telah mencapai Desa Batu, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Demak.
Jalur alternatif lain yang bisa digunakan pengendara yakni Jalan Raya Onggorawe – Mranggen. Meskipun di titik ini jalan juga terjadi kemacetan.
Sebagai informasi sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, merilis Situation Report (Sitrep) Bencana Banjir Kota Semarang.
Dengan informasi terbaru Senin, 16 Februari 2025, pukul 07.00 WIB.
Sejak srkira pukul 02.00 WIB, dilaporkan hujan deras dengan intensitas sedang – tinggi di wilayah Kota Semarang. Sistem drainase, dan sungai tidak mampu menampung debit air hujan yang membuat aliran air meluap di area Pemukiman.
Menyusul itu, terjadi genangan di beberapa titik di wilayah Kota Semarang. Di antaranya, Perumahan Argo Residence Grand Batik Semarang, Grand Pemata Tembalang, Perumahan Dinar Indah, dan RW 1 Kelurahan Rowosari di Kecamatan Tembalang.
Ratusan keluarga dan jiwa terdampak banjir luapan dari Kali Babon tersebut. Mereka juga mengungsi akibat kejadian ini.
BPBD terus melakukan upaya penanganan, di antaranya monitoring dan pemantauan wilayah yang masih terdampak genangan. Melakukan asesmen, dan evakuasi warga yang terdampak.
Beberapa kebutuhan mendesak di antaranya, pembersihan lokasi pasca banjir, dukungan logistik terdampak termasuk air bersih. (*)
Diaz A Abidin













