Oleh: Amir Machmud NS
// telah lama dia tenggelam/ dalam bayang-bayang aneka kesalahan/ dia seperti hilang/ dan, kinikah saatnya dia kembali/ mencari jatidiri yang perlahan-lahan ditemukan lagi//
(Sajak “Andre Onana”, 2025)
INIKAH Andre Onana yang sesungguhnya?
Perlahan-lahan, dia berada di jalur kebangkitan untuk memulihkan performa. Setelah dua musim menjadi sasaran hujatan dan kemarahan di Manchester United karena dianggap sebagai salah satu sumber kekalahan, dia merintis jalan kembali ke kompetensi awal sebagai “Andre Onana yang sejati”.
Kiper asal Kamerun itu bersemangat untuk bangkit dari ejekan dan bully sebagai “badut” yang tak pantas mengawal gawang Red Devils. Peminjamannya ke Trabzonspor di Liga Super Turki menjawab bahwa dia berada di trek yang tepat untuk memperlihatkan kembali kualitasnya. Bukankah dia pernah bersinar di Ajax Amsterdam dan menjulang bersama Internazionale Milan?
Pemain kelahiran Nkol Ngok, Kamerun 29 tahun lalu itu terpilih sebagai Man of the Match dalam laga debut melawan Fenerbahce. Walaupun kalah 0-1, Onana membuat sedikitnya delapan penyelamatan penting dan menjadi pemain dengan rating tertinggi, 8,4 di pertandingan tersebut.
Dalam laga berikutnya, dia menyelamatkan Trabzonspor dari kekalahan. Assist-nya dimanfaatkan Paul Onuachu tanpa kesalahan ke gawang Gaziantep. Berkat dua penampilan awal yang gacor itu, Onana dipuji oleh media-media Turki dan akun fanbase.
Menjanjikan
Bola.net (31 Oktober 2025) mencatat, meskipun awalnya diragukan, Andre Onana menjawab dengan performa menjanjikan. Dalam enam laga pertamanya, dia menunjukkan penampilan solid dan konsisten. Reaksi cepat, refleks bagus, dan kemampuan distribusinya kembali menjadi sorotan.
Onana dijuluki The Wall, “Tembok”, menjelma sebagai pilar utama Trabzonspor, sekaligus inspirasi baru bagi klub yang tengah bersaing di papan atas klasemen itu. Dari sosok yang dulu sering disalahkan di Liga Inggris, Onana membangun kembali nama besarnya.
Dalam debutnya, dia memberi sinyal kuat kembali ke performa terbaik. Onana konfiden mengontrol area penalti. Beberapa kali dia menggagalkan peluang lawan. Meskipun Trabzonspor kalah dari Fenerbahce, kiper Kamerun itu menjadi pemain terbaik.
Onana kembali memberi kesan ketika Trabzonspor imbang 1-1 melawan Gaziantep. Dia memang tidak banyak diuji karena Gaziantep hanya menciptakan satu shot on target. Namun, Onana berkontribusi lewat satu assist untuk gol Paul Onuachu. Ini membuktikan kemampuan distribusi bolanya menjadi senjata penting.
Dari dua laga itu, terkemas satu pesan: Onana siap membangun kembali reputasinya sebagai kiper modern yang komplet.
Setelah melewati laga ketiga dengan kemenangan Trabzonsor 4-3 atas Fatih Karagumruk pada 28 September dengan performa buruk, sepekan kemudian Onana menebusnya dengan penampilan brilian saat timnya menjamu Kayserispor dan menang 4-0. Dengan tujuh penyelamatan eksepsional dari tujuh tembakan lawan, dia meraih rating 8.9.
Onana semakin memperlihatkan kualitas dan kematangannya. Pada pertengahan Oktober, ketika mengalahkan Rizespor, dia membuat dua penyelamatan penting. Kecermerlangannya berlanjut seminggu kemudian saat menjamu Eyupspor. Onana menciptakan clean sheet. Dengan empat penyelamatan dia memberi kemenangan 2-0.
Dari pekan ke pekan, penampilan Onana benar-benar memulih dari apa yang dia alami bersama Manchester United. Dia makin mendapat cinta dari publik Trabzonbspor. Dia tampak lebih menikmati permainan, menyatu dengan barisan pertahanan tim, cepat membaca arah bola, dan tak ragu mengambil keputusan. Lini belakang Trabzonspor kini terasa jauh lebih kokoh.
Peringatan Van der Sar
Dari awal, legenda Ajax dan MU, Edwin van der Sar mengingatkan agar tak secepat itu Onana divonis karena sejumlah blundernya. Semasa di Ajax, Onana menonjol sebagai kiper dengan talenta hebat: reaksi dan kepercayaan dirinya luar biasa.
Akan tetapi, dalam perkembangan hingga Manchester Merah dikomandoi oleh pelatih baru Ruben Amorim, akhirnya Onana dipinjamkan ke Trabzonspor, sementara kiper kedua Altay Bayindir juga tidak meyakinkan. MU mendatangkan kiper asal Belgia, Senne Lamens yang menunjukkan bahwa Onana dan Bayindir tak lagi dipercaya sebagai pilihan utama.
