KUDUS (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung program nasional Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini diwujudkan dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Prambatan Kidul, pada Sabtu (8/11/2025).
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Wakil Bupati Bellinda Birton dan Ketua TP PKK Endhah Sam’ani Intakoris, hadir langsung dalam peresmian yang menandai perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kudus ke seluruh wilayah.
Pemkab Kudus tidak main-main dalam implementasi MBG. Setelah berkonsultasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Pemkab menetapkan target yang ambisius:
106 SPPG ditargetkan akan beroperasi penuh di seluruh Kabupaten Kudus.
Bupati Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang yang krusial.
“Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat dan cerdas. Pemkab Kudus terus memperkuat sinergi lintas sektor agar pelaksanaan MBG berjalan maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis di Kudus dirancang dengan manfaat ganda, tidak hanya berfokus pada kesehatan anak, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian daerah:
Bahan pangan wajib dipasok dari pasar tradisional dan pelaku UMKM lokal. Strategi ini memastikan bahwa perputaran uang dan pendapatan tetap berada di Kabupaten Kudus.
Pelajar juga didorong untuk memiliki tabungan pelajar sebagai wujud investasi masa depan.
“Kami mendorong seluruh SPPG agar belanja kebutuhan pangan di pasar tradisional dan pelaku UMKM lokal. Dengan begitu, perputaran ekonomi tetap berada di Kudus,” kata Bupati.
Hoaks Keracunan MBG
Di tengah gencarnya sosialisasi, muncul isu miring yang mengganggu kepercayaan publik. Wakil Bupati Bellinda Birton, yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Kabupaten Kudus, memberikan penegasan mengenai hoaks keracunan makanan MBG yang beredar.
Bellinda meminta masyarakat untuk menghentikan penyebaran berita tidak terverifikasi (hoaks).
“Belakangan muncul berita hoaks tentang keracunan makanan MBG. Setelah ditelusuri, ternyata penyebabnya bukan keracunan, melainkan kecelakaan,” tegas Bellinda.
Seluruh dapur SPPG selalu diawasi secara ketat. Kualitas makanan dipantau secara reguler. Masyarakat atau orang tua diminta segera melaporkan keluhan ke Satgas MBG.
Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen menghadirkan layanan gizi yang berkualitas, transparan, dan berdampak nyata, menjadikannya pondasi kuat bagi terwujudnya Generasi Kudus Sehat dan Cerdas menuju Indonesia Emas 2045.
Ali Bustomi













