blank
Gunung Mutis, gunung tertinggi di Timor menjadi sasaran pendakian para pencinta naik gunung. Foto: Dimensi Indonesia

GUNUNG Mutis, menjadi bagian penting bagi masyarakat adat Atoni Meto (Orang Dawan) di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Nama Gunung Mutis yang disebut dalam novel berjudul Cumbuan Sabana karya Gerson Poyk.

Gunung Mutis oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Nuaf Nefomasi, sejak lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat Atoni Meto ( Orang Dawan) di Pulau Timor. Jauh sebelum dikenal sebagai destinasi wisata, kawasan Gunung Mutis telah dimaknai sebagai wilayah sakral, sumber kehidupan, dan pusat keseimbangan alam.

Secara turun-temurun, masyarakat adat memanfaatkan kawasan Mutis sebagai sumber air, lahan penggembalaan, dan hutan adat, dengan aturan adat yang ketat untuk menjaga kelestariannya. Hutan ampupu yang mendominasi kawasan ini dianggap memiliki nilai ekologis dan budaya yang penting.

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, kawasan Mutis mulai mendapat perhatian karena kondisi geografisnya yang unik dan potensi hutannya. Setelah Indonesia merdeka, Gunung Mutis kemudian ditetapkan sebagai Cagar Alam Gunung Mutis, sebagai upaya melindungi ekosistem, flora, fauna, serta fungsi hidrologisnya bagi wilayah Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara.

Gunung Mutis, yang juga dikenal dengan nama Nuaf Nefomasi juga merupakan gunung tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan ketinggian sekitar 2.417 meter di atas permukaan laut. Terletak di Pulau Timor, tepatnya di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU), Gunung Mutis menjadi salah satu destinasi unggulan bagi pecinta alam, pendaki, serta wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam NTT dari ketinggian.

Gunung Mutis memilki tiga puncak yakni Nuaf Muna, Nuaf Nefomasi dan Nuaf Nupala. Keindahan Gunung Mutis sudah tersaji saat pengunjung mulai melakukan pendakian atau trekking.

Seorang tetua di Timor menuturkan, menurut cerita Sejarah, Gunung Mutis merupakan tempat para raja di Timor membahas dan membagi wilayah kekuasaan. “Setelah semua raja berkumpul, berkatalah mereka mutis yang artinya lengkap,” ujar tetua tersebut.

Secara administratif, Gunung Mutis terletak di Kecamatan Fatumnasi dan Kecamatan Tobu Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

blank
Taman Nasional Mutis Timau, di sini fauna seperti rusa timor, kuskus, sanca Timor dan aneka fauna seperti ampupu, dan berbagai jenis tanaman paku-pakuan terjaga. Foto: Ant

Berbeda dengan gunung-gunung tinggi di Indonesia bagian barat. Gunung Mutis dengan ketinggian 2.427 mdpl, ini adalah gunung tertinggi di wilayah Timor Barat dan juga Nusa Tenggara Timur.

Gunung Mutis menawarkan hutan ampupu serta hamparan perbukitan yang membentang sejauh mata memandang. Pohon ampupu yang tumbuh alami di kawasan ini menjadi ciri khas Gunung Mutis dan jarang ditemukan di daerah lain.

Udara di kawasan Gunung Mutis tergolong sejuk hingga dingin, terutama pada pagi dan malam hari. Kabut tipis sering menyelimuti area pegunungan, menciptakan suasana tenang dan eksotis yang sangat cocok untuk relaksasi maupun fotografi alam.

Gunung Mutis termasuk gunung yang ramah bagi pendaki pemula hingga menengah, meskipun tetap membutuhkan persiapan fisik dan logistik yang matang. Dari puncak Gunung Mutis, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan Pulau Timor yang luas, termasuk perbukitan, savana, dan desa-desa adat di kejauhan.

“Saat cuaca cerah, memandang matahari terbit dan terbenam di kawasan ini menjadi momen yang sangat memukau para pendaki Gunung Mutis ini,“ ujar seorang pendaki.

Tradisi dan Kearifan Lokal

Berbicara tentang Gunung Mutis bukan hanya bicara tentang alam, tetapi juga budaya masyarakat adat Dawan (Atoni Meto) yang masih sangat kuat. Di sekitar kawasan gunung terdapat Desa Wisata Fatumnasi, yang sering menjadi pintu masuk utama menuju Gunung Mutis.

Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, melihat rumah adat (sonaf), serta mengenal tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Kawasan Gunung Mutis juga telah ditetapkan sebagai Cagar Alam, sehingga kelestarian flora, fauna, dan ekosistemnya sangat dterjaga. Pengunjung diharapkan ikut berperan dengan menerapkan prinsip wisata ramah lingkungan.

Sebagai titik tertinggi di NTT, Gunung Mutis memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan ekowisata unggulan. Keindahan alam yang masih asri, udara bersih, serta nuansa budaya yang kental menjadikan Gunung Mutis pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi lain Nusa Tenggara Timur yang tenang dan autentik.

Gunung Mutis bukan sekadar tempat pendakian, tetapi juga ruang untuk menyatu dengan alam, menikmati keheningan, dan mengenal budaya Timor yang kaya. Bagi siapa pun yang berkunjung ke Pulau Timor, Gunung Mutis adalah destinasi yang layak masuk dalam daftar perjalanan.

Clarissa Martina Yovita Fallo