Dari 102 laga bersama MU, dia kebobolan 150 kali, dan hanya 24 kali mencatat clean sheet.
Ketika masih memperkuat Internazionale Milan, Onana menonjol sebagai benteng terakhir. Dia mengantar Inter menjadi runner up Liga Champions 2022-2023 setelah kalah dari Manchester City 0-1 di final. Capaian itu juga dicatat ketika memperkuat Ajax pada 2016-2023, dengan menjadi runner up Liga Europa 2016-2017. Ketika itu, Ajax kalah 0-2 dari Manchester United.
MU tertarik merekrutnya setelah David de Gea memilih merapat ke Fiorentina. Transfer musim panas 2023 dengan banderol awal 51 juta euro itu diharapkan membawa perubahan dalam pertahanan MU.
Onana diproyeksikan meneruskan De Gea, penjaga gawang yang dikenal memiliki refleks bagus dan bisa menjadi “kiper yang terlibat dalam permainan”. Selama di Ajax, Onana tampak nyaman menguasai bola, sesuai dengan kebutuhan taktik Erik ten Hag, yakni ball playing-keeper, pemain terakhir yang mampu mengubah tekanan lawan menjadi awal membangun serangan.
Seperti legenda kiper Kamerun lainnya, Thomas N’Kono dan Joseph-Antoine Bell, Onana menjadi contoh kiper yang bergantung pada skema taktik pelatih. Kualitasnya bakal keluar dalam tim dengan struktur yang jelas, tuntutan yang konsisten, dan pola bermain yang dapat diprediksi.
Di Ajax, strategi Eric Ten Hag memberinya rasa aman untuk mengambil risiko, karena tahu rekan satu timnya akan berada di posisi yang tepat, namun “kecocokan” dengan filosofi Ten Hag itu tidak berlanjut ketika keduanya berkolaborasi di Old Trafford. Di MU, Ten Hag menghadapi situasi dan pemain yang berbeda.
Saat bermain untuk Inter Milan, pelatih Simone Inzaghi memformulasikan keseimbangan antara lini pertahanan dan kejelasan dalam penguasaan bola. Tiga bek Inter nyaman menerima umpan dan membawa bola di bawah tekanan. Dalam situasi seperti itu, jangkauan umpan dan penempatan posisi Onana yang berani menjadi andalan untuk mengubah tekanan di area pertahanan menjadi peluang menyerang dengan akurasi umpan.
Kenyamanan di Ajax dan Inter itu tidak diperoleh Onana di MU. Dia tidak merasakan stabilitas permainan seperti semula. Cedera yang bergantian dialami oleh para pemain belakang dan lini tengah menggoyahkan keseimbangan tim.
Barisan belakang MU cenderung tidak konsisten ketika ditekan. Andre Onana pun kehilangan kejernihan pikiran yang semula dia andalkan. Dia goyah, karena permainannya bergantung pada ritme dan keyakinan.
Onana beberapa kali memperlihatkan keberanian meninggalkan posisi untuk mengantisipasi bola-bola dalam peran sebagai semacam “sweeper’’. Hal itu dia tunjukkan ketika bermain untuk Ajax dan Inter, tetapi tidak di MU. Dalam performa terbaik, dia bermain dengan aura konfidensi, seperti yang dia perlihatkan sebagai kiper dengan kepercayaan tinggi dalam rangkaian perjalanan ke final Liga Eropa dan Liga Champions pada 2017 dan 2023.
Umpannya yang berbuah gol dalam laga melawan Gaziantep di Liga Turki merupakan salah satu ciri khas bermain Andre Onana ketika menjadi orang pertama dalam membangun serangan.
“Alumni” MU
Onana menggenapi realitas menarik tentang para pemain eks MU yang kembali bersinar setelah berada di luar lingkaran Old Trafford. Scott McTominay, misalnya, menjadi Pemain Terbaik Seri A 2024 setelah berlabuh di Napoli, yang kemudian disusul oleh Rasmus Hojlund.
Antony dipermanenkan oleh Real Betis setelah bermain mengesankan selama satu musim 2024-2025. Yang tak kalah menarik adalah Marcus Rashford, yang “dibuang” oleh MU sebagai pemain pinjaman ke Barcelona kini tampil impresif, meneruskan performanya yang tidak buruk-buruk amat sebagai pemain pinjaman di Aston Villa.
Kini, Andre Onana memperkuat realitas itu dengan bermain mengesankan di Liga Super Turki. Apakah dia akan benar-benar konsisten mengembalikan performanya sewaktu memperkuat Ajax atau Internazionale Milan, waktu juga yang akan mengujinya.
Dalam usia 29, Onana masih punya waktu untuk menemukan kembali kualitas yang hilang dan menjadikannya bahan lelucon di Setan Merah…
— Amir Machmud NS, wartawan Suarabaru.Id —













