blank
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo. Foto: Dok/Humas

KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) – “Mindfulness sebagai fondasi insan Pengayoman”, nilai pengayoman menuntut kehadiran yang utuh saat melayani, bukan sekadar prosedural, tapi hadir dengan hati.

Nilai tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, saat memberikan penguatan terhadap peningkatan kapasitas seluruh pegawai Balai Harta Peninggalan Semarang, Jumat (12/6/2026).

Mengusung tema “Mindfulness for Excellence”, Tenang dalam Berpikir, Unggul dalam Berkarya”, kegiatan capacity building ini diselenggarakan di The Wujil Resort and Conventions selama 2 hari.

Tema tersebut, menurut Heni, sangat bagus untuk menumbuhkan kesadaran personal dalam rangka pelaksanaan tugas, terutama bagi jajaran BHP Semarang. Ia mengatakan setiap orang adalah pemimpin, yang mana pemimpin harus punya prinsip yang kuat ketika bertugas.

“Tema ini menempatkan ketenangan dan kesadaran
penuh (mindfulness) sebagai fondasi agar
pegawai mampu bekerja secara fokus,
presisi, dan tetap melayani dengan empati di
tengah beban kerja teknis BHP yang
kompleks,” jelas Kakanwil.

Mengutip filosofi Jawa, Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang berarti mencari sampai menemukan kebenaran yang benar dengan ketenangan, Heni mengatakan seorang pemimpin harus mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya dengan ketenangan.

“Ketenangan dalam berpikir adalah wujud nyata dari sikap mengayomi yang tidak reaktif, tidak tergesa, dan mengambil keputusan dengan jernih,” jelasnya.

Seorang pemimpin, katanya, sudah pasti harus bisa menularkan hal-hal yang positif serta mengasihi jajaran di sekitarnya.

Dan khusus bagi BHP ia berpesan untuk menjaga kepedulian dan komitmen bersama demi mewujudkan BHP Semarang yang semakin maju dan memberikan manfaat bagi bangsa

“Seorang pemimpin harus bisa memberikan kasih sayang dan mampu menginspirasi jajarannya, harus bisa memberikan legacy yang baik,” kata Heni.

“Kita harus memiliki komitmen bersama, saling peduli, saling memiliki, dan tidak boleh saling melemahkan karena BHP adalah tempat untuk mencari nafkah kita,” pungkasnya.

Kepala BHP Semarang, Oryza berharap melalui kegiatan ini, sebanyak 47 pegawai BHP dapat memperoleh manfaat, melunturkan mental block, serta meningkatkan kepercayaan diri setiap jajaran.

“Intinya kami ingin memiliki workplace performance yang lebih baik dari peningkatan kapasitas malam ini,” ujar Oryza.

Kegiatan dirangkaikan dengan pelatihan public speaking yang menghadirkan narasumber dari Akademi Bicara, Adi Siswowidjono, dan sebelumnya terdapat sesi Hipnoterapi dari Nathalia Sunaidi.

Ning S