blank
Berfoto bersama teman-teman dari India dan Indonesia di depan Istana Mysore. Foto: Clarissa Martina Yovita Fallo

Perayaan Dussehra merupakan salah satu festival penting dimana patung raja setan Rahwana dibakar sebagai simbol atas kemenangan kebaikan atas kejahatan.

Kompleks istana yang dikelilingi tembok ini juga mencakup Museum Perumahan yang menggabungkan beberapa kediaman istana, berbagai kuil dan tempat suci, termasuk Kuil Shwetha Varahaswamy.

Setiap weekend ataupun hari libur nasional, dan terutama selama perayaan Dasara, Istana Mysore diterangi oleh sekitar 97.000 bola lampu listrik, menciptakan pemandangan malam yang sangat megah dan memukau seluruh Kota Mysore dan tentunya banyak pengunjung akan berbondong-bondong ketempat ini untuk menikmati keindahan malam yang sungguh menakjubkan.

Mysore Palace adalah istana kerajaan resmi Dinasti Wadiyar yang pernah memerintah wilayah Mysore selama ratusan tahun. Istana yang kita lihat sekarang dibangun kembali pada awal abad ke-20 setelah bangunan sebelumnya terbakar. Hingga kini, Mysore Palace menjadi salah satu istana paling megah dan paling banyak dikunjungi di India.

Tiket untuk masuk ke Istana ini tidak begitu mahal bagi kaum masyarakat lokal namun harga tiket bagi wisatawan mancanegara sangatlah mahal. Hal ini disampaikan Edmunda salah satu pengunjung yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia

“Harga karcis untuk masuk ke Istana Mysore sangatlah mahal terutama untuk orang asing seperti saya. Namun saya merasa tidak kesulitan dan tidak menyesal, karena sangat puas dan boleh menikmati bangunan yang sungguh indah dan penuh historis ini,” kata Edmunda dalam sebuah perbincangan dengan penulis.

Sementara itu Monika, salah satu warga lokal yang berasal dari Patna, India Utara pun berkata merasa bersyukur karena bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa berkunjung ke Istana Mysore.

“Meskipun saya orang India namun ini adalah pengalaman pertama bagi saya untuk bisa berkunjung ke kota lain yang dimana memiliki bangunan yang sangat unik dan elok.” Ujar Monika.

Seorang petugas Istana Mysore mengatakan, pengunjung ke Istana Mysore adalah para pelajar dan mahasiswa serta wisawatan manca.Selain untuk menikmati bangunan yang indah, mereka juga bisa belajar tentang sejarah Istana Mysore dan bagaimana mereka bisa mempertahankan bangunan tersebut sehingga bisa bertahan dan awet sejauh ini. Tutur salah satu petugas Istana saat diwawancarai di kompleks Istana Mysore,” ujar petugas tersebut.

Helena, pengunjung yang berasal dari Sumatera, Indonesia, memberikan Kesan atas bangunan yang sangat ikonik ini. “Saya berharap semoga bangunan yang memiliki perjalanan dan kisah yang panjang ini, dirawat dan dilestarikan dengan baik sehingga banyak generasi muda semakin mencintai dan bangga serta bisa menikmati serta mengalami keindahan istana yang sangat ikonik ini,” ujarnya.

Clarissa Martina Yovita Fallo