JEPARA (SUARABARU.ID) — Langkah kesuksesan kembali terlihat dalam pembukaan Pekan Olahraga dan Seni pada Class Meeting Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di halaman sekolah SMK Muhammadiyah 01 Keling, Selasa (10/06/2026).
Hal ini tidak dibangun secara instan. Sekolah tersebut menerapkan sistem pembinaan dan kompetisi internal yang terstruktur untuk menyaring sekaligus mengasah bakat siswa sejak dini.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala SMK Muhammadiyah 01 Keling, Rahmad Taufiq Isnaini, melalui prosesi pemotongan pita simbolis yang disaksikan guru, staf tata usaha, dan seluruh siswa.
Kegiatan yang berlangsung mulai 10 hingga 18 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari strategi sekolah dalam membangun kultur kompetitif sekaligus mencari bibit unggul untuk dipersiapkan menghadapi berbagai ajang tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Class meeting ini bukan sekadar ajang hiburan setelah ujian selesai. Ini adalah laboratorium nyata kami untuk menemukan, mengasah, dan menyaring bakat terpendam siswa,” ujar Rahmad Taufiq Isnaini saat memberikan pengarahan di hadapan peserta apel.
Menurutnya, tradisi juara tidak dapat dibangun secara instan, melainkan harus dibentuk melalui kompetisi yang sehat, disiplin, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah merancang berbagai jenis perlombaan yang tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga seni dan pembinaan karakter religius. Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi futsal putra, menyanyi, hafalan surat pendek, hingga lomba kebersihan K3 antarkelas.
Konsep tersebut sengaja diterapkan agar siswa memiliki keseimbangan kemampuan, baik dalam aspek fisik, kreativitas, spiritual, maupun kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
“Kami tidak ingin siswa hanya unggul di bidang akademik atau olahraga saja. Karakter yang tangguh, religius, dan peduli lingkungan juga menjadi poin penting dalam pembentukan masa depan mereka,” tambah Rahmad.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dan penuh semangat. Seluruh siswa mengenakan seragam olahraga biru sambil mengikuti apel pembukaan dengan tertib. Sementara jajaran guru dan tenaga pendidik turut hadir untuk memberikan dukungan sekaligus memastikan jalannya kegiatan berlangsung disiplin dan sportif.
Panitia pelaksana juga menegaskan bahwa seluruh pertandingan akan dipimpin secara objektif dan profesional. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat melahirkan regenerasi atlet, seniman, dan pelantun religi baru yang mampu mempertahankan tradisi prestasi sekolah.
“Potongan pita hari ini menandai mulainya perjuangan kalian. Selamat bertanding, jaga sportivitas, dan tunjukkan bahwa kelas kalian adalah gudangnya para juara,” tutup Rahmad Taufiq Isnaini.
Septiana W – Kunitah











