SEMARANG (SUARABARU.ID) – Tim paduan suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (PSM UGM) dengan konduktor Lukas Gunawan Arga Rakasiwi meraih Grand Champion dalam kompetisi KICC 7th (Karangturi International Choir Competition) di Gedung Teater Liem Liang Peng, National School Karangturi, Jrakah, Tugu, Semarang, 12-15 November 2025.
KICC merupakan kompetisi paduan suara dua tahunan tingkat internasional kembali digelar Sekolah Nasional Karangturi setiap tahunan. Gelaran kali ini menghadirkan penonton lebih dari 2700 orang.
“Penonton kali ini lebih banyak dari even sebelumnya. Pada penyelenggaraan ke-7 ini, 7th KICC 2025 diikuti lebih dari 65 peserta dengan 96 penampilan. Ini juga lebih banyak dari event KICC 6th yang menampilkan 90 penampilan,” panitia KICC Abram.
Dikatakan, gelaran kali ini mengusung tema Ignite Friendship, Shine Humanity, tidak hanya sekadar gelaran kompetisi dan ekspresi seni. “Ajang ini diharapkan dapat menjalin komunikasi dan persahabatan yang saling memperkaya dan menghargai keragaman yang pada gilirannya turut menyuarakan dan menghidupkan rasa kemanusiaan, mewujudkan perdamaian – menjadi manusia bagi yang lain di tengah situasi dunia yang penuh gejolak dan masalah sosial,” ujar Abram.
Gelaran ini melombakan beberapa kategori seperti children, teenager, equal voices, mixed youth, mixed, music pop/ jazz, musica sacra, folklore.

Berdasarkan kategori tersebut, genre lagu yang dibawakan juga beragam dengan kekhasan dan harmoni yang ekspresif; dari lagu abad pertengahan hingga lagu modern, dari lagu rakyat/tradisional hingga lagu popular dari berbagai adat dan budaya berbagai negara.
“Inilah yang menunjukkan bahwa seni paduan suara berkembang dinamis yang tampak dengan lahirnya ragam repertoar yang bernilai dan layak diapresiasi. Dan juga hadiah utama 2500 USD yang mana meningkat dari event sebelumnya di 2000 USD untuk Grand Champion yg di dapatkan oleh Vocalista Harmonic Choir ISI Yogyakarta dengan conductor Athiya Monica,” ujar Abram.
Bagi sebuah tim paduan suara yang memiliki jumlah anggota 25-40 orang, mengeksplorasi, menafsirkan, dan mewujudkan sebuah repertoar, bukanlah hal yang sederhana: ada nilai-nilai yang dihidupi; mengikuti arahan conductor, berlatih berulang, mendengarkan suara yang lain, mengolah rasa hingga harmoni tercipta.
Inilah mengapa paduan suara bukan hanya milik kalangan dewasa, tetapi juga kalangan anak-anak yang tentunya pola-pola dalam latihan paduan suara dapat diterapkan juga dalam kehidupan sehari-hari demi pendidikan karakter, disiplin, dan tanggung jawab.
Di ranah kompetisi, untuk menjaga kredibilitas dan kualitas, 7th KICC 2025 melibatkan para juri profesional dengan reputasi yang tidak diragukan, baik dari dalam maupun luar negeri: yaitu Lee Shiak Yao (Malaysia), Agastya Rama Listya (Indonesia), Dr. Arwin Q. Tan (Filipina), Aning Katamsi (Indonesia), Agustinus Bambang Jusana (Indonesia), Ken Steven (Indonesia), Indra Listiyanto (Indonesia), dan Jude Bautista Roldan (Filipina).
Rls-wied













