blank
PAR NU Wonosari Ngaliyan salurkan bantuan sembako untuk puluhan RT yang terdampak banjir. Foto: Tim Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PAR NU) Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kelurahan Wonosari pada Minggu (18/1/2025) malam.

Bantuan disalurkan menggunakan ambulans Ranting NU Wonosari melalui posko bencana di Kantor Kelurahan Wonosari, untuk warga dari puluhan RT terdampak.

Ketua PAR NU Wonosari, Jamal Luthfi mengatakan, pihaknya terpanggil membantu warga yang terdampak bencana di wilayahnya. “Kami ikut merasakan duka itu, apalagi menimpa warga yang sama-sama berada di kelurahan kami. Meski tidak mencukupi kebutuhan warga terdampak, minimal bisa membantu kebutuhan primer darurat,” ujar Jamal, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, bantuan berasal dari iuran dadakan para anggota PAR NU Wonosari yang ditambah dana kas organisasi. Bantuan tersebut berupa bahan pangan siap masak. “Kami kirimkan dua peti telur, beras, puluhan mi instan, serta minyak goreng ke posko di Kantor Kelurahan Wonosari,” katanya.

Ia menyebut, bantuan tersebut bersifat insidentil dan diberikan dalam kondisi darurat yang tidak terprediksi. Sementara itu, kegiatan sosial rutin tetap dijalankan PAR NU setiap tiga bulan sekali.

“Bantuan rutin sudah kami lakukan untuk fakir miskin dan anak yatim di sekitar kami, berupa bantuan finansial untuk kebutuhan listrik maupun kebutuhan lain, yang dihimpun dari kaleng infak,” imbuhnya.

Selain itu, layanan sosial keumatan juga rutin dilaksanakan dalam bentuk fasilitas mobil ambulans untuk warga sekitar, bahkan kadang lintas kecamatan.

Lurah Wonosari, Dimas Nofa Sancoyo, mengapresiasi kepedulian PAR NU Wonosari terhadap warganya yang terdampak bencana. “Terima kasih atas bantuan kepada warga kami,” ucap Dimas.

Ia memastikan bantuan tersebut disalurkan kepada warga terdampak di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan.

Diketahui, hujan deras yang terjadi pada Kamis (15/1/2025) sore hingga malam memicu banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut. Dimas menyatakan puluhan RT terdampak dan belasan warga harus dievakuasi. “Kami mengevakuasi 12 warga, termasuk lansia dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ning S