blank
Wakil Ketua DPRD Jepara, Drs. H. Junarso

JEPARA (SUARABARU.ID) – Salah satu tantangan besar dalam menjaga ketahanan pangan adalah memastikan  lahan sawah seluas 24 ribu hektar di Kabupaten Jepara tak berubah fungsi, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2023.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jepara Drs H. Junarso dalam wawancara khusus di ruang kerjanya Senin (27/10-2025).  “ Peralihan fungsi lahan pertanian tersebut tidak terlepas dari pertumbuhan penduduk yang pesat, kenaikan kebutuhan masyarakat untuk perumahan, maupun pergantian ke sektor lain  yang dianggap lebih menjanjikan, seperti untuk  dunia industri” ujar Junarso.

Selanjutnya Junarso mengungkapkan, alih fungsi lahan pertanian memberikan dampak berupa berkurangnya lahan pertanian, menurunnya produksi pangan nasional, serta  mengancam keseimbangan ekosistem.

“Namun demikian  harus diberikan perlindungan secara adil kepada petani  melalui program-program pemberdayaan agar dapat terus meningkatkan produktifitas melalui penerapan teknologi.. Jika petani sejahtera, maka akan menjadi benteng pertahanan tidak terjadinya peralihan lahan,” pintanya. Karena itu diperlukan komitmen yang kuat  dari para pemangku kepentingan untuk senantiasa hadir dalam memberdayakan petani

“Keberhasilan kita saat ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani juga akan menjadi motivasi yang sangat penting dalam menumbuhkan minat generasi muda untuk mau menekuni sektor pertanian yang meliputi tanaman pangan, perikanan, perkebunan, dan peternakan.

Junarso lebih lauh menjelaskan, ketahanan pangan bangsa Indonesia dalam jangka panjang sangat ditentukan oleh para pemuda. Karena itu Wakil Ketua DPRD Jepara ini  mengajak para pemuda untuk kembali mencintai sektor pertanian yang sangat menentukan keberlanjutan ketahanan pangan pada masa masa yang akan  datang.

Persoalannya saat ini animo anak muda untuk menekuni sektor pertanian semakin menurun. Tinggal  berkisar pada angka 10%.  Karena itu Junarso minta  pemerintah Kabupaten Jepara bersama jajaran terkait untuk memberikan  perhatian khusus terhadap munculnya kecintaan generasi muda pada sektor pertanian. “Salah satunya melalu lembaga pendidikan, pelatihan-pelatihan, pemanfaatan teknologi dan pengembangan pertanian modern, termasuk pemasaran hasil pertanian melalui berbagai platform media digital,” ujar Junarso.

Dalam pengembangan pertanian ini diharapkan  ada kolaborasi antara pemerintah kabupaten Jepara dan OPD terkait dengan lembaga lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Jepara seperti Unisnu, SMK, dan juga pelibatan Karang Taruna yang ada di desa untuk menumbuhkan minat anak-anak muda terhadap sektor pertanian.

“Perlu dipertimbangkan, penerjunan TIM KKN  ke Jepara dari perbagai perguruan tinggi diarahkan untuk membangkitkan minat munculnya petani-petani melinial,” terang Junarso.  Sementara dijenjang pendidikan SD dan  SMP harus juga  ditumbuhkan gerakan cinta pertanian sejak dini.

Hadepe