blank
Istana Mysore ramai dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun manca, termasuk pengunjung dari Indonesia. Foto: Clarissa Martina Yovita Fallo

INDIA adalah negeri yang menyimpan aneka kekayaan budaya. Bila kita menonton film-film India, dipastikan ada tari dan nyanyi, kemudian setingnya banyak pula di lokasi bangunan yang bernilai arsitektur tinggi dengan keindahan yang memesona.

Sebuah keberuntungan bila penulis sempat berkunjung ke India, meski dalam rangkaian tugas dan pekerjaan. Namun, di antara tugas dan pekerjaan ini, ada sela waktu untuk menyaksikan keindahan dan pesona negeri Anak Benua ini, baik di India Utara maupun India Selatan.

Di India Utara kita mengenal bangunan yang sangat luar biasa, bahkan pernah tercatat sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, yaitu Taj Mahal. Sebuah bangunan persembahan sang Raja Mughal, Shah Jehan untuk permaisuri yang sangat dicintainya Mumtaz Mahal yang telah meninggal.

Sementara di India Selatan, kita bisa temui Istana Mysore, tempat kediaman resmi Maharaja Mysoredi pusat kota Mysuru, Karnataka. Bangunan ini juga dikenal sebagai Istana Amba Vilas, merupakan istana bersejarah Mysuru, Karnataka. Lokasi ini  sangat strategis dan mudah diakses dari stasiun kereta, terminal bus, maupun pusat kota.

Untuk menuju ke Istana Mysore, kita dari distrik Bengaluru membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi atau pun menggunakan kereta api.

Istana ini menjadi bangunan paling ikonik yang mendominasi cakrawala kota tersebut. Istana tiga lantai ini dirancang oleh arsitek Inggris, Henry Irwin dengan gaya arsitektur Indo-Saracen. Perpaduan arsitektur Hindu, Islam, Rajput, dan Eropa.

blank
Menyusuri Istana Mysore di Karnataka India, kita menemukan arsitektur unik dengan pernaik-pernik yang rumit. Foto: Clarissa Martina Yovita Fallo

Kubah marmer, jendela kaca patri, langit-langit berukir, serta lantai bermotif rumit membuat interior istana terasa sangat lengkap dan estetik. Istana ini dibangun dalam rentang waktu cukup lama, dari tahun1897 hingga 1912. Ciri khas bangunannya terlihat pada menara-menara persegi yang indah di setiap penjuru istana, masing-masing ditutupi oleh kubah megah.

Di dalam istana terdapat Aula Durbar yang memukau dengan langit-langit berornamen dan pilar-pilar berukir halus, serta paviliun pernikahan yang dihiasi lantai keramik yang indah dan bermotif indah dan enak dipandang.

Perayaan Dussehra

Keindahan interior istana semakin diperkaya dengan pintu-pintu berukir rumit, koleksi lukisan yang berwarna biru dan emas sebagai tempat duduk gajah, serta singgasana emas bertatahkan permata yang hanya dipamerkan saat perayaan besar atau yang dikenal sebagai perayaan Dussehra.