blank
Foto bersama setelah "Gerakan Menanam" yang menargetkan rehabilitasi kawasan Pantai Komplek Tambak Bandeng Kalinga melalui penanaman 300 bibit Mangrove dan 50 pohon Cemara. Foto: Fadhilatul HR.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebagai pelaksana utama (PIC) Festival Syari’ah 9, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) UNISNU Jepara merealisasikan program unggulan “BEM FSH Mengabdi” di Desa Ujungwatu pada 13-15 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat ketahanan sosial dan ekologi masyarakat pesisir melalui pendekatan yang holistik dan berkelanjutan.

blank
Murid yang ikut menanam. Foto: Fadhilatul HR.

Salah satu agenda prioritas dalam program ini adalah “Gerakan Menanam” yang menargetkan rehabilitasi kawasan Pantai Komplek Tambak Bandeng Kalinga melalui penanaman 300 bibit Mangrove dan 50 pohon Cemara.

Aksi nyata ini merupakan bentuk dukungan penuh BEM FSH UNISNU terhadap visi dan program Bupati Jepara dalam pemulihan lingkungan serta mitigasi abrasi. Dekan FSH UNISNU Jepara, Dr. Wahidullah, S.H., M.H., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa adalah kewajiban moral.

“Kegiatan ini merupakan pengaplikasian Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga, sebagai wujud kepedulian kita terhadap keberlangsungan ekosistem kelautan dan daratan,” tegasnya.

Dukungan terhadap aksi lingkungan ini juga mendapat apresiasi langsung dari Kapolres Jepara yang hadir di lokasi penanaman bersama Ketua Bhayangkari Cabang Jepara. Kehadiran jajaran kepolisian ini mempertegas bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab lintas institusi yang memerlukan sinergi kolektif. Selain aksi tanam, nilai keberlanjutan diwariskan melalui “Sekolah Alam Cilik”. guna membangun kesadaran ekologi sejak dini.

Selaras dengan rumpun keilmuan fakultas, mahasiswa jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Perbankan Syariah menghadirkan solusi edukatif bagi warga. Dalam hal ini BEM FSH Bersama dengan UKK LPPH juga melaksanakan Advokasi Hukum Keluarga mengenai Fiqih Munakahat bersama jamaah Muslimat dan Fatayat, sementara aspek ekonomi syariah diwujudkan melalui distribusi bantuan sembako BAZNAS dan penyerahan kursi roda bantuan Bupati Jepara melalui Dinsospermasdes.

Momen pengabdian ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan tradisi lokal Sedekah Bumi Desa Ujungwatu. Mahasiswa BEM FSH tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi terjun langsung membantu terselenggaranya prosesi adat tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.

Kepala Desa Ujungwatu, H. Sungatono, menyatakan rasa bangganya: “Sinergi ini tidak hanya membantu pembangunan fisik dan lingkungan, tetapi juga menjaga marwah tradisi kami. Kehadiran mahasiswa memberikan energi positif bagi desa kami.

Aspek kesehatan turut menjadi perhatian melalui layanan Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah Semangat gotong royong ini semakin kuat dengan dukungan Dapur Umum dari Polres Jepara yang melayani kebutuhan konsumsi seluruh peserta dan penduduk desa.

Seluruh rangkaian Festival Syari’ah 9 ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi, aparat, dan pemerintah daerah mampu menciptakan dampak sosial-ekologis yang mendalam, inklusif, dan menghargai nilai-nilai tradisi.

Septiana W – Fadhilatul HR