blank
Event Bajaj Ramah untuk Anak Disabilitas digelar di Rumah Difabel Inklusi Semarang pertengahan Januari 2026. foto : dok./ist.

SEMARANG (SUARABARU.ID) — Bajaj kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai moda transportasi alternatif, melainkan telah bertransformasi menjadi kendaraan yang aman, ramah anak, dan inklusif bagi semua kalangan, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

Hal ini dibuktikan melalui kegiatan “Event Bajaj Ramah untuk Anak Disabilitas” yang digelar pada Kamis, 15 Januari 2026 di Rumah Difabel Inklusi Semarang.

Kegiatan ini menjadi ruang interaksi yang hangat antara anak-anak difabel dengan Bajaj sebagai sarana transportasi yang bersahabat.

Anak-anak diajak mengenal moda transportasi tersebut lebih dekat, merasakan langsung pengalaman naik kendaraan roda tiga ini, serta mengikuti aktivitas kebersamaan yang dirancang aman dan menyenangkan.

Suasana ceria terlihat ketika anak-anak menikmati perjalanan singkat menggunakan kendaraan yang satu ini, tertawa, dan menunjukkan rasa antusias selama kegiatan berlangsung.

City Manager Bajaj Semarang, Siva Gesita, mengatakan, kendaraan yang digunakan dalam kegiatan ini telah dibekali teknologi mesin modern yang lebih halus, minim getaran, dan tidak bising.

“Tingkat kebisingan yang rendah ini menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak, khususnya anak penyandang disabilitas yang sensitif terhadap suara dan guncangan,” katanya.

Selain itu, emisi gas buang yang lebih bersih menjadikan kendaraan ini ramah lingkungan serta aman digunakan di area permukiman dan fasilitas sosial.

Dari sisi keamanan, desain Bajaj yang stabil dan tertutup memberikan perlindungan ekstra bagi penumpang anak-anak.

Posisi duduk yang nyaman serta ruang kabin yang cukup membuat anak-anak merasa lebih tenang selama perjalanan.

Hal ini membuktikan bahwa Bajaj bukan hanya aman untuk orang dewasa, tetapi juga sangat ramah untuk anak-anak.

Lebih dari sekadar aman, Bajaj juga mampu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan.

Bentuknya yang unik dan berbeda dari kendaraan lain justru menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak.

Dalam kegiatan ini, Bajaj tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi media edukasi, hiburan, dan sarana membangun kepercayaan diri anak-anak untuk beraktivitas di ruang publik.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Bajaj merupakan kendaraan yang multifungsi,” katanya.

Selain dapat digunakan sebagai transportasi harian, kendaraan ini juga cocok untuk kegiatan sosial, edukasi, wisata, hingga mendukung mobilitas komunitas inklusif.

Fleksibilitas ukuran Bajaj yang mampu menjangkau area sempit dan permukiman padat semakin memperkuat perannya sebagai solusi transportasi yang adaptif di perkotaan.

Melalui kegiatan Bajaj Ramah Anak Disabilitas ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa kendaraan ini adalah moda transportasi yang aman, ramah anak, menyenangkan, dan dapat digunakan oleh siapa saja tanpa terkecuali.

“Inisiatif ini juga menjadi langkah nyata dalam mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif serta transportasi publik yang lebih humanis di kota Semarang,” katanya.

Hery Priyono