WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Dilanda kepanikan, salah seorang siswa SMK di Kabupaten Wonogiri, datang ke Markas Induk Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri, dengan borgol masih melilit di tangannya. Gara-garanya, karena borgol di tangannya tidak dapat dilepaskan (manjing).
Siswa berinisial MFA (17) tersebut, awalnya iseng main-main borgol milik anggota security atau Satpam. Ketika dilingkarkan ke bagian tangannya, gelang besi itu langsung mengunci dan sulit dicopot. Upaya membuka memakai mata kuncinya, gagal dilakukan karena mata kuncinya mendadak patah. Itu terjadi, karena kondisi mata kuncinya rapuh sebab kondisinya berkarat. Ini yang membuat perasaan makin panik.
Awalnya dia merasa pede (percaya diiri), dengan bersikap cengar-cengir penuh senyum. Tapi ketika berbagai upaya gagal membuka gelang borgolnya, dia berubah jadi panik dan surut nyali. Oleh rekan-rekannya, kemudian diantar ke Markas Induk Damkar Pemkab Wonogiri.
Tujuannya, untuk meminta jasa personel fire fighter (petugas pemadam api) di Markas Induk Damkar Pemkab Wonogiri, dapat memberikan pertolongan. Yakni pertolongan agar borgol yang manjing di tangan tersebut dapat dilepaskan.
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, Rabu (26/11/25), menyatakan, penanganan borgol yang manjing di tangan siswa SMK itu, dilakukan oleh Regu-1 Pimpinan Komandan Regu (Danru) Sukatman.
Bola Voli
Caranya, dilakukan pemotongan paksa pada lingkar besi borgol memakai gerinda. Tentu saja, prosesnya menegangkan, karena ini harus dilakukan cermat dengan sangat berhati-hati. Untuk menghindarkan putaran mata gerindra tidak mengenai tangan.
Begitu proses memotong paksa lingkar borgol berhasil, yang bersangkutan langsung merasa lega dan bersenyum gembira. Demikian halnya dengan teman-temannya yang mengantarkan, mengucap syukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel Damkar yang telah memberikan pertolongan.
Sriyanto Kembo, menyatakan, pemberian bantuan membuka borgol yang manjing di tangan pelajar tersebut, tidak masuk dalam Tupoksi (tugas pokok fungsi) personel fire fighter Damkar. ”Tapi tidak tega untuk menolaknya, selama kami bisa memberikan pertolongan,” ujarnya.
Pemberian pertolongan di luar Tupoksi, sebelumnya diberikan kepada ibu-ibu yang berolahraga voli di Dusun Tandon, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Gara-garanya, bola yang dipakai untuk berolahraga voli temangsang (tersangkut) di pucuk Pohon Beringin yang tumbuh di tepi lapangan voli.
Ibu-ibu yang bermain voli dan masyarakat sekitar tidak ada yang mampu mengambilkan bola yang temangsang di ketinggian sekitar 15 Meter (M) tersebut. Pengambilan dilakukan oleh Regu-3 Damkar Wonogiri Pimpinan Komandan Regu (Danru) Setyo Pamungkas.(Bambang Pur)












