blank
Kairul Anwar. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Executive Committee atau Komite Eksekutif (Exco) PSSI, yang juga seorang pengacara, Kairul Anwar, menyatakan diri untuk maju sebagai Calon Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jateng, di Kongres Pemilihan Ketua Asprov 2025.

Hal itu seperti yang disampaikannya kepada sejumlah awak media, yang menemuinya di Semarang, Selasa (25/11/2025). Dalam pertemuan itu, Kairul Anwar yang akrab disapa KA itu, menyampaikan visi dan misinya. Di antaranya mengusung lima program pembinaan sepak bola usia dini.

”Kami ingin pembinaan sepak bola di Jateng lebih baik. Lima program yang kami usung, tak hanya menyangkut kompetisi saja. Tetapi juga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), dan tata kelola organisasi yang modern dan profesional,” kata KA, dalam paparannya.

BACA JUGA: Mahasiswa Unisnu Apresiasi Kelas Pelajar Mengukir:  Jawaban Minimnya Regenerasi Pengukir Jepara

Beberapa hal penting yang disampaikan juga yakni, peningkatan kualitas kompetisi, sebagai dasar pembinaan sepak bola di Jateng. Selain itu, berjalannya kompetisi kelompok umur, sebagai pembinaan sepak bola usia muda.

Dia juga menyebutkan, yang tak kalah pentingnya, mendorong pembangunan infrastruktur sepak bola, dengan menggandeng kemitraan strategis bersama berbagai pihak, baik swasta maupun pemerintah.

”Jika diberi amanah oleh teman-teman anggota, Kami ingin membawa PSSI Jateng ke depan lebih profesional, modern dan transparan. Kami ingin melibatkan semua stakeholder, untuk bersama-sama membangun sepak bola yang lebih baik lagi,” lanjut KA.

BACA JUGA: HUT Ke-75 Polairud, Polres Kebumen Kenang Jasa Personel Gugur

Diharapkan dia, Asosiasi Kabupaten (Askab), Asosiasi Kota (Askot) dan juga klub-klub yang ada, menjadi ujung tombak pembinaan. Harapannya, akan muncul pemain berkualitas, wasit berkualitas, juga match comm berkualitas.

Menurut KA, Asprov PSSI Jateng akan mendorong, agar semua lini hidup dan berkembang baik, sehingga sepak bola Jateng bisa kembali jadi barometer Nasional seperti dulu.

Pada sisi tata kelola organisasi, pihaknya ingin terus memperbaiki agar lebih terbuka dan profesional, dengan menegakkan lima prinsip utama: Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, dan Fairness.

BACA JUGA: Polres Kebumen Ciduk Tiga Pria Cabuli Anak di Bawah Umur

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Peradi Kota Semarang ini bertekad, akan melakukan pembenahan tata kelola, sebagai syarat mutlak agar Asprov PSSI Jateng menjadi lembaga yang kredibel, bersih dari intervensi, dan mampu menjalankan roda organisasi secara akuntabel.

Pada aspek Kompetisi, pihaknya menawarkan agenda peningkatan kualitas kompetisi di semua level. Dia menekankan, perlunya kompetisi yang lebih profesional, menarik, adil, dan menghasilkan prestasi berkelanjutan.

”Seluruh ekosistem penyelenggaraan pertandingan harus dibenahi. Mulai dari teknis pertandingan, manajemen kompetisi, infrastruktur, hingga aspek ekonomi klub. Termasuk juga memberikan perhatian khusus pada pembinaan usia muda dan sepak bola putri,” terang dia.

BACA JUGA: 171 Perangkat Desa Kosong, BPD Selomanik Tuntut Pemkab Wonosobo Buka Seleksi

Dalam bidang infrastruktur, KA menekankan pentingnya pembangunan sarana olahraga dan kemitraan strategis. Baik antara Asprov dengan Pemerintah Provinsi, maupun antara Asprov dengan sektor swasta.

”Kolaborasi ini penting, guna memastikan berjalan berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan daerah. Kita akan membangun sepak bola Jateng bersih dari konflik, bebas dari intervensi, menjunjung tinggi integritas dan sportivitas,” harapnya.

Satu tujuan yang juga ingin dicapai, pihaknya ingin membawa Tim Sepak Bola Jateng berjaya di PON XXII/2028 di NTB-NTT. ” Kami ingin meraih prestasi maksimal. Kita tak boleh hadir hanya sebagai pengembira. Jateng harus membawa target yang jelas dan terukur,” tandas dia.

Riyan