blank
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa (kiri) menyerahkan pengharga an kepada para pihak, termasuk kepada Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji (kedua dari kiri).(Dok.Prokopim Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Festival Mangrove Ke-9 Provinsi Jawa Timur, digelar di Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini, ditandai gelaran aksi konservasi dedikasi untuk Ibu Pertiwi, dengan menggandeng Bintang Panggung Kaka Slank.

Kaka Slank adalah Akhadi Wira Satriaji, vokalis ikonik dari rock band legendaris Indonesia, Slank. Dia dikenal dengan suara serak khas rock ‘n roll, dan gaya panggungnya energik dan santai. Keberadaannya, menjadi bagian penting dari formasi permanen Slank, dan dikenal karena kepeduliannya terhadap isu lingkungan serta gaya hidup sederhana.

Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ikut hadir dalam Festival Mangrove Ke-9 Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang dipusatkan di Kabupaten Pacitan. Acara ini, digelar Senin (22/12/25), di Pendapa Kabupaten Pacitan, dirangkai dengan penanaman massal Mangrove dan pelepasan Burung Pecuk Padi Hitam, di kawasan konservasi Mangrove di bibir laut selatan, tepatnya di kawasan Pantai Watu Mejo Park, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, aksi ini merupakan bentuk dedikasi untuk Ibu Pertiwi. Kata Gubernur, sosok ibu bukan hanya bentuk pisik, namun juga alam semesta, tempat bagi seluruh makhluk mengambil manfaat, meminum air, menghirup oksigen, serta menata kehidupan yang layak dan aman. “Di Hari Ibu ini, kita ingin memberikan kado kepada Ibu Pertiwi, caranya dengan merawat alam,” tandas Gubernur.

Festival Mangrove Ke-9 Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 di Pacitan ini, juga dihadiri Elders Electrico. Yakni artis yang juga penggerak konversi vespa listrik, yang ikut mengkampanyekan pentingnya menjaga kelestarian alam. Kehadirannya disambut oleh komunitas penggemar sepeda motor Vespa.

Festival ini, dimeriahkan beragam kegiatan. Yakni tampilnya D’Wana Band dengan tema “Lestari Hutanku,” peragaan busana batik organik berbahan pewarna alami Mangrove, dan pameran hilirisasi produk berbasis ekosistem Mangrove.

Nasional

Kepda Generasi Gen-Z, Kaka, berharap mampu memahami dan menyerap pengetahuan tentang betapa pentingnya keberadaan Mangrove.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan RI, Dr Muhammad Zainal Arifin, menyebut, Jawa Timur menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan hutan dan pesisir. Keberhasilannya, menjadi percontohan nasional di Tanah Air.

Mangrove adalah kelompok tumbuhan yang hidup di pesisir, mampu bertahan di lingkungan esktrem perairan air asin, tanah berlumpur basah, dan tidak terpengaruh pasang surur air laut. Berfungsi sebagai pelindung gari pantai, penyerap karbon, dan menjadi habitat aneka rama hayati.

Mangrove memiliki adaptasi khusus seperti akar napas dan kemampuan mengeluarkan garam. Keberadaannya mampu melawan abrasi dan perubahan iklim. Indonesia memiliki hutan Mangrove terluas di dunia.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, menyatakan bangga karena Pacitan bisa menjadi bagian dari aksi kelestarian alam melalui Konservasi Mangrove. “Kita bisa lihat hasilnya, hasil penanaman Tahun 2022, saat ini sudah tinggi semuanya dan melebar,” terang Bupati.

Selain menghadiri event Festival Mangrove, Gubernur Jatim juga mengunjungi berbagai projek infrastruktur yang dibiayai oleh Pemprov Jatim. Diantaranya, Jembatan Kwaron dan Jembatan Tambakan di Desa Tambakrejo. Selain itu, juga meninjau perbaikan Jalan Sultan Ageng (SA) Tirtoyoso, yang merupakan jalur enuju Markas Komando (Mako) Lanal Pacitan, dan pembangunan ruas jalan lingkungan di Kelurahan Ploso.(Bambang Pur)