JEPARA (SUARABARU.ID) – Program pengelolaan limbah berbasis sedekah bertajuk “Sampahmu Infaqmu” kembali mendapat dukungan konkret melalui penyerahan mobil operasional pengangkut sampah dalam rangkaian Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Pendopo Kabupaten Jepara, Minggu (17/5/2026).
Mobil diberikan dari Lazizmu Jepara ke PCPM Donorojo. Penyerahan kunci kendaraan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar, kepada Heru Pramono selaku perwakilan pengurus PCPM Donorojo sekaligus penggerak utama program Sampahmu Infaqmu.

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh jajaran pimpinan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Jepara, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Jepara, serta perwakilan manajemen Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Manfaat yang bertindak sebagai mitra strategis pendanaan.
Langkah konkrit ini menegaskan bahwa penanganan urusan domestik seperti limbah rumah tangga tidak lagi bisa dipandang sebelah mata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif institusi keagamaan dan lembaga keuangan mikro.

Dalam sambutannya, M. Ibnu Hajar mengapresiasi keterlibatan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dalam membantu pemerintah daerah menangani persoalan sampah yang semakin kompleks di Jepara.
“Apresiasi kami atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara atas kepedulian Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dalam menanggulangi persoalan sampah di Jepara. Terima kasih telah membantu kami menanggulangi masalah sampah,” ujarnya.
Menurutnya, model pengelolaan sampah yang dikonversi menjadi dana sosial merupakan langkah inovatif karena tidak hanya membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

Ketua PDA Jepara, Umi Kulsum, menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan yang dijalankan ’Aisyiyah tidak hanya berfokus pada pendidikan dan sosial, tetapi juga mencakup pelestarian lingkungan.
Ia menyebut gerakan Sampahmu Infaqmu menjadi bagian dari dakwah nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“’Aisyiyah siap menjadi mitra pemerintah ataupun masyarakat. Bukan untuk mencari nama, tapi memastikan tidak ada anak yang putus sekolah dan tidak ada lingkungan yang rusak,” katanya.
Program Sampahmu Infaqmu sendiri telah berjalan selama tiga tahun di bawah pengelolaan PCPM Donorojo. Melalui program tersebut, masyarakat diajak memilah sampah kering atau barang bekas dari rumah untuk kemudian disedekahkan kepada relawan.
Hasil penjualan sampah kemudian dikelola menjadi dana sosial yang digunakan untuk pembangunan masjid dan mushala, membantu operasional PAUD, hingga santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.
Namun dalam pelaksanaannya, pengurus sempat menghadapi kendala keterbatasan armada pengangkut. Selama ini proses pengambilan sampah masih mengandalkan kendaraan sederhana sehingga banyak titik penjemputan belum dapat terlayani secara maksimal.
Heru Pramono menyebut bantuan kendaraan operasional tersebut menjadi semangat baru bagi gerakan pengelolaan sampah berbasis filantropi di Donorojo.
“Terima kasih sekali atas bantuan mobil ini. Semoga menjadi napas baru gerakan Sampahmu Infaqmu di Donorojo secara khusus dan Kabupaten Jepara pada umumnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan armada baru itu akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pengangkutan sampah sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan limbah masyarakat.
Sementara itu, Badan Pengurus Lazismu Jepara, Nurchamid, mengatakan persoalan sampah merupakan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Lazismu Jepara bangga bisa berkontribusi membantu kelancaran kegiatan Sampahmu Infaqmu di Donorojo. Semoga mobil ini bisa bermanfaat,” katanya.
Melalui sinergi antara organisasi keagamaan, lembaga filantropi, pemerintah daerah, dan masyarakat, program Sampahmu Infaqmu diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis gotong royong yang mampu memberikan dampak lingkungan sekaligus manfaat sosial bagi warga Jepara.













