KUDUS (SUARABARU.ID) – Pemilihan Ketua Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Kudus dipastikan baru dapat digelar setelah Kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah pada 20 Desember 2025.
Wakil Ketua Asprov PSSI Jateng, Edy Sayudi, menegaskan bahwa posisi Pelaksana Tugas (PLT) ASKAB Kudus yang kini dijabat Joni Kurniawan hanya bersifat sementara dan tidak melalui proses pelantikan.
“PLT itu tidak ada pelantikan. Tugasnya hanya merencanakan kongres pemilihan bersama para anggota ASKAB. Setelah tim terbentuk dan ada pertemuan resmi dengan seluruh voter, barulah bisa diselenggarakan kongres untuk memilih ketua definitif,” jelas Edy.
Ia menyampaikan bahwa kongres ASKAB Kudus baru bisa dilaksanakan setelah kepengurusan baru Asprov PSSI Jateng terbentuk.
Berdasarkan perkiraan, proses tersebut dapat berlangsung pada Januari 2026. Namun, jadwal bisa lebih cepat jika hasil kongres 20 Desember langsung mendapatkan surat keputusan dari PSSI pusat.
“Kalau ketua hasil kongres 20 Desember nanti sudah dapat SK dalam satu atau dua minggu, dia bisa langsung menindaklanjuti termasuk merencanakan kongres di Kudus,” ujarnya.
Prfesionalisme dan Bebas Kepentingan
Terkait harapan terhadap kepemimpinan ASKAB Kudus ke depan, Edy menekankan perlunya sosok yang mampu mengembangkan sepak bola daerah secara serius dan profesional. Ia mengingatkan agar proses pembinaan tidak tercampuri kepentingan kelompok tertentu.
“Siapapun yang terpilih harus bisa membangun sepak bola daerahnya dengan serius. Sepak bola ini perlu dijadikan industri, walaupun dari bawah. Yang paling penting, jangan sampai ada kepentingan yang justru menjauh dari harapan masyarakat,” tegasnya.
Edy juga menyoroti persoalan klasik dalam kompetisi lokal, yaitu keberpihakan terhadap kelompok tertentu. Menurutnya, selama turnamen masih diarahkan untuk memenangkan kubu tertentu, maka sepak bola daerah akan sulit berkembang.
“Kalau turnamen masih diarahkan memenangkan kelompok A atau B, selamanya sepak bola tidak akan berkembang,” katanya.
Edy mengingatkan bahwa pemilihan ketua definitif ASKAB Kudus harus berlangsung tanpa intervensi dan sepenuhnya mengutamakan suara voter. Ia berharap ASKAB Kudus dapat menjadi contoh penyelenggaraan kongres yang profesional dan transparan.
“Harapan kami, siapapun yang dipilih voter harus fokus pada pembinaan, bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Itu yang harus dijaga,” pungkasnya.
Ali Bustomi













