SEMARANG (SUARABARU.ID) – Menyusuri gang-gang sempit kawasan pesisir dan kota budaya, tim gabungan BNN Provinsi Jawa Tengah menggelar operasi pemulihan kawasan rawan narkotika terpadu di dua titik, yakni di kawasan Tanjung Emas Kota Semarang, dan Teposan, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan Kota Surakarta.
Operasi digelar sebagai langkah implementasi War on Drugs for Humanity. Sebanyak 60 personel gabungan diterjunkan. Mereka antara lain dari BNNP Jawa Tengah, Ditresnarkoba Polda Jateng, Satresnarkoba Polrestabes Semarang, Ditpolairud Polda Jateng, Polsek KPPP Tanjung Emas, BIN Daerah Jawa Tengah, Kanwil DJBC Jateng & DIY, TNI AL Semarang, perangkat Kelurahan Tanjung Emas, serta BNNK Surakarta.
Kegiatan sendiri dipimpin oleh Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. H. Agus Rohmat didampingi KBP Henry Julius Pardomuan (Kabid Pemberantasan & Intelijen BNNP Jateng) dan AKBP Donny Sardo Lumbantoruan (Wadir Resnarkoba Polda Jateng).
Menurut Agus Rohmat, operasi ini adalah bagian dari upaya pemulihan kawasan yang telah lama dicap sebagai daerah rawan narkotika.
“Operasi ini merupakan bagian dari strategi besar BNN dalam menghadirkan rasa aman dan memulihkan kondisi sosial masyarakat di wilayah-wilayah yang rentan. Kami ingin memastikan bahwa perang melawan narkoba bukan sekadar menindak pelaku, tapi juga mengembalikan harapan masyarakat,” terangnya, belum lama ini.
Agus menegaskan, keberhasilan perang melawan narkoba tidak hanya diukur dari jumlah tersangka yang ditangkap, tetapi dari sejauh mana masyarakat dapat pulih, berdaya, dan memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungannya dari ancaman narkotika.
Operasi pemulihan kawasan rawan ini, menurutnya menjadi langkah untuk mengembalikan ketahanan sosial dan rasa aman masyarakat yang selama ini hidup di bawah bayang-bayang peredaran gelap narkotika.
“BNN tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh dukungan dan sinergi seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan Jawa Tengah Bersinar, Bersih dari Narkoba. Yang kami perjuangkan bukan hanya penindakan, tapi perubahan sosial. Ketika masyarakat berani melapor, saling peduli, dan berani mengatakan tidak pada narkoba, di situlah kemenangan sejati War on Drugs for Humanity,” ujarnya.
Sementara itu KBP Henry Julius Pardomuan menjelaskan, dari hasil operasi di tiga lokasi berbeda, tim gabungan berhasil mengamankan tiga tersangka yang positif menggunakan narkotika jenis sabu.
“Di TKP 1 di Tambak Mulyo RT.05/RW.13 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, tersangka H M (35) diamankan setelah berusaha kabur dari lantai dua rumahnya. Barang bukti yang disita antara lain 1 bong sisa pakai sabu, 3 butir pil bertuliskan huruf Y, timbangan digital, satu buku tabungan BRI atas nama tersangka, plastik klip sisa pakai sabu, 46 butir Alprazolam, dan 1 unit motor Honda Vario hitam Nopol H 4345 XA.,” terangnya.













