JEPARA (SUARABARU.ID) – Upaya membangun generasi yang kreatif dan inovatif tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga. Berangkat dari semangat tersebut, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara mengikuti Workshop Kerajinan Tangan Makrame yang digelar dalam rangkaian pertemuan rutin bulanan, Jumat (12/6/2026), di Ruang Rapat R.M.P. Sosrokartono, Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh istri pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Selain menjadi ajang silaturahmi antaranggota, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas para anggota melalui pelatihan kerajinan tangan berbasis seni kriya.
Ketua Mandat DWP Setda Kabupaten Jepara, Ny. Rina Meilani Aris Setiawan, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh anggota agar tetap aktif mengikuti kegiatan organisasi serta terus mengembangkan kemampuan diri.

“Melalui kegiatan Dharma Wanita Persatuan, kami berharap seluruh anggota dapat terus belajar, berkembang, dan menjadi pribadi yang lebih produktif. Ibu-ibu memiliki peran penting dalam keluarga, terutama dalam mendampingi dan menginspirasi putra-putrinya agar tumbuh menjadi generasi yang kreatif dan berprestasi,” ujarnya.
Menjadi Inspirasi bagi Anak
Menurut Ketua Mandat DWP Setda Kabupaten Jepara Ny Rina, pelatihan keterampilan seperti ini bukan sekadar memberikan pengalaman baru bagi anggota, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih besar, yakni menumbuhkan budaya kreatif di lingkungan keluarga.
“Ibu yang kreatif dan terampil akan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Ketika anak melihat orang tuanya aktif berkarya dan terus belajar, mereka akan terdorong untuk mengembangkan kreativitas serta potensi yang dimiliki,” ungkap Ny. Rina.
Ia menambahkan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini, kemampuan berkreasi menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.

Belajar Seni Kriya Makrame
Workshop menghadirkan narasumber dari *Rumah Baca Lentera Desa Kedungcino, Jepara, yang memberikan pelatihan dasar pembuatan kerajinan tangan makrame kepada para peserta.
Makrame merupakan salah satu cabang seni kriya yang menggunakan teknik menyimpul dan menganyam tali atau benang untuk membentuk berbagai pola dekoratif dan produk fungsional. Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai teknik dasar, seperti simpul kepala, simpul datar, dan simpul tunggal, yang menjadi fondasi dalam pembuatan berbagai karya makrame.

Narasumber yaitu Tatang Kurniawan, S.T dan Ahimsa Ukiningtyas dari Rumah Baca Lentera menjelaskan bahwa makrame dapat dibuat menggunakan berbagai jenis bahan, antara lain tali katun, tali rami, benang wol, nilon, maupun benang tebal lainnya. Dari teknik sederhana tersebut dapat dihasilkan beragam produk bernilai ekonomi dan estetika.
“Makrame tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga nilai manfaat. Produk yang dihasilkan bisa berupa hiasan dinding, gantungan pot tanaman, tirai, tas, gelang, kalung, gantungan kunci, hingga perlengkapan rumah tangga seperti taplak meja dan sarung bantal,” jelas narasumber.
Antusiasme Peserta
Para anggota DWP tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Sebagian besar peserta mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru yang menarik karena selama ini lebih banyak berkegiatan di lingkungan pekerjaan maupun keluarga.
Melalui workshop ini, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk memanfaatkan waktu luang secara produktif serta membuka peluang usaha kreatif berbasis kerajinan tangan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan praktik langsung pembuatan karya makrame sederhana. Hasil karya peserta pun menunjukkan kreativitas dan semangat belajar yang tinggi.
Dengan terselenggaranya workshop tersebut, DWP Setda Kabupaten Jepara berharap para anggota dapat terus mengembangkan kemampuan diri dan menularkan semangat kreativitas kepada keluarga serta lingkungan sekitarnya, sehingga mampu ikut berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang kreatif, produktif, dan berdaya saing.
Ika Putri Aprilia – Riza Munawaroh












