SEMARANG (SUARABARU.ID) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang melakukan Rembug Warga untuk menindaklanjuti operasi pemulihan kawasan rawan narkoba di Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang, Jumat (19/12/2025).
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program 100 hari kinerja Kepala BNN RI, dengan fokus pada penguatan pencegahan, pemberdayaan, serta pemulihan masyarakat di kawasan rawan narkoba melalui pendekatan humanis dan kolaboratif.
Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid menegaskan, penanganan permasalahan narkoba tidak cukup hanya mengedepankan penindakan hukum, tetapi harus dibarengi dengan upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
“Perang melawan narkoba bukan soal senjata, tetapi keberanian keluarga, terutama para ibu untuk melindungi masa depan anak-anaknya. Narkoba bekerja langsung menyerang otak dan menimbulkan ketergantungan, karena itu keluarga harus menjadi benteng utama pencegahan,” tegasnya.
Ia mengibaratkan pentingnya menatap masa depan sebagaimana kaca depan mobil yang lebih besar dibandingkan kaca spion, agar masyarakat tidak terjebak stigma masa lalu, melainkan fokus membangun harapan dan kehidupan yang lebih baik.
Berdasarkan data terbaru, angka paparan narkotika secara nasional meningkat dari sekitar 3,3 juta menjadi 4,1 juta jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa BNN tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“BNNP Jawa Tengah berkomitmen mendorong pelatihan life skill serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai langkah preventif yang disesuaikan dengan kebutuhan,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, Nur Fuad menyampaikan, kehadiran BAZNAS merupakan bentuk penyaluran amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki kepada masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS hadir untuk memastikan agar kekayaan tidak hanya berputar di kalangan tertentu, tetapi dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang terdampak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kelurahan Tanjung Mas,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut diserahkan bantuan berupa 50 paket sembako kepada warga Kelurahan Tanjung Mas yang terdampak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis sebagai bagian dari program pemulihan kawasan rawan narkoba.
BNNP Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat melalui pendekatan kemanusiaan, pemberdayaan, serta penguatan ketahanan sosial. BNNP Jawa Tengah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, kewaspadaan, dan keberanian dalam mencegah serta melaporkan penyalahgunaan narkoba.
Ning S













