SALATIGA (SUARABARU.ID) – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menyelenggarakan Festival Hak Asasi Manusia (HAM) Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila”.
Kegiatan yang diisi dengan Seminar Nasional tersebut menjadi ruang edukasi publik untuk memperkuat budaya penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM di Indonesia.
Festival HAM 2026 dihadiri oleh Menteri HAM Republik Indonesia Natalius Pigai, Staf Khusus Menteri HAM RI Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional Herman Dogopia, unsur Forkopimda Kota Salatiga, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Tengah Mustafa Beleng beserta jajaran, Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami dan para Wakil Rektor, civitas academica, serta berbagai elemen masyarakat.
Ketua Panitia sekaligus Dekan Fakultas Hukum UKSW, Profesor Dr. Christina Maya Indah S menyampaikan, Festival HAM merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemenuhan dan penghormatan HAM melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
“Festival HAM diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung upaya pemenuhan dan penghormatan HAM melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat,” ujarnya, baru-baru ini.
Menurut Profesor Maya, rangkaian kegiatan tidak hanya berupa seminar nasional, tetapi juga kompetisi kreatif seperti lomba video tiktok dan lomba poster bertema HAM. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan partisipasi masyarakat dalam membangun budaya HAM yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami menegaskan, Festival HAM menjadi wadah strategis untuk merefleksikan sekaligus menyebarluaskan nilai-nilai HAM kepada masyarakat.
“UKSW berkomitmen untuk terus menggaungkan nilai-nilai HAM sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional yang berorientasi pada penghormatan terhadap martabat manusia,” kata Rektor Intiyas.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk melahirkan generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, keberagaman, dan keadilan sosial.
Menurutnya, komitmen tersebut dijalankan berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam menghormati hak dan martabat setiap warga negara tanpa diskriminasi.













