blank
Romo Albert Gesu OFM/dok

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Nama lengkapnya Romo (Pater) Albert Gesu OFM (Ordo Fratrum Minorum/Fransiskan), tapi biasa disapa dengan Romo Al. Romo Al (38) berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

OFM (Fransiskan) adalah ordo religius Katolik yang didirikan Santo Fransiskus Assisi. Saat ini Romo Al masih melanjutkan studi S2 Kitab Suci dan Arkeologi di Stadium Bibicum Franciscanum (SBF) di Yerusalem.

Selama menuntut ilmu, dia tinggal di Flagellation Monastery di Kompleks Church of Flagellation. Selain menjadi mahasiswa, Romo Al juga merupakan abunah (sebutan pastor dalam bahasa setempat) di paroki yang terletak di dalam tembok Kota Tua Yerusalem.

Sebagai abunah, Romo Al memimpin misa melayani konseling, dan menerima pengakuan dosa. Pada hari libur, dia diperbolehkan terbebas dari segala urusan gereja, termasuk menjadi pemandu ziarah (local tour guide).

Terkini, pria kalem yang suka melucu itu mendampingi rombongan Panorama Ministry Jakarta. Rombongan Panorama Ministry berjumlah 37 orang dan dipandu Meyen Malau.

Selama 7 hari penuh, Romo Al memberikan penjelasan secara detail tentang Israel dan tempat-tempat yang akan dikunjungi para peziarah. Dia mengupas habis wilayah Israel dari utara hingga ke selatan.

’’Di Israel, tiga kota dengan penduduk terbesar adalah Yerusalem, Tel Aviv, dan Haifa. Sementara tiga kota terpenting berturut-turut Yerusalem, Hebron, dan Tiberias,’’ ujar Romo Al.

Selama dalam perjalanan yang menggunakan bus, Romo Al secara gamblang menjelaskan daerah-daerah yang dilewati. Tujuan pertama Haifa, kemudian menuju Nazareth, kota tempat tinggal Yesus.

Di Nazareth, para peziarah menjalankan Ibadat Ekaristi (Misa) yang dipimpin Romo Al di Gereja Kabar Suka Cita (Gereja Inkarnasi). Setelah Nazareth, para peziarah berturut-turut mengunjungi Gereja Transfigurasi di Gunung Tabor, Yardenit (Sungai Yordan), dan Danau Galilea (Tiberias).

Lalu, ke Kapernaum dengan menyambangi Gereja Tabgha, Gereja Petrus Utama, Gereja Kapernaum, dan Gereja Sabda Bahagia. Kapernaum disebut-sebut sebagai Kota Yesus dan Rumah Petrus (murid pertama Yesus).

’’Kapernaum dilabeli Kota Yesus karena di kota inilah Yesus banyak sekali membuat mukjizat. Kapernaum menjadi basis pelayanan Yesus selepas diusir dari Nazareth,’’ ungkap Romo Al.

Dari Kapernaum, rombongan peziarah bergerak ke Yericho dengan mengunjungi Gereja Cana, Gunung Pencobaan, dan kungkum di Laut Mati. Di Laut Mati, Romo Al juga menunjukkan tempat ditemukannya gulungan kitab suci di Qumran.

Rute ziarah lantas berpindah ke tempat kelahiran Yesus di Bethlehem. Setelah itu menuju Via Dolorosa untuk menunaikan ibadah jalan salib, berziarah ke makam Yesus, kemudian menuju Bukit Sion, dan Bukit Zaitun.

Peziarahan diakhiri dengan berdoa di Bukit Ratapan, serta mengunjungi Masjidil Aqsa dan Dome of the Rock. Sebelum pulang, rombongan mengikuti misa di Gereja Taman Getsemani, Yerusalem.

’’Saya sudah delapan tahun di Israel, dan harus segera menyelesaikan studi S2 di sini,’’ tutur Romo Al yang pernah bertugas di Cianjur, Jabar.

Rohaniwan yang ditahbiskan pada 8 Desember 2014 ini menguasai bahasa Inggris dan Italia. Namun, dia juga memahani bahasa Ibrani, Latin, dan Arab.

Selama mendampingi rombongan Panorama Ministry, Romo Al menjadi telinga yang selalu siap mendengarkan pertanyaan para peziarah. Dia juga bisa menjadi teman yang menyenangkan melalui joke-joke segarnya.

Karena itu, setelah ziarah selesai pun Romo Al tetap ada di hati para peziarah yang dipandunya. Kebaikan dan keramahtamahannya terukir indah di benak rombongan Panorama Ministry.

’’Kami bahkan belum bisa move on jika mengenang cara Romo Al memandu kami selama di Israel,’’ kata Selvi.

Komentar senada juga dilontarkan 36 peziarah yang lain. Semua sepakat: ’’Sayang Romo Al’’.

mm