blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Ketua DPRD Saman dan pejabat terkait pada penyerahan hibah dan bantuan keuangan khusus 2025 di Pendopo Kabumian, Senin 3/11.(Foto:SB/Kominfo)

KEBUMEN  (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menyalurkan bantuan sebesar Rp 22,366 Miliar. Terdiri atas Hibah untuk Masyarakat dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Tahun Anggaran 2025.

Penyerahan simbolis dilaksanakan pada Senin (3/11) 2025, di Pendopo Kompleks Rumah Dinas Bupati Kebumen atau Pendopo Kabumian.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Forkopimda, Ketua DPRD Saman dan para Wakil Ketua DPRD, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa dan Lurah, serta perwakilan para penerima bantuan.

Bupati Lilis Nuryani dalam sambutannya menjelaskan, program hibah dan BKK desa adalah bagian penting dari upaya Pemkab Kebumen dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hibah membantu kegiatan sosial dan pemberdayaan, sedangkan BKK memperkuat pembangunan di tingkat desa. Tujuannya satu, yaitu agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata,”jelas Lilis.

Bupati juga menyampaikan terima kasih atas peran aktif seluruh pihak dalam membangun desa dan masyarakat.”Pemerintah daerah tidak akan bisa berjalan sendiri. Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kerja sama dan partisipasi dari semua pihak,”imbuhnya.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Ketua DPRD Saman simbolis menyerahkan bantuan kepada siswa SD di Pendopo Kabumian, Senin 3/11.(Foto:SB/Kominfo)

Kepada para penerima, Bupati berpesan agar bantuan digunakan sesuai dengan tujuannya. Ia secara khusus mengingatkan agar bantuan berupa alat, seperti traktor, dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin.”Jadikan alat itu penambah semangat kerja, bukan hanya pajangan di gudang,”tegas Lilis.

Lebih lanjut Bupati menekankan pentingnya pengelolaan dana hibah dan BKK secara terbuka dan jujur. Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaannya diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki bersama sehingga hasilnya lebih kuat dan berkelanjutan.

“Jadikan bantuan ini sebagai pemantik semangat. Dari sini lah kita harapkan muncul gerakan bersama untuk membangun desa yang mandiri, memperkuat ekonomi rakyat, serta menumbuhkan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Kebumen,”tegasnya.

Bupati menyadari, setiap desa memiliki kondisi dan tantangan berbeda. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus mendampingi agar pemanfaatan hibah dan BKK berjalan tepat sasaran.

Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan amanah, bukan hadiah, yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan bersama.

Penyaluran dana Hibah, Bantuan kepada kelompok/organisasi masyarakat, dan BKK kepada 48 Desa di Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2025 ini bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah, serta memperkuat sinergi dengan penerima dalam percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Total bantuan sebesar Rp 22,366 Miliar tersebut dialokasikan melalui beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan rincian sebagai berikut:

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa: BKK Desa kepada 48 Desa senilai Rp 9.170.000.000,00.

Disdikpora: Total Rp8.472.000.000 untuk rehab ruang kelas, pembangunan RKB, pengadaan TIK, Bantuan Keuangan Murid (BKM), serta hibah PAUD, kepemudaan/olahraga, MI/MTs, dan Jastendik SD/SMP.

Disparbud: Total Rp 1.433.021.100 untuk alat dan seragam kesenian.

Distapang: Total Rp1.166.890.105 berupa hibah traktor, kambing, sapi, dan bibit tanaman.

DPUPR: Hibah semen untuk 129 penerima dengan total Rp 1.123.955.440.

Disperindag KUKM: Hibah kepada badan/lembaga/ormas berbadan hukum senilai Rp 470.000.000 (untuk 3 koperasi dan 1 kelompok perajin genteng).

Disperkimhub: Bantuan Sosial (Bansos) uang sebesar Rp285.000.000 untuk rehabilitasi dan relokasi rumah korban bencana (1 unit rehab @Rp15 juta dan 9 unit relokasi @Rp30 juta).

DLHKP: Hibah barang sarana dan prasarana (sarpras) perikanan budidaya, kendaraan roda tiga, dan sarpras persampahan sebesar Rp246.000.000.

Novi, seorang guru pendamping dari SMPN 2 Kebumen yang mendampingi muridnya penerima hibah, menyambut baik bantuan ini. “Bagi yang kurang mampu, tentu sangat bermanfaat,”ujarnya.

Rasa syukur juga disampaikan oleh Saimun, penerima bantuan relokasi rumah korban bencana tanah bergerak di Desa Glontor, Kecamatan Karanggayam.

Bantuan sebesar Rp30 Juta ini memungkinkan ia dan tetangganya yang terdampak musibah dapat pindah ke lokasi yang lebih aman.”Terima kasih atas bantuannya, ini sangat membantu bagi kami,” tukas Saimun.

Komper Wardopo