blank
Pentas wayang kulit Lakon Wahyu Topeng Waja akan digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri, Senin malam (18/5/26), menghadirkan Bintang Tamu Sinden Milenial Elisha Orcarus Allaso.(Dok.Prokopim Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk, akan dipentaskan di Pendapa Kabupaten Wonogiri Senin malam (18/5/26) sampai Selasa dinihari (29/5/26). Menyajikan Lakon Wahyu Topeng Waja, dengan bintang tamu sinden milenial Ni Elisha Orcarus Allaso bersama Apri, Mimin, Risang Gotho dan Rendra Kemana.

Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini, disajikan dalam rangka memeriahkan malam tirakatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-285 Tahun 2026. Sekaligus sebagai upaya nguri-uri (melestarikan) wayang kulit sebagai budaya adi luhung yang telah diakui sebagai warisan dunia.

Untuk diketahui, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation) telah menetapkan wayang sebagai warisan budaya takbenda (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada Tanggal 7 Nopember 2003. Lembaga dunia yang berkantor pusat di Paris, Perancis, ini membidangi program pendidikan, Ilmu Sosial, Ilmu Alam, Kebudayaan, Komunikasi dan Informasi.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Wonogiri, Dalang Ki Eko Sunarsono SKar, menyatakan, yang akan mementasakan Lakon Wahyu Topeng Waja adalah Dalang Ki Aan Bagus Saputro. ”Dalang dari Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri,” jelas Ki Eko Sunarsono.

Lakon Wahyu Topeng Waja termasuk lakon carangan, yang keberadaannya dituliskan pada halaman 1555-1556 Ensiklopedi Wayang Indonesia. Wahyu Topeng Waja diterima oleh Raja Pinggondani Prabu Gatotkaca. Putra Bima dengan Dewi Arimbi ini, memiliki tiga pusaka sakti, yakni Baju Kutang Antrakusuma, Caping Basunanda dan Tlumpah (sepatu) Pada Kucarma.

Gatotkaca juga dikenal dengan nama Arimbiatmaja, Bimasiwi, Guritna, Gurudaya, Kacanegara, Purbaya, Kancingjaya, Bambang Tetuka. Dalam Lakon Topeng Waja, Gatutkaca berebut wahyu dengan Prabu Boma Narakasura.

Milenial

Didukung Prabu Kresna dan kakeknya Sang Hyang Antaboga, Boma, berupaya merebut Wahyu Topeng Waja dan berambisi untuk menjadi senapati Pandawa dalam Perang Baratayuda. Tapi saat berperang, Gatutkaca berhasil mengalahkan Boma. lakon Wahyu Topeng Waja cukup populer di jagat pewayangan.

Sebagai bintang tamu, Elisha Orcarus Allasso (lahir 10 Agustus 1993) adalah seorang sinden yang juga mahir mendalang. Dikenal sebagai  perempuan asal Indonesia yang dikenal melalui pementasan wayang kulit di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sinden milenia ini, populer di media sosial, karena keterlibatannya dalam berbagai pertunjukan seni tradisional. Dia mahir nembang, mendalang dan juga pintar menghidupkan panggung dengan jok-jok lawakan yang mengundang tawa, saat pentas bersama Dalang Kondang (Alm) Ki Seno Nugroho.

Elisha lahir di Desa Lambelu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Berasal dari keluarga dengan latar belakang multikultural. Ibunya berdarah Minangkabau dan Venezuela, sedangkan ayahnya berdarah Sulawesi dan Perancis.

Menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Elisha, mengambil jurusan Seni Pedalangan. Ia tekun mempelajari seni pedalangan dan karawitan, sehingga mahir mendalang sekaligus nyinden. Setelah memperoleh gelar Sarjana Seni (SSn), ia melanjutkan studi magister di Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan meraih gelar Magister Psikologi (MPsi).(Bambang Pur)