JEPARA (SUARABARU.ID) – Belajar bukan hanya tentang di dalam kelas ataupun di depan papan tulis. Itu pula yang melatarbelakangi Rabu, 17 Desember 2025, SMP Negeri 1 Welahan bersama rombongan murid kelas IX, Waka Kesiswaan dan beberapa guru melakukan kokurikuler Edu Wisata ke kota ukir, Jepara.
Bukan sekadar jalan-jalan biasa, perjalanan ini menjadi misi menjemput cahaya inspirasi dari pahlawan nasional, R.A. Kartini, sekaligus meraba karya tangan-tangan terampil pemahat Jepara
Kokukurikuler menjadi bagian yang sangat vital dalam pembelajaran (intrakurikuler), karena bermanfaat untuk memperkuat, memperdalam dan memperkaya materi pelajaran sekaligus meningkatkan pengembangan penguatan karakter murid.

SMP Negeri 1 Welahan melaksanakan kegiatan kokurikuler berbasis edukasi wisata (Eduwista) di Sentra Patung dan Relief Desa Mulyoharjo, Jepara, Museum Kartini dan Jepara Ourland Park (JOP). Kegiatan kokurikuler ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual kepada murid.
Melalui pembelajaran langsung di lapangan, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal yang melekat pada seni patung dan relief khas Jepara.
Perjalanan Edu Wisata dimulai dari SMP Negeri 1 Welahan pukul 08.00 WIB dengan destinasi pertama yaitu Museum Kartini. Di sini, para murid seolah diajak melintasi lorong waktu. Suasana hening namun khidmat menyelimuti saat murid melihat langsung artefak peninggalan sang pejuang literasi.

“Melihat meja tulis dan surat-surat asli Kartini membuat saya sadar bahwa belajar itu adalah senjata paling kuat,” ujar Gigih siswa kelas 9A. Semakin ke dalam murid semakin terpukau dengan kerja keras Kartini dalam memperjuangkan Pendidikan.
Para murid terpaku saat melihat surat-surat asli beliau. Rasanya seperti diingatkan kembali bahwa sebagai pelajar, kita harus rajin membaca dan menulis agar bisa “terbitlah terang” seperti cita-cita beliau.
Tour Edu Wisata berlanjut ke desa Mulyoharjo sebagai salah satu daerah sentra perajin patung dan relief yang telah melahirkan karya-karya bernilai seni tinggi hingga menembus pasar nasional maupun internasional. Dalam pelaksanaannya, para murid diajak mengunjungi bengkel-bengkel seni milik para perajin lokal.

Mereka memperoleh penjelasan mengenai proses pembuatan patung dan relief, mulai dari pemilihan bahan, teknik pemahatan, hingga tahap penyelesaian akhir. Para perajin juga berbagi cerita tentang sejarah seni ukir Jepara, filosofi motif, serta tantangan dalam menjaga eksistensi seni tradisional di tengah perkembangan zaman.
Peserta Edu wisata melihat langsung para perajin dengan sabar mengayunkan palu dan pahatnya. Setiap guratan kayu dibuat dengan perasaan dan ketelitian tinggi. Murid berkesempatan melihat langsung proses transformasi balok kayu polos menjadi mahakarya bernilai tinggi. Interaksi dengan para perajin lokal memberikan wawasan baru tentang ketekunan, kesabaran, dan kreativitas yang merupakan nilai-nilai penting yang ditekankan dalam penguatan karakter murid SMP Negeri 1 Welahan.
“Kami ingin murid memiliki wawasan global namun tetap berpijak pada kearifan lokal. Dengan melihat sejarah dan budaya sendiri, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bangga akan identitas bangsanya,” pungkas Ardiebela selaku Waka Kesiswaan SMP Negeri 1 Welahan
Setelah puas belajar sejarah dan seni ukir, dilanjutkan menuju obyek yang merupakan puncak kegiatan Edu Wisata SMP N 1 Welahan, Jepara Ourland Park (JOP). Di sinilah momen kebersamaan, kegembiraan pecah di antara deburan air dan tawa ceria, menantang adrenalin di seluncuran tinggi yang berkelok-kelok, menikmati arus di kolam malas, juga pekik riang para peserta Eduwisata yang berkumpul di bawah ember tumpah raksasa.
Kegiatan Eduwisata ini memberikan dampak positif bagi murid. Murid menjadi lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan sikap apresiatif terhadap karya seni, melatih rasa ingin tahu, kreativitas, serta menanamkan nilai kerja keras dan ketekunan yang tercermin dari proses pembuatan karya seni patung dan relief.
Bagi SMP Negeri 1 Welahan, kokurikuler berbasis Edu Wista menjadi salah satu strategi pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Merdeka, yaitu pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat membentuk murid memiliki bagian delapan dimensi profil lulusan yaitu kewargaan, bernalar kritis, kreativitas, kolaborasi dan kemandirian. Juga berkontribusi dalam mengenalkan dan melestarikan budaya agung Kabupaten Jepara. Perjalanan Edu Wisata memberi pengalaman berharga bagi murid dapat menumbuhkan rasa bangga pada diri murid serta mendorong mereka untuk menjadi generasi penerus yang peduli terhadap pelestarian budaya bangsa
Hadepe – Kholipah dan Naillysa Rahmawati













