
Pada kesempatan tersebut, Menteri HAM RI Natalius Pigai hadir sebagai keynote speaker sekaligus membuka secara resmi Festival HAM 2026. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman hidup yang sarat nilai perjuangan dan pembelajaran kepada mahasiswa sebagai bekal membangun tiga kompetensi utama, yaitu knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan), dan attitude (sikap).
Natalius Pigai menegaskan bahwa HAM merupakan aset yang sangat berharga bagi setiap individu maupun bangsa karena menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kehidupan yang adil, bermartabat, dan berkeadaban.
“Hak asasi manusia merupakan aset yang sangat berharga. HAM tidak hanya dipandang sebagai norma dan prinsip universal, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam memperjuangkan keadilan, memperkuat demokrasi, serta memastikan setiap warga negara memperoleh perlakuan yang setara di hadapan hukum,” tegas Pigai.
Menteri HAM juga mengapresiasi UKSW yang dinilainya selangkah lebih maju melalui penyelenggaraan Festival HAM sebagai upaya menyebarluaskan nilai-nilai HAM kepada masyarakat luas.
“Perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun kesadaran HAM melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Festival HAM merupakan langkah konkret dalam menginternalisasikan nilai-nilai HAM kepada generasi muda sehingga mampu melahirkan agen-agen perubahan yang menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan dan keadilan,” lanjutnya.
Natalius Pigai menegaskan bahwa Kementerian HAM RI mendukung penuh penyelenggaraan Festival HAM dan terus mendorong kolaborasi multipihak antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat sipil, dan dunia usaha guna mempercepat terwujudnya ekosistem pembangunan yang berperspektif HAM.
Menurutnya, nilai-nilai HAM yang berlandaskan Pancasila merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Festival HAM UKSW 2026 menjadi salah satu praktik baik kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam memperluas edukasi HAM kepada masyarakat.
Melalui pelibatan mahasiswa dalam berbagai kompetisi kreatif dan forum akademik, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai HAM secara kontekstual dan berkelanjutan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan bermartabat.
Ning S













