JEPARA ( SUARABARU. ID) – Sebuah film horor berjudul Terbang Terendam karya sutradara dan sineas muda Adamifa resmi diputar dalam acara pemutaran khusus yang digelar pada 20 Desember 2025 malam, bertempat di Gedung Kesenian Dewan Kesenian Daerah Jepara. Pemutaran ini menarik perhatian publik setelah film tersebut berhasil meraih nominasi pada ajang perfilman bergengsi Festival Film Horor yang diinisiasi oleh sutradara senior Indonesia Garin Nugroho bersama Forum Komunitas JAFF dan Ruang Film Pacitan.

Terbang Terendam yang menjadi Runner Up dan memenangkan Silver Skull Trophy FFH 2025 mengangkat kisah horor psikologis yang memadukan unsur lokal dan bahasa kedaerahan, atmosfer kelam, dan pendekatan visual yang kuat. Film ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman menegangkan sekaligus menyampaikan pesan mendalam tentang alam melalui simbolisme dan alur cerita yang tidak biasa yaitu terbang yang bisa bersuara sendiri dikarenakan dibuat dari kulit manusia untuk memperoleh pesugihan.
Adamifa selaku sutradara dalam ruang diskusi menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diterima filmnya. Ia berharap nominasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi para sineas lokal untuk terus berkarya, khususnya film sebagai wadah eksplorasi budaya dan cerita lokal.
“Film ini lahir dari proses yang panjang dan penuh tantangan. Nominasi ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh tim yang terlibat,” ujar Adamifa saat membuka acara pemutaran film yang MC nya menggunakan teknologi AI ini..
Pemutaran Terbang Terendam mendapat respons positif dari penonton dan penggiat film. Banyak yang memuji keberanian film ini dalam menyajikan horor yang tidak hanya mengandalkan kejutan, tetapi juga membangun suasana, mengangkat kelokalan dan kearifan alam serta kedalaman cerita.

“Sangat berbahagia menemukan teman-teman yang mau bergerak dalam kesenian seperti Ladamif Films dan teman-teman yang terlibat” Ujar Sarjono sebagai perwakilan DKD Kab. Jepara yang juga Seniman Kentrung Senior di Jepara.
Ladamif Films sendiri adalah sebuah rumah produksi film berbasis komunitas dari Jepara, Jawa Tengah. Sejak 2018 bergeliat membuat film fiksi maupun dokumenter dengan beberapa penghargaan perfilman yang pernah diraih. Selain proyek film/video bersama pemerintah maupun swasta, lokal maupun Nasional, Ladamif juga pernah terlibat dalam penggarapan film dokumenter Internasional bersama Affox – Swiss.

“Dengan pencapaian nominasi tersebut, saya sendiri sangat bangga sebagai sineas kabupaten Jepara karena bisa berkompetisi tingkat nasional bahkan menang itu bonus. Karena bisa masuk nominasi itu sudah menjadi pencapaian luar biasa.” Ujar Arif Gunandaru kolaborator Ladamif Films sejak 2018 dan dalam film ini sebagai colorist/color grading.
Antusiasme penonton tampak sangat tinggi ditandai dengan bagaimana mereka dengan tenang dan hidmat menyimak film yang di putar di layar. Sebelum pemutaran Fiml Terbang Terendam, para penonton disuguhi beberapa film yang telah di produksi yaitu Film “BTS” (ACFFEST – Anti Corruption Film Festival 2021) sebagai Ide Cerita Terpilih. Film “Talk to My Hen” dalam acara Gempur Rokok Illegal GRI Awards 2022 sebagai Juara dan Sutradara Terbaik. Film “Ya Kayuku Ya Kayumu” dalam Festival Film Pendek SOS 2024 Indosat dan Narasi.tv.
Film “Zakar” yang masuk sebagai jajaran official selection 10 film non kompetisi JWC- Jakarta World Cinema 2025, Festival Film Anak Bangsa 2025 sebagai Nominasi Film Terbaik, Skenario Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Aktor Terbaik), JWC – Jakarta World Cinema 2025. Lalu pemutaran Film Terbang Terendam sebagai acara puncak.
Bagi Adam, dia ingin menggelar pemutaran film tunggal sehingga masyarakat mengetahui bahwa ada film buatan warga Jepara yaitu Adam, teman-teman dan seluruh crew yang terlibat, yang sudah mampu bersaing di kancah Nasional. “Saya ingin kerja kami ini menjadi sebuah inspirasi dan semangat sineas-sineas muda Jepara,” ujarnya.
Film lain yang telah diproduksi oleh Ladamif Films sendiri adalah Film “Pendatang Baru” pada AKI – Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 Kemenparekraf sebagai Finalis Subsektor Film dan “Kinari” dalam Festival Film Folklore Muria 2023 Dana Indonesiana sebagai nominasi Film Terbaik, Skenario Terbaik, Pemeran Terbaik. Viddsee Juree Award Asia 2023 pada Audiance Choice serta dalam Festival Film Purbalingga 2024 Official Selection Rupa Indonesia.
Septiana Wibowo